Umum

Nasir Djamil Desak Pemerintah Aceh Hadir di Yogyakarta, Mahasiswa Butuh Pusat Layanan

Yogyakarta, Infoaceh.net – Ratusan mahasiswa Aceh yang menempuh pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta dinilai membutuhkan perhatian yang lebih serius dari Pemerintah Aceh.

Menyikapi kondisi tersebut, Anggota Komisi III DPR RI, M. Nasir Djamil, mendorong Pemerintah Aceh segera mempertimbangkan pembentukan kantor penghubung di Kota Yogyakarta sebagai pusat pelayanan dan pembinaan mahasiswa Aceh di perantauan.

Gagasan itu disampaikan Nasir Djamil saat mengunjungi Asrama Mahasiswa Aceh Meurapi Duwa, Sabtu (18/7/2026).

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu berdialog langsung dengan mahasiswa untuk mendengarkan berbagai persoalan yang mereka hadapi selama menempuh pendidikan.

Menurut Nasir, Yogyakarta sejak lama menjadi salah satu destinasi utama mahasiswa Aceh untuk melanjutkan studi.

Namun hingga kini, belum tersedia fasilitas resmi yang mampu menjadi pusat koordinasi, pelayanan, maupun komunikasi antara Pemerintah Aceh dengan mahasiswa yang berada di kota tersebut.

“Kantor penghubung bukan sekadar kantor administrasi, tetapi dapat menjadi pusat pelayanan, pembinaan, pengembangan sumber daya manusia, sekaligus ruang berkumpul bagi mahasiswa Aceh untuk mengembangkan potensi akademik, sosial, dan budaya,” kata Nasir.

Ia menilai keberadaan kantor penghubung juga akan mempermudah pemerintah dalam membangun komunikasi dengan mahasiswa, termasuk memberikan pendampingan terhadap berbagai program pendidikan, pengembangan kepemimpinan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

Dalam dialog tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah harapan kepada pemerintah daerah.

Selain meminta perhatian terhadap keberlangsungan asrama, mereka juga berharap adanya dukungan yang lebih nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Aceh melalui berbagai program pembinaan, pelatihan, serta pengembangan kapasitas generasi muda.

Nasir mengingatkan bahwa mahasiswa merupakan investasi jangka panjang bagi Aceh. Karena itu, ia mengajak seluruh mahasiswa memanfaatkan masa kuliah untuk meningkatkan kompetensi, memperluas jejaring, aktif dalam organisasi, serta menjaga nama baik daerah selama berada di perantauan.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga solidaritas di antara mahasiswa Aceh tanpa membedakan asal kabupaten maupun kota. Menurutnya, persatuan akan menjadi modal besar dalam melahirkan gagasan-gagasan yang mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan Aceh di masa depan.

Selain menyerap aspirasi, Nasir memberikan apresiasi terhadap keberadaan Asrama Mahasiswa Aceh Meurapi Duwa yang selama ini menjadi tempat berkumpul, berdiskusi, sekaligus menjaga nilai-nilai budaya Aceh di tengah kehidupan mahasiswa di Yogyakarta.

Kunjungan tersebut ditutup dengan diskusi terbuka, sesi foto bersama, serta komitmen untuk terus membangun komunikasi antara wakil rakyat dan mahasiswa Aceh sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia Aceh.

image_print

Artikel Terkait