BANDA ACEH, Infoaceh.net — Menuntut ilmu agama bukan sekadar pilihan, tetapi merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Ilmu menjadi bekal penting agar seseorang mampu menjalankan ibadah dengan benar, membedakan antara kebenaran dan kesesatan serta menjalani kehidupan sesuai tuntunan Islam.
Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUIMI) Provinsi Aceh, Ustaz Dr Muhammad Yusran Hadi Lc MA dalam khutbah Jumat di Masjid Syuhada Lamgugob, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Jum’at (11/9/2026).
Dalam khutbahnya, Ustaz Yusran menegaskan kewajiban menuntut ilmu agama memiliki dasar dari Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surat At-Taubah ayat 122 yang memerintahkan sebagian umat Islam untuk memperdalam pengetahuan agama dan memberikan peringatan kepada masyarakatnya.
Menurut Ustaz Yusran, ayat tersebut menunjukkan bahwa mempelajari agama memiliki kedudukan yang sangat penting. Tidak semua umat Islam harus melakukan aktivitas yang sama, karena sebagian di antaranya memiliki tanggung jawab untuk mendalami ilmu agama dan mengajarkannya kepada masyarakat.
Selain Al-Qur’an, ia juga mengutip hadits Rasulullah SAW yang menjelaskan kewajiban menuntut ilmu bagi setiap Muslim.
“Menuntut ilmu agama itu hukumnya wajib bagi setiap Muslim berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah,” tegasnya.
Ustaz Yusran menjelaskan, kewajiban menuntut ilmu terbagi menjadi wajib ‘ain dan wajib kifayah.
Ilmu yang bersifat wajib ‘ain adalah ilmu yang harus dipelajari oleh setiap individu Muslim. Di antaranya ilmu tauhid, aqidah, fikih, akhlak dan tajwid.
Ia menjelaskan, seorang Muslim harus memahami tauhid agar dapat mengesakan Allah SWT dengan benar dan mengetahui perkara yang dapat membatalkan tauhid.
Begitu pula ilmu aqidah diperlukan agar umat memiliki keyakinan yang benar dan tidak mudah terjerumus ke dalam berbagai pemahaman yang bertentangan dengan prinsip aqidah yang diyakini.
Sementara ilmu fikih diperlukan agar umat mengetahui tata cara ibadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
“Tanpa ilmu, maka ibadahnya tidak diterima. Ibadah yang dilakukan tidak sesuai dengan petunjuk Nabi SAW maka tidak akan diterima,” katanya.
Karena itu, kata dia, seorang Muslim harus memahami syarat, rukun dan tata cara ibadah yang dilakukannya.
Ustaz Yusran juga mengingatkan pentingnya ilmu akhlak. Menurutnya, seorang Muslim perlu mengetahui akhlak yang terpuji untuk diamalkan dan akhlak tercela yang harus ditinggalkan.
Sedangkan ilmu tajwid diperlukan agar umat dapat membaca Al-Qur’an secara benar. Kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik menjadi bagian penting agar pesan dan kandungan kitab suci dapat dipahami serta diamalkan.
Selain ilmu agama yang wajib dipelajari setiap individu, terdapat pula ilmu yang hukumnya fardhu kifayah.
Ustaz Yusran menyebut ilmu bahasa Arab, ushul fikih, ulumul tafsir dan ulumul hadis sebagai contoh ilmu agama yang masuk dalam kategori tersebut.
Begitu pula ilmu dunia yang dibutuhkan masyarakat, seperti kedokteran, matematika, biologi dan teknologi.
“Jika dipelajari oleh sebagian orang, maka sebagian lainnya terbebas dosa. Namun jika tidak ada seorang pun dalam suatu kampung yang mempelajarinya, maka semua orang dalam kampung tersebut berdosa,” jelasnya.
Menurutnya, pembagian tersebut menunjukkan bahwa Islam memberikan perhatian besar terhadap ilmu pengetahuan. Masyarakat membutuhkan orang-orang yang memiliki keahlian di berbagai bidang agar kebutuhan umat dapat terpenuhi.
Delapan Keutamaan Menuntut Ilmu
Dalam khutbah tersebut, Ustaz Yusran juga memaparkan sejumlah keutamaan yang diberikan Allah SWT kepada orang yang menuntut ilmu.
Pertama, ilmu merupakan perkara yang diperintahkan Allah SWT untuk ditambah. Hal itu sebagaimana doa yang disebutkan dalam Surat Thaha ayat 114 agar Allah menambahkan ilmu.
Kedua, orang yang berilmu tidak sama dengan orang yang tidak berilmu. Dengan ilmu, seseorang dapat memahami mana yang benar dan salah serta membedakan petunjuk dari kesesatan.
Ketiga, Allah SWT mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan memiliki ilmu. Ustaz Yusran mengutip Surat Al-Mujadalah ayat 11 sebagai landasan mengenai keutamaan tersebut.
Keempat, ilmu melahirkan rasa takut kepada Allah SWT. Ia mengutip Surat Fathir ayat 28 yang menjelaskan bahwa orang-orang yang benar-benar memiliki rasa takut kepada Allah adalah para ulama.
Kelima, ilmu merupakan tanda kebaikan yang diberikan Allah kepada seseorang.
Ustaz Yusran mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim bahwa apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seseorang, maka Allah akan memahamkannya dalam urusan agama.
Keenam, ilmu menjadi jalan menuju surga. Rasulullah SAW, kata dia, menjanjikan kemudahan jalan menuju surga bagi orang yang menempuh jalan untuk mencari ilmu.
Ketujuh, ilmu yang bermanfaat menjadi amal yang pahalanya terus mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia.
Ia mengutip hadits riwayat Muslim tentang tiga amalan yang tidak terputus setelah seseorang meninggal, yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang mendoakannya.
Kedelapan, orang yang keluar untuk menuntut ilmu mendapatkan pahala jihad fi sabilillah hingga kembali ke rumahnya.
“Para ulama sepakat mengatakan bahwa menuntut ilmu itu jihad berdasarkan Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 122 dan hadis ini,” ujarnya.
Menurut Ustaz Yusran, ilmu agama bukan hanya diperlukan untuk mengetahui hukum-hukum Islam, tetapi juga menjadi bekal agar seseorang mampu menjalani kehidupan secara benar.
Tanpa ilmu, seseorang dapat melakukan ibadah dengan cara yang keliru atau bahkan terjerumus dalam perbuatan yang dilarang agama karena tidak mengetahui batas antara yang diperbolehkan dan yang dilarang.
Sebaliknya, ilmu akan membimbing seseorang untuk memiliki keyakinan yang benar, menjalankan ibadah sesuai tuntunan, berakhlak baik serta menjauhi berbagai kemaksiatan.
Karena itu, ia mengajak jamaah untuk menjadikan belajar agama sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan hanya dilakukan pada waktu tertentu.
“Inilah di antara keutamaan menuntut ilmu agama. Masih ada lagi keutamaan lainnya yang belum khatib sampaikan dalam khutbah yang singkat ini. Semoga semua keutamaan ini memberi motivasi kepada kita untuk peduli dan semangat belajar ilmu agama,” pungkas Ustaz Yusran yang juga anggota Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara serta Ketua PC Muhammadiyah Syiah Kuala Banda Aceh.

















