Ekonomi

TKDN Hulu Migas Aceh Tembus 68,71 Persen, BPMA Lampaui Target Nasional 2025

BANDA ACEH, Infoaceh.net – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) mencatatkan kinerja positif dalam penguatan industri nasional melalui peningkatan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sektor hulu minyak dan gas bumi sepanjang tahun 2025. Realisasi TKDN gabungan pengadaan barang dan jasa hulu migas di Wilayah Kerja BPMA mencapai 68,71 persen, atau setara 116,46 persen dari target minimum TKDN yang ditetapkan.  Nilai tersebut merepresentasikan belanja barang dan jasa dalam negeri sebesar Rp390 miliar dari total nilai kontrak pengadaan sekitar Rp570 miliar. Capaian ini melampaui target minimum BPMA sekaligus melebihi target TKDN nasional tahun 2025 yang ditetapkan pemerintah. Hal tersebut menunjukkan komitmen BPMA dalam mendorong kemandirian industri, memperkuat rantai pasok nasional, serta meningkatkan kontribusi sektor hulu migas terhadap perekonomian daerah dan nasional. Deputi Dukungan Bisnis BPMA Edy Kurniawan menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kolaborasi erat antara BPMA, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), serta para pemangku kepentingan dan pelaku industri dalam negeri. “BPMA menerapkan pengawasan yang konsisten, pendampingan teknis, serta evaluasi berkala agar implementasi TKDN berjalan efektif dan memberikan dampak nyata,” ujarnya, Sabtu (10/1). Menurut Edy, optimalisasi penggunaan produk dan jasa dalam negeri telah memberikan efek berganda bagi industri pendukung, UMKM, serta peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal di Aceh. Sementara Kepala Divisi Pengelolaan Aset dan Rantai Suplai BPMA Iskandar Muda menegaskan pemanfaatan produk, jasa, dan sumber daya manusia lokal terus didorong di seluruh tahapan kegiatan hulu migas, mulai dari perencanaan, proses pengadaan, hingga operasi lapangan. Untuk mendukung peningkatan kapasitas nasional, BPMA bersama KKKS secara rutin menjalankan program penilaian kinerja rantai suplai, audit kepatuhan, kegiatan Vendor Day, serta self-assessment kemampuan manufaktur dalam negeri dan kerja sama lintas pemangku kepentingan. Adapun rencana target TKDN sektor hulu migas pada tahun 2026 telah disimulasikan berada pada kisaran 60 hingga 63 persen, meski masih memerlukan evaluasi lanjutan, khususnya untuk pengadaan dengan kebutuhan teknologi dan spesifikasi tinggi. BPMA optimistis tren peningkatan TKDN akan terus berlanjut pada tahun 2026 melalui penguatan koordinasi dengan KKKS, Kementerian ESDM, Kementerian Perindustrian serta pelaku usaha nasional, guna mendorong penggunaan produk dalam negeri secara berkelanjutan dan memperkuat struktur industri nasional. image_print

Baca Juga:  RAPBA 2027 Diusulkan Rp10,37 Triliun, Pemulihan Pascabencana Jadi Prioritas
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait