Banda Aceh, Infoaceh.net – Proses pemulangan seluruh jamaah haji asal Aceh musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi resmi tuntas dengan tibanya Kelompok Terbang (Kloter) 14 Debarkasi Aceh (BTJ) di Asrama Haji Aceh, Banda Aceh, Selasa (30/6/2026).
Di balik suksesnya penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, sebanyak 19 jamaah haji asal Aceh dilaporkan wafat, baik di Tanah Suci maupun dalam pesawat saat proses pemulangan kembali ke Tanah Air.
Kloter terakhir disambut langsung Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak.
Ia menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian operasional Embarkasi dan Debarkasi Aceh berjalan dengan lancar, mulai dari pemberangkatan hingga pemulangan lebih dari 5.000 jamaah haji asal Aceh.
“Dengan membacakan Alhamdulillahirabbil’alamin, Embarkasi Aceh telah tuntas menunaikan tanggung jawab untuk menjaga, melepas, dan menerima jamaah haji Aceh sebanyak 5.000 orang lebih,” ujar Dahnil.
Ia mengapresiasi dedikasi seluruh petugas haji di Aceh yang dinilai mampu memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah selama penyelenggaraan ibadah haji.
“Di Aceh bagus ya. Aceh itu selain istimewa, jamaah hajinya juga istimewa. Karena ini Serambi Mekkah. Pelayanan teman-teman di asrama, di Kakanwil, juga jauh lebih baik. Banyak perubahan-perubahan mendasar juga ikut dilakukan di Aceh,” katanya.
Menurut Dahnil, peningkatan kualitas pelayanan tersebut harus terus dipertahankan dan menjadi modal untuk meningkatkan penyelenggaraan ibadah haji pada tahun-tahun mendatang.
Meski operasional haji berakhir dengan lancar, Dahnil turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya 19 jamaah haji Aceh selama musim haji tahun ini.
“Dan tentu kami turut berdukacita terhadap jamaah haji yang wafat, baik di Tanah Suci maupun yang di Tanah Air, yang jumlahnya ada sekitar 19 orang. Mudah-mudahan beliau-beliau semuanya, almarhum dan almarhumah, husnulkhatimah,” tuturnya.
Berdasarkan data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, jamaah terakhir yang meninggal dunia adalah Mardani Asya Adam (61), jamaah Kloter 14 asal Kabupaten Bener Meriah.
Almarhum wafat di King Abdul Aziz Hospital, Makkah, pada 29 Juni 2026 akibat Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS). Kepergian Mardani menambah jumlah jamaah haji Aceh yang wafat menjadi 19 orang.
Dengan tibanya Kloter 14 sebagai kelompok terbang terakhir, seluruh operasional penyelenggaraan ibadah haji Embarkasi dan Debarkasi Aceh tahun 2026 resmi ditutup.
Pemerintah berharap seluruh jamaah yang telah kembali ke daerah masing-masing memperoleh predikat haji mabrur, sementara bagi jamaah yang wafat semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah mereka dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.

















