Banda Aceh, Infoaceh.net — Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Model Banda Aceh menggelar aneka perlombaan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Jum’at dan Sabtu, 14-15 Agustus 2026, tersebut dipusatkan di kompleks MTsN 1 Model Banda Aceh, Jalan Pocut Baren, Kampung Keuramat, Kota Banda Aceh.
Pembukaan kegiatan dilaksanakan Jum’at pagi, 14 Agustus 2026, oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kota Banda Aceh, Salman Arifin didampingi Kepala MTsN 1 Model Banda Aceh, Dr Hj Ummiyani SAg MPd.
Turut hadir para wakil kepala madrasah, dewan guru, perwakilan Komite Madrasah, panitia pelaksana serta ratusan siswa yang mengikuti berbagai perlombaan.
Dalam sambutannya, Kakan Kemenag Kota Banda Aceh, Salman Arifin, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI yang dilaksanakan MTsN 1 Model Banda Aceh.
Menurutnya, peringatan kemerdekaan di lingkungan madrasah hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial dan perlombaan semata, tetapi juga menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme, persatuan, kebersamaan dan semangat perjuangan kepada generasi muda.
Ia mengatakan, para siswa merupakan generasi penerus bangsa yang memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan melalui pendidikan, prestasi dan pengabdian kepada masyarakat.
“Semangat kemerdekaan harus kita tanamkan kepada anak-anak sejak dini. Kemerdekaan bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus diisi dengan kegiatan-kegiatan positif, prestasi, belajar dengan sungguh-sungguh dan membangun persatuan,” ujar Salman dalam sambutannya.
Salman juga menekankan pentingnya menjadikan lingkungan madrasah sebagai tempat pembentukan karakter peserta didik.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga bagaimana siswa memiliki akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab serta mampu menghargai orang lain.
Ia berharap berbagai perlombaan yang digelar dapat menjadi media bagi siswa untuk belajar tentang sportivitas dan kerja sama.
“Yang paling penting bukan hanya siapa yang menjadi juara. Tetapi bagaimana anak-anak kita belajar berkompetisi secara sehat, menghargai teman, bekerja sama dan menerima kemenangan maupun kekalahan dengan baik,” katanya.
Salman juga memberikan apresiasi kepada kepala madrasah, para guru, panitia dan seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan menggabungkan unsur pendidikan, kreativitas, budaya dan pembentukan karakter siswa.
Kepala MTsN 1 Model Banda Aceh, Dr Hj Ummiyani SAg MPd mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya madrasah untuk mengisi momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan kegiatan yang edukatif, kreatif dan menyenangkan bagi siswa maupun guru.
Menurut Ummiyani, kegiatan perlombaan sengaja dirancang dengan berbagai jenis permainan agar seluruh siswa dapat terlibat sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing.
“Kegiatan ini kita laksanakan untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus memberikan ruang kepada anak-anak untuk berekspresi, berkreasi, membangun kekompakan dan belajar sportivitas,” ujar Ummiyani.
Ia menambahkan, suasana peringatan kemerdekaan di madrasah diharapkan dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi para siswa.
Menurutnya, pengalaman tersebut penting dalam membangun rasa cinta terhadap madrasah sekaligus memperkuat hubungan antarsiswa, guru dan seluruh keluarga besar MTsN 1 Model Banda Aceh.
“Kita ingin anak-anak merasakan bahwa madrasah bukan hanya tempat belajar di dalam kelas. Ada banyak kegiatan positif yang dapat membentuk karakter, kreativitas dan kebersamaan mereka,” katanya.
Ummiyani juga menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan tidak hanya melibatkan siswa. Para guru turut berpartisipasi dalam sejumlah perlombaan yang mengangkat kearifan lokal Aceh.
“Kita juga mengikutsertakan guru dalam lomba anyaman rotan dan toet apam. Ini bagian dari upaya kita untuk melestarikan tradisi dan budaya Aceh agar tetap dikenal oleh generasi muda,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana memperkenalkan kembali berbagai tradisi lokal kepada siswa dengan cara yang menyenangkan.
Menurutnya, generasi muda perlu mengenal budaya daerah sebagai bagian dari identitas dan kekayaan bangsa Indonesia.
