Ekonomi

ISG Group dan PT PEMA Bangun Pabrik Baja Ringan di KIA Ladong

● Siap Serap Tenaga Kerja Lokal

Banda Aceh, Infoaceh.net — PT Indo Surya Gavalum (ISG) Group melalui anak usahanya, PT Aceh Global Steel, resmi menjalin kerja sama strategis dengan Badan Usaha Milik Aceh (BUMA), PT Pembangunan Aceh (PEMA), untuk membangun pabrik industri baja ringan di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Kabupaten Aceh Besar.

Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut menjadi langkah awal pengembangan industri manufaktur baja ringan di Aceh sekaligus memperkuat sektor industri daerah yang selama ini masih sangat bergantung pada pasokan dari luar provinsi.

Pembangunan pabrik ini dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan material konstruksi di Aceh, terutama pasca bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah pada akhir tahun lalu.

Direktur Utama PT Aceh Global Steel, Irwansyah Putra, mengatakan permintaan terhadap produk baja ringan di Aceh saat ini mengalami peningkatan signifikan, baik untuk kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana maupun pembangunan sektor perumahan secara umum.

“Permintaan baja ringan terus meningkat. Kebutuhan untuk pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) pascabencana sangat besar, ditambah lagi dengan kebutuhan pembangunan perumahan komersial dan residensial yang terus berkembang,” ujar Irwansyah dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).

Baca Juga:  Tol Padang Tiji-Seulimeum Menunggu Sertifikat Laik Operasi, Sibanceh Segera Tersambung Penuh

Direktur Pengembangan Bisnis PT PEMA, Faisal Ilyas, menyebutkan kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong tumbuhnya industri strategis di Aceh sekaligus memperkuat ekosistem investasi di Kawasan Industri Aceh.

Menurutnya, keberadaan pabrik baja ringan di KIA Ladong akan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah karena mampu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan bahan bangunan dari luar Aceh.

“Kehadiran industri ini diharapkan dapat memperkuat rantai pasok material konstruksi di Aceh sekaligus meningkatkan daya saing industri lokal,” kata Faisal.

Irwansyah menambahkan, pembangunan pabrik di KIA Ladong juga diharapkan dapat memangkas biaya distribusi sehingga masyarakat Aceh dapat memperoleh produk baja ringan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.

“Kami hadir untuk memberikan solusi nyata bagi masyarakat Aceh, yaitu memastikan ketersediaan material konstruksi secara berkelanjutan dengan harga yang kompetitif dan lebih ekonomis,” ujarnya.

Selain fokus pada penyediaan material konstruksi, investasi ISG Group di Aceh juga membawa misi sosial dan ekonomi yang lebih luas. Perusahaan berkomitmen melibatkan sumber daya lokal, termasuk kalangan akademisi, dalam pengembangan industri tersebut.

Baca Juga:  Saree Kembali Ramai Setelah Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup

Kehadiran pabrik manufaktur ini diyakini akan menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah, mulai dari terbukanya lapangan kerja baru, tumbuhnya sektor pendukung industri, hingga meningkatnya minat investasi di Aceh.

“Kehadiran kami di Aceh bukan semata-mata untuk membantu ketersediaan bahan baku. Kami juga berkomitmen mendukung Pemerintah Aceh dalam menciptakan lapangan kerja bagi generasi muda dan menjadi pemantik pertumbuhan ekonomi melalui sektor industri. Insya Allah pabrik ini akan mulai berdiri pada akhir 2026,” pungkas Irwansyah optimistis.

PT Indo Surya Gavalum (ISG) Group sendiri merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang material bangunan berkualitas tinggi dengan fokus pada penyediaan produk baja ringan yang inovatif, kokoh, dan terpercaya guna mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Dengan hadirnya investasi baru di Kawasan Industri Aceh Ladong, diharapkan Aceh tidak hanya menjadi pasar konsumsi, tetapi juga mampu tumbuh sebagai basis industri manufaktur yang berdaya saing di tingkat nasional.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait