Ekonomi

BPKS Dorong Pengelolaan Bersama TWA Tugu Kilometer Nol Sabang Secara Profesional

Sabang, Infoaceh.net – Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) bersama Pemerintah Kota Sabang dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang kerja sama pengelolaan bersama Taman Wisata Alam (TWA) Tugu Kilometer Nol Kota Sabang, Jum’at (8/5).

Penandatanganan yang berlangsung di aula Kantor Wali Kota Sabang tersebut dilakukan oleh BPKS yang diwakili Deputi Komersial dan Investasi Teuku Ardiansyah, Pemerintah Kota Sabang diwakili Wakil Wali Kota Sabang Suradji Junus, serta BKSDA diwakili Kepala BKSDA Aceh Ujang Wisnu Barata SHut MSc MSi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota Komisi IV DPR RI TA Khalid beserta rombongan, Kepala BPKS Iskandar Zulkarnaen, Direktur Jenderal KSDAE Setiawan Pudyatmoko, Direktur Perencanaan Konservasi Dr Ir Amy Nurwati MM, Sekretaris Daerah Kota Sabang Andri Norman dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh Dr A Hanan MP para tamu undangan lainnya.

Baca Juga:  Setoran Awal Rp1.000 Sudah Bisa Punya Rekening BSI, Bebas Biaya Administrasi Bulanan

Kepala BPKS Iskandar Zulkarnaen menyampaikan kawasan Tugu KM Nol merupakan ikon nasional sekaligus salah satu destinasi strategis pariwisata di ujung barat Indonesia yang harus dikelola secara profesional, tertib dan berkelanjutan.

Menurutnya, kawasan seluas 1,2 hektare tersebut dibangun oleh BPKS dan ke depan akan dikelola secara bersama antara BPKS, Pemerintah Kota Sabang, dan BKSDA agar pengelolaan kawasan wisata menjadi lebih baik dan memberi kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung.

“Dengan pengelolaan bersama ini, kita berharap kawasan KM Nol dapat tertata dengan baik sehingga masyarakat dan wisatawan yang datang merasa nyaman dan puas,” ujar Iskandar.

Ia juga menegaskan pengembangan kawasan KM Nol telah masuk dalam Rencana Strategis BPKS Tahun 2025–2029 sebagai kawasan prioritas pengembangan pariwisata dan ekonomi kawasan.

Selain itu, Iskandar turut mendorong ketiga pihak untuk segera menyusun program pengembangan jangka pendek, menengah, dan panjang agar pengelolaan kawasan wisata KM Nol dapat berjalan terarah, berkelanjutan, dan memberi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Kota Sabang.

Baca Juga:  Wagub Apresiasi FKPA, Dorong Perempuan Aceh Perkuat UMKM dan Ekonomi Kreatif 

Melalui kerja sama tersebut, BPKS berharap sinergi lintas lembaga dapat terus diperkuat guna mendukung pengembangan sektor pariwisata, peningkatan investasi, pembukaan lapangan kerja, serta penguatan ekonomi masyarakat di Kota Sabang.

Ke depan, kawasan ini direncanakan dikembangkan melalui berbagai program pemanfaatan aset pemerintah dan pengembangan bisnis kawasan yang produktif.

Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara, membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung pertumbuhan usaha masyarakat di kawasan wisata KM Nol.

Kerja sama ini juga disebut sejalan dengan program Presiden RI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, penguatan sektor pariwisata nasional, serta pemberdayaan masyarakat.

Di akhir kegiatan, seluruh pihak menyampaikan komitmen untuk terus memperkuat kolaborasi demi mendukung kemajuan Kota Sabang sebagai destinasi wisata unggulan

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait