Lhokseumawe, Infoaceh.net — Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memantau langsung penanganan bencana di Aceh melalui panggilan video dengan kader dan tim bencana PDIP yang berada di Lhokseumawe, Ahad (11/1), bertepatan dengan pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP di Ancol, Jakarta.
Dalam dialog tersebut, Megawati menanyakan kebutuhan mendesak warga terdampak, selain bantuan logistik seperti makanan dan obat-obatan.
Ketua Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDIP Aceh, Fadli Abdullah, melaporkan hasil peninjauannya ke sejumlah daerah terdampak banjir dan banjir bandang, mulai dari Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara hingga Aceh Tamiang.
Menurutnya, warga saat ini sangat membutuhkan peralatan untuk membersihkan lumpur dan puing.
“Sekarang mereka meminta sekop dan kereta dorong, Bu,” ujar Fadli.
Megawati sempat menanyakan kemungkinan kebutuhan alat lain seperti pacul. Namun Fadli menegaskan, alat yang paling dibutuhkan warga adalah sekop.
“Pacul enggak, Bu. Sekop yang paling dibutuhkan,” katanya.
Saat ditanya jumlah kebutuhan sekop, Fadli menjawab singkat, “Banyak, Bu,” yang sontak mengundang gelak tawa dalam percakapan tersebut.
Fadli menjelaskan, keterbatasan alat membuat sebagian warga terpaksa menyewa alat berat atau ekskavator dengan biaya yang sangat mahal.
“Mereka harus sewa beko Rp900 ribu per jam, Bu. Itu pun hanya bisa membersihkan rumah dan jalan. Karena itu mereka minta alat sederhana supaya bisa kerja gotong royong,” jelasnya.
Megawati juga memantau langsung pengiriman bantuan dan pelayanan kemanusiaan melalui komunikasi video dengan tim yang berada di atas Kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati, yang sedang beroperasi di perairan Lhokseumawe.
Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Kerakyatan DPP PDIP, Sri Rahayu, melaporkan pelayanan kesehatan gratis telah menjangkau lebih dari 800 warga terdampak.
“Hari ini ada lebih dari 800 orang yang melakukan pemeriksaan dan pengobatan, baik orang tua maupun anak-anak,” ujar Sri.
Selain layanan kesehatan, PDIP juga membuka dapur umum serta membagikan bingkisan kepada warga yang menjalani pengobatan.
Megawati kemudian berdialog dengan Kapten Kapal, Hermanto Sinaga, untuk memastikan kesiapan operasional kapal rumah sakit tersebut.
“Kalau masih dibutuhkan di sini, kru kapal siap bertugas, Bu,” jawab Hermanto.
Megawati menekankan pentingnya pendataan kebutuhan medis agar tidak terjadi kekosongan obat-obatan di lapangan.
“Semua harus segera dicatat. Jangan sampai obat-obatan kosong,” tegasnya.
Sri Rahayu juga melaporkan bahwa penyakit yang paling banyak diderita warga pascabencana adalah gatal-gatal, tekanan darah tinggi, sakit mata, dan diare.
Sementara itu, dokter yang bertugas menyebut bayi dan balita menjadi kelompok paling rentan.
“Banyak bayi dan balita mengalami ISPA akibat debu setelah banjir bandang,” ujar dr. Michelle.
Menanggapi laporan tersebut, Megawati menegaskan bahwa faktor waktu menjadi kunci utama dalam penanganan bencana.
“Yang paling dibutuhkan itu kecepatan waktu,” katanya, seraya mengingatkan pengalamannya saat menjabat sebagai Wakil Presiden RI.
Megawati meminta kader di lapangan untuk memanfaatkan komunikasi langsung guna menghimpun seluruh kebutuhan warga secara menyeluruh.
“Selagi berhubungan langsung dengan saya, tanyakan ke warga apa saja kebutuhannya, supaya tidak bolak-balik,” ujarnya.
Di akhir dialog, Megawati juga menaruh perhatian khusus pada pemulihan pendidikan anak-anak korban bencana.
“Insya Allah bisa cepat dilakukan supaya anak-anak bisa kembali bersekolah,” pungkasnya.
Sewa Beko Mahal, Warga Aceh dan Kader PDIP Minta Megawati Kirim Alat Berat dan Sekop Bersihkan Lumpur
Artikel Terkait
PKS Turun ke Simeulue, Kawal Infrastruktur Pulau Terluar hingga ke…
PKS Aceh menunjukkan komitmen serius terhadap percepatan pembangunan wilayah pulau terluar…
Semarak Syiar Al-Qur’an: PKS Aceh Gelar MHQ, Juara Wakili Aceh ke…
“Al-Qur’an adalah sumber nilai dan inspirasi perjuangan. Karena itu, kader PKS dituntut…
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya Sahur Bersama di Dayah MUDI Mesra…
Kedatangan rombongan menteri disambut langsung oleh pimpinan tertinggi dayah, Tgk H…
Ramadhan Bersama Ketua DPRK Banda Aceh, Anak Muda Diajak Tebar Energi…
Lewat acara ini, Irwansyah ingin mengubah anggapan bahwa rumah dinas pejabat itu…
PKS Aceh Gelar Q-IMPACT, Tegaskan Al-Qur’an sebagai Fondasi Kader
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 20–22 Februari 2026, dan dibuka secara resmi…
Kembalinya Sahroni ke Komisi III: Bukti Kekuasaan Masih Berpihak pada…
Pernyataan tersebut berbuntut pemeriksaan etik di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI.…
Habiburokhman Ingatkan Waspada Agenda Terselubung dalam Reformasi…
Ia menambahkan bahwa narasi yang disuarakan kelompok tersebut dinilai berbeda secara…
Sedekah Meugang Prabowo Hangatkan Aceh Utara di Tengah Pemulihan…
Proses memasak dilakukan secara gotong royong menggunakan wajan besar dengan kayu bakar,…
Sebut Ijazah Jokowi “Palsu Tingkat Ekstrem”, Forum…
Moeryono juga turut serta dalam deklarasi akbar Gerakan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat…
Sebut Jokowi “Cuci Tangan”, Gus Falah Ungkap Bukti…
Sebelumnya Jokowi menyatakan setuju dengan usulan mantan Ketua KPK Abraham Samad untuk…
Boyamin Saiman Kritik Jokowi Soal Revisi UU KPK: “Jangan Putar Fakta”
Menurutnya, jika sejak awal pemerintah tidak sepakat terhadap revisi, seharusnya tidak ada…
Pengamat Sebut Jokowi dan Gibran Mainkan “Drama” Politik:…
Erizal menambahkan bahwa berbagai kasus korupsi besar di sektor tambang Pertamina…

