“Jangan sampai anak-anak kita hanya mengenal budaya dari luar, sementara budaya sendiri mulai dilupakan. Karena itu, kegiatan seperti anyaman rotan dan Toet Apam juga menjadi bagian dari pendidikan budaya,” ujarnya.
Ummiyani juga menyampaikan terima kasih kepada Kakan Kemenag Kota Banda Aceh yang telah hadir dan membuka secara langsung kegiatan tersebut.
Apresiasi juga disampaikan kepada Komite Madrasah, para guru, panitia dan seluruh siswa yang telah ikut menyukseskan kegiatan.
Perwakilan Komite Madrasah, Sudirman Yahya, dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk membangun hubungan yang semakin erat antara madrasah, siswa, guru dan komite.
Ketua panitia pelaksana, Reza Fahlevi SPd mengatakan kegiatan perlombaan dilaksanakan selama dua hari, yakni Jum’at dan Sabtu, 14-15 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, terdapat enam jenis perlombaan yang diperuntukkan bagi siswa, yaitu tarik tambang, lomba poster digital, jebakan beruang, lomba membaca UUD 1945, yel-yel per kelas dan The Floor Is Lava.
Berbagai jenis perlombaan tersebut dipilih dengan mempertimbangkan unsur kreativitas, ketangkasan, keberanian, kekompakan serta edukasi.
Tarik tambang, misalnya, mengedepankan kekuatan dan kerja sama tim. Setiap kelompok harus mampu bekerja bersama untuk mencapai kemenangan.
Sementara lomba poster digital menjadi wadah bagi siswa yang memiliki kemampuan dan kreativitas di bidang teknologi serta desain visual.
Melalui perlombaan tersebut, siswa dapat menyampaikan pesan-pesan kemerdekaan dalam bentuk karya digital.
Lomba membaca UUD 1945 juga menjadi salah satu kegiatan yang memiliki nilai edukatif. Siswa diajak untuk lebih mengenal konstitusi sekaligus melatih kemampuan membaca dengan baik dan percaya diri.
Adapun yel-yel per kelas menjadi ajang bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas sekaligus kekompakan masing-masing kelas.
Selain itu, permainan jebakan beruang dan The Floor Is Lava turut menambah kemeriahan kegiatan. Permainan tersebut dirancang untuk membangun kerja sama, ketangkasan dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan tantangan.
Tidak hanya siswa, para guru juga ikut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan HUT Kemerdekaan RI.
Dua perlombaan khusus guru yang disiapkan panitia adalah Anyaman Rotan dan To’et Apam.
Kedua lomba tersebut memiliki nilai budaya yang kuat karena berkaitan dengan tradisi masyarakat Aceh. Dengan demikian, peringatan kemerdekaan tidak hanya menghadirkan suasana hiburan, tetapi sekaligus menjadi momentum pelestarian budaya lokal.
Rangkaian perlombaan berlangsung dengan suasana penuh antusiasme. Ratusan siswa tampak mengikuti kegiatan dengan semangat dan memberikan dukungan kepada teman-teman mereka yang bertanding.
Suasana kompetisi juga terlihat antarkelas. Namun, panitia tetap mengingatkan seluruh peserta agar mengedepankan sportivitas dan menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Bagi MTsN 1 Model Banda Aceh, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum penting untuk menanamkan semangat nasionalisme kepada peserta didik melalui kegiatan yang dekat dengan dunia mereka.
Melalui aneka perlombaan tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga belajar tentang arti kerja sama, persatuan, keberanian, tanggung jawab, kreativitas dan sportivitas.
Sementara keterlibatan guru dalam perlombaan tradisional menjadi pesan tersendiri bahwa pelestarian budaya Aceh dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan di lingkungan pendidikan.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut diharapkan semakin memperkuat rasa kebersamaan keluarga besar MTsN 1 Model Banda Aceh sekaligus menjadi bagian dari upaya madrasah menciptakan lingkungan pendidikan yang aktif, kreatif dan berkarakter.
Dengan semangat kemerdekaan, seluruh keluarga besar MTsN 1 Model Banda Aceh diharapkan terus bergerak bersama untuk meningkatkan prestasi madrasah, memperkuat persatuan serta membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki akhlak, kreativitas, kepedulian sosial dan kecintaan terhadap budaya bangsa.

















