Aceh Besar, Infoaceh.net – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi 2026 Universitas Syiah Kuala (USK) menghadirkan suasana belajar yang berbeda di SD Negeri Seumet, Desa Ulee Lhat, Kecamatan Montasik, Aceh Besar.
Selama beberapa hari, para siswa mengikuti beragam aktivitas edukatif yang dikemas secara interaktif untuk menumbuhkan minat baca sekaligus mengasah kreativitas.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program KKN yang berlangsung sejak 7 Juli hingga 5 Agustus 2026.
Melalui pendekatan belajar yang menyenangkan, mahasiswa berupaya menanamkan budaya literasi sejak usia dini agar membaca menjadi kebiasaan, bukan sekadar tuntutan di ruang kelas.
Ketua Kelompok KKN Ulee Lhat, Hafiz Pratama Putra, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar siswa dapat belajar melalui pengalaman langsung. Menurutnya, metode tersebut mampu membuat anak-anak lebih mudah memahami materi sekaligus menikmati proses belajar.
Salah satu agenda yang paling diminati adalah pembuatan kincir angin sederhana setelah siswa membaca buku Kita Benda Berputar.
Konsep Project Based Learning diterapkan agar peserta didik tidak hanya memahami isi bacaan, tetapi juga mampu menghubungkan teori dengan praktik.
Selain itu, mahasiswa menggelar kegiatan Read Aloud untuk meningkatkan kemampuan menyimak, mewarnai bagi siswa kelas I, meresensi buku bersama siswa kelas III, menyusun Pohon Literasi bersama siswa kelas IV, serta membuat Pohon Impian bertema “Ketika Aku Besar Nanti” bagi siswa kelas VI sebagai media mengekspresikan cita-cita mereka.
Anisatul Janah, salah seorang anggota kelompok KKN, mengungkapkan antusiasme siswa menjadi pengalaman yang paling berkesan.
Banyak anak menuliskan impian menjadi dokter, guru hingga presiden, menunjukkan semangat mereka untuk meraih masa depan.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai metode pembelajaran yang diterapkan mampu meningkatkan keberanian siswa dalam berpendapat, memperkuat kerja sama, serta membangkitkan minat membaca.
Mahasiswa berharap semangat literasi yang telah ditanamkan selama program berlangsung dapat terus dipelihara sekolah sehingga menjadi budaya positif bagi generasi muda di Desa Ulee Lhat.

















