Banda Aceh, Infoaceh.net — Gelombang kedua bantuan internasional dari Malaysia telah tiba di Aceh untuk membantu korban banjir dan longsor yang melanda 18 kabupaten/kota di provinsi tersebut.
Bantuan tersebut mencakup logistik penting hingga tenaga medis yang segera dikerahkan ke wilayah terdampak.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem), Kamis (11/12), menyampaikan bahwa total bantuan gelombang kedua dari Malaysia mencapai tiga ton, terdiri atas dua ton obat-obatan, satu ton cokelat, serta pakaian untuk anak-anak, ditambah kehadiran relawan medis dari negeri jiran itu.
“Sudah sampai bantuan dari Kuala Lumpur, yaitu 3 ton untuk kita bagi-bagikan ke beberapa kabupaten/kota bersama dokter dan perawat. Obat-obatan 2 ton, 1 ton cokelat dan pakaian untuk anak-anak,” ujar Mualem.
Kebutuhan Obat Meningkat di Pos Pengungsian
Mualem menambahkan, obat-obatan merupakan kebutuhan paling mendesak di pos-pos pengungsian saat ini. Banyak warga mulai mengalami penyakit kulit, gatal-gatal, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dan demam akibat kondisi lingkungan dan sanitasi yang memburuk pascabencana.
“Ini saya rasa paling banyak membutuhkan obat-obatan. Apalagi sekarang masyarakat kita sudah terdampak,” ujarnya.
Sejak awal, Mualem menyatakan bahwa Aceh tidak keberatan menerima bantuan internasional selama tujuannya tulus untuk membantu. Ia menegaskan tidak ada kebijakan yang menghambat masuknya relawan maupun bantuan dari negara sahabat.
“Saya rasa tidak ada larangan. Sah-sah saja, tidak ada masalah. Mereka tolong kita, kok kita persulit?” kata Gubernur Aceh usai mengikuti rapat percepatan penanganan bencana Sumatra di Lanud Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, Ahad (7/12).
Ia mengatakan, setelah gelombang pertama bantuan dari Malaysia sebelumnya diterima, kini gelombang kedua kembali tiba dan sedang didistribusikan ke titik-titik kritis.
Selain itu, Mualem menyebut akan meminta bantuan keahlian dari pihak China untuk membantu proses pencarian korban yang masih hilang.
Sementara itu, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin memberikan klarifikasi terkait rencana masuknya bantuan dari China sebagaimana disebut Mualem. Menurutnya, bantuan tersebut bukan bantuan negara asing, melainkan inisiatif personal dari pihak tertentu di China yang ingin membantu pencarian jenazah.
“Sebetulnya yang dimaksud itu adalah bantuan personal dari China untuk menemukan korban, bukan bantuan asing dari pemerintah negara lain,” kata Sjafrie di Universitas Hasanuddin, Makassar, Selasa (9/12).
Ia menegaskan bahwa seluruh operasi pencarian dan penanggulangan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sepenuhnya berada dalam kendali pemerintah Indonesia.
“Secara keseluruhan penanggulangan bencana ditanggulangi secara mandiri. Pemerintah meyakini bencana ini bisa kita atasi sendiri,” ujarnya.
Sjafrie mengatakan evaluasi menunjukkan bahwa sumber daya nasional masih sangat memadai—mulai dari peralatan angkut darat, laut, udara, logistik, obat-obatan, hingga tenaga medis.
“Kita memiliki kemampuan peralatan dan logistik yang cukup, serta tenaga medis yang sangat membantu,” tegasnya.

Bantuan Internasional Gelombang II dari Malaysia Tiba di Aceh: 3 Ton Obat-Cokelat dan Relawan Medis
Artikel Terkait
Realisasi TKD Aceh untuk Bencana Masih Lambat, Baru Terserap 30,16…
BANDA ACEH, Infoaceh.net — Penyerapan Anggaran Tambahan Transfer ke Daerah (TKD) Provinsi…
Revisi UUPA, Janji Kesejahteraan dan Kebohongan yang Berulang
BANDA ACEH, Infoaceh.net — Berbagai diskusi di ruang publik akhir-akhir ini kembali riuh…
Pemekaran Aceh Raya di Tengah Wacana Greater Banda Aceh
Aceh Besar, Infoaceh.net — Wacana pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Kabupaten…
Ironi Anggaran Bencana Aceh: Rp1,19 Triliun TKD Masih Mengendap,…
BANDA ACEH, Infoaceh.net — Anggaran tambahan Transfer ke Daerah (TKD) untuk penanggulangan…
Kafilah MTQ Aceh Pulang, Pemerintah Aceh Belum Putuskan Bonus
BANDA ACEH, Infoaceh.net — Kafilah Aceh yang mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ)…
Ustaz Masrul Aidi Kritik Seremoni Santunan Anak Yatim: Jangan Jadikan…
Banda Aceh, Infoaceh.net — Pola pemberian santunan kepada anak yatim di Aceh yang masih…
Abdullah Mantan Kepala Inspektorat Aceh Terseret Dugaan Pemalsuan…
BANDA ACEH, Infoaceh.net — Pengangkatan Abdullah sebagai pejabat di lingkungan Inspektorat…
Masyarakat Aceh Siap-siap Banjir Lagi: Oktober-Desember 2026 Curah…
Banda Aceh, Infoaceh.net – Masyarakat di seluruh wilayah Aceh diminta meningkatkan…
Jembatan Permanen Kutablang Bireuen Resmi Dibuka, Akhiri Macet Panjang…
Bireuen, Infoaceh.net – Jembatan baru Krueng Tingkeum yang lebih dikenal sebagai Jembatan…
Aceh Peringkat Empat MTQ Nasional 2026, Raih 99 Poin dan Ukir Prestasi…
SEMARANG, Infoaceh.net — Kafilah Aceh berhasil menempati peringkat keempat pada Musabaqah…
Pemekaran Provinsi Barsela Peluang Pemerataan dan Percepatan…
BANDA ACEH, Infoaceh.net – Pemekaran wilayah Barat Selatan Aceh (Barsela) kembali mencuat…
Aceh Ukir Sejarah Juara 1 Fahmil Qur’an Nasional di MTQN 2026 Semarang
Banda Aceh, Infoaceh.net – Prestasi bersejarah ditorehkan kafilah Aceh pada Musabaqah…

















