Banda Aceh, Infoaceh.net — Sosok Ramlah Sali Binti Sali menjadi perhatian dalam keberangkatan jamaah haji Aceh 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Perempuan asal Kota Langsa itu tercatat sebagai jamaah haji tertua se-Aceh dengan usia mencapai 101 tahun.
Ramlah tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 4 Embarkasi Haji Aceh yang mulai masuk Asrama Haji Aceh pada Jum’at (8/5/2026).
Bersama ratusan jamaah lainnya, ia dijadwalkan berangkat menuju Tanah Suci melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, pada Sabtu (9/5/2026) pukul 04.40 WIB.
Meski telah berusia lebih dari satu abad, kondisi Ramlah disebut masih cukup sehat dan aktif menjalani aktivitas sehari-hari. Bahkan, ia masih mampu memasak dan menyapu sendiri di rumahnya.
Keberangkatan nenek Ramlah pun menjadi inspirasi bagi banyak calon jamaah lainnya. Dengan didampingi putranya yang berusia 58 tahun, Ramlah tampak tenang dan penuh semangat menjalani rangkaian proses keberangkatan haji.
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Arijal, mengatakan pihaknya memberikan perhatian khusus terhadap pelayanan jamaah lanjut usia, terutama kepada Ramlah sebagai jamaah tertua asal Aceh tahun ini.
“Seluruh proses layanan untuk Ibu Ramlah telah dipastikan berjalan dengan baik, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pembagian gelang identitas, dokumen paspor, living cost Baitul Asyi, hingga kartu Nusuk,” ujar Arijal.
Menurutnya, pihak PPIH memastikan jamaah lansia mendapatkan pendampingan maksimal agar dapat menjalankan ibadah haji dengan aman dan nyaman selama berada di Tanah Suci.
Kloter 4 Embarkasi Aceh sendiri terdiri atas jamaah dari sejumlah kabupaten/kota di Aceh. Rinciannya, jamaah asal Kota Langsa sebanyak 197 orang, Banda Aceh 185 orang, Bireuen 2 orang, Aceh Besar 1 orang, Lhokseumawe 1 orang, dan Sabang 1 orang.
Selain itu, terdapat petugas PPIH sebanyak 4 orang dan Petugas Haji Daerah (PHD) sebanyak 2 orang.
Sementara itu, jamaah termuda pada Kloter 4 adalah Muhamad Abiyu Caisar Ramadhan yang berusia 18 tahun dan berasal dari Banda Aceh.
Perbedaan usia yang sangat jauh antara jamaah termuda dan tertua di Kloter 4 menjadi gambaran bahwa ibadah haji dapat menyatukan berbagai generasi dalam satu perjalanan spiritual menuju Tanah Suci.
Keberangkatan Ramlah Sali di usia 101 tahun juga menjadi bukti semangat dan tekad kuat seorang muslimah untuk menunaikan rukun Islam kelima. Banyak jamaah dan keluarga yang hadir di Asrama Haji turut memberikan doa agar Ramlah selalu diberi kesehatan dan kelancaran selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji di Arab Saudi.
Suasana haru dan penuh kekeluargaan tampak menyelimuti proses penerimaan jamaah di Asrama Haji Aceh.
Para keluarga yang mengantar terlihat silih berganti memberikan pelukan dan doa kepada calon tamu Allah sebelum diberangkatkan menuju Tanah Suci.
PPIH Embarkasi Aceh juga terus mengingatkan seluruh jamaah agar menjaga kondisi kesehatan, mengatur pola istirahat, serta mematuhi arahan petugas selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah haji.
Dengan pelayanan yang terus ditingkatkan, diharapkan seluruh jamaah Aceh dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.

















