Umum

Gubernur Mualem Kembali Tambah Jubir, Kini Sudah Tiga Orang

Banda Aceh, Infoaceh.net – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem kembali menambah jumlah juru bicara (jubir) Pemerintah Aceh.

Dengan penunjukan terbaru ini, total jubir yang membantu komunikasi publik pemerintah Aceh kini menjadi tiga orang.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Sebelumnya, dua nama telah lebih dulu menjalankan fungsi jubir, yakni Teuku Kamaruzzamam yang dikenal dengan sapaan Ampon Man, serta Muhammad MTA.

Kini, Mualem menunjuk Nurlis Effendi sebagai jubir tambahan untuk memperkuat penyampaian informasi kepada publik.

Penunjukan Nurlis Effendi dikonfirmasi langsung olehnya. “Iya, benar,” ujar Nurlis dalam keterangan tertulis di Banda Aceh, Selasa (14/4/2024).

Menurut Nurlis, proses penunjukan tersebut disampaikan melalui koordinasi internal pemerintah. Ia mengaku dipanggil oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M Nasir Syamaun bersama Ampon Man untuk menerima arahan terkait tugas barunya.

“Kemarin saya dipanggil Sekda dan Ampon Man, dan menyampaikannya. Selanjutnya saya akan berkoordinasi dengan Ampon Man dalam setiap pekerjaan jubir,” kata Nurlis.

Usai menerima penugasan, Nurlis juga langsung melaporkan kepada Gubernur Mualem melalui sambungan telepon.

Baca Juga:  Pulihkan Mental Personel, Polda Aceh Hadirkan Rueng Seumangat Presisi

Dalam komunikasi tersebut, ia mengaku mendapat instruksi untuk segera aktif berkantor dan menjalankan fungsi sebagai jubir pemerintah.

Tak hanya itu, Nurlis juga melapor kepada Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau yang dikenal Dek Fad. Dari wakil gubernur, ia juga memperoleh arahan serupa agar segera bekerja dan memperkuat komunikasi publik Pemerintah Aceh.

Penunjukan Nurlis Effendi menambah warna dalam struktur komunikasi Pemerintah Aceh. Ia dikenal sebagai politisi dari Partai Aceh dan saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai lokal tersebut.

Selain aktif di dunia politik, Nurlis juga memiliki latar belakang akademisi. Ia pernah mengajar di sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Abulyatama. Pengalamannya sebagai mantan jurnalis, turut memperkaya kapasitasnya dalam bidang komunikasi publik.

Di luar itu, Nurlis juga dikenal sebagai tenaga ahli di berbagai lembaga, termasuk di lingkungan DPR Aceh. Ia juga masih berprofesi sebagai pengacara (lawyer) dan memiliki jejaring yang luas, termasuk dengan kalangan aparat penegak hukum.

Baca Juga:  Konflik HGU Memanas, Massa Bakar Kantor dan Alat Berat PT Bumi Flora di Aceh Timur

Bahkan, Nurlis disebut-sebut pernah menjadi staf ahli Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, yang menunjukkan kedekatannya dengan institusi kepolisian.

Penambahan jumlah jubir pemerintah Aceh yang kini menjadi tiga orang memunculkan perhatian publik terkait efektivitas dan koordinasi komunikasi Pemerintah Aceh.

Di satu sisi, langkah ini dapat dipandang sebagai upaya memperkuat diseminasi informasi dan respons terhadap isu-isu strategis yang berkembang di masyarakat.

Namun di sisi lain, keberadaan lebih dari satu jubir juga berpotensi menimbulkan tumpang tindih peran jika tidak diatur dengan pembagian tugas yang jelas.

Konsistensi pesan, kecepatan respons, serta satu suara dalam komunikasi publik menjadi tantangan yang harus dijawab oleh tim jubir di bawah kepemimpinan Mualem.

Dengan latar belakang Nurlis yang kuat di bidang media, akademik, dan politik, publik kini menanti bagaimana formasi tiga jubir ini akan bekerja dalam menyampaikan kebijakan, merespons kritik, serta membangun citra Pemerintah Aceh ke depan.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait