Politik

Konsolidasi Akar Rumput, Gerindra Aceh Gelar Diklat Laskar di Jantho

Jantho, Infoaceh.net — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Provinsi Aceh menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Laskar Gerindra se-Aceh di kompleks Jantho Sport Center (JSC), Kabupaten Aceh Besar.

Kegiatan yang dimulai Jumat (25/9/2026) tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga Ahad (27/9/2026). Diklat diikuti ratusan kader muda yang merupakan utusan dari 23 kabupaten/kota di Aceh.

Kegiatan ini menjadi bagian dari proses kaderisasi dan konsolidasi internal Gerindra untuk memperkuat kapasitas kader hingga tingkat akar rumput.

Pelaksanaan Diklat Laskar Gerindra Aceh merupakan tindak lanjut dari instruksi struktur partai di tingkat pusat. Para peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan organisasi, tetapi juga diarahkan memiliki kemampuan untuk menjalankan tugas-tugas sosial dan kemasyarakatan.

Diklat tersebut menempatkan penguatan organisasi dan kaderisasi sebagai salah satu agenda utama.

Para peserta dari berbagai daerah di Aceh mengikuti rangkaian kegiatan secara terpusat di JSC Jantho. Pemilihan lokasi tersebut memungkinkan pelaksanaan materi dalam ruangan sekaligus kegiatan yang membutuhkan aktivitas fisik dan simulasi lapangan.

Dalam sambutan pembukaan, Ketua DPD Gerindra Aceh Fadhlullah atau Dek Fad menekankan bahwa keberadaan Laskar Gerindra tidak hanya berkaitan dengan aktivitas internal partai.

Menurutnya, kader yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan diharapkan mampu menjadi penggerak organisasi sekaligus hadir di tengah masyarakat.

“Laskar Gerindra Aceh harus menjadi garda terdepan di tengah masyarakat. Tugas utama kalian setelah keluar dari diklat ini adalah mengawal, menyukseskan, dan mensosialisasikan seluruh program pro-rakyat dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto agar langsung menyentuh dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Aceh,” ujarnya.

Pesan tersebut menempatkan Laskar Gerindra sebagai salah satu bagian dari jaringan kader yang diharapkan mampu menjembatani komunikasi antara partai, pemerintah dan masyarakat.

Baca Juga:  Heri Julius dan Raji Firdana Dicopot, DPP NasDem Tunjuk Yunardi Natsir dan Furqan Firmandez Jadi Sekretaris dan Bendahara NasDem Aceh

Selama tiga hari, peserta mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan wawasan kebangsaan, organisasi, kedisiplinan, komunikasi publik dan kesiapsiagaan di lapangan.

Materi wawasan kebangsaan dan ideologi partai diarahkan untuk memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai organisasi serta nasionalisme.

Sementara pelatihan kedisiplinan fisik dan mental ditujukan untuk membangun kekompakan, ketahanan fisik serta kesiapan peserta dalam menjalankan tugas organisasi.

Peserta juga dibekali kemampuan komunikasi publik. Materi ini penting karena kader yang telah mengikuti diklat nantinya diharapkan mampu berinteraksi dengan masyarakat, menyerap aspirasi serta menyampaikan informasi secara tepat.

Selain itu, terdapat simulasi tanggap bencana yang menjadi salah satu bagian kegiatan lapangan.

Materi tersebut relevan dengan kondisi Aceh yang dalam beberapa tahun terakhir menghadapi berbagai bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, tanah longsor hingga kerusakan infrastruktur akibat bencana.

Dengan pembekalan tersebut, Laskar Gerindra diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga memiliki kesiapan untuk membantu masyarakat ketika terjadi kondisi darurat.

Pendidikan dan pelatihan kader menjadi bagian dari pola kaderisasi Gerindra yang juga berlangsung di sejumlah provinsi lain pada 2026.

Diklat Laskar Gerindra Aceh merupakan bagian dari pola kaderisasi yang juga dilaksanakan struktur Gerindra di sejumlah daerah.

Kawal Program Pemerintahan Prabowo

Dalam pelaksanaan Diklat Laskar di sejumlah provinsi, materi mengenai program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga menjadi bagian dari pembekalan kader.

Di Aceh, arahan yang disampaikan dalam pembukaan Diklat juga menekankan fungsi kader dalam mengawal dan menyosialisasikan program pemerintahan tersebut.

Baca Juga:  Expo HUT ke-515 Pidie, Wagub Dek Fad Borong Produk UMKM: Dari Salak Tangse hingga Mie Caluek

Namun, dalam praktiknya, keberadaan kader di tengah masyarakat juga menuntut kemampuan untuk menyampaikan informasi secara akurat serta membangun komunikasi dua arah dengan warga.

Keterlibatan peserta dari 23 kabupaten/kota membuat Diklat Laskar di Jantho menjadi salah satu forum konsolidasi internal Gerindra Aceh.

Peserta tidak hanya berasal dari wilayah perkotaan, tetapi juga dari berbagai daerah di Aceh dengan karakteristik sosial dan kebutuhan masyarakat yang berbeda.

Forum semacam ini memungkinkan kader bertemu, bertukar pengalaman serta membangun koordinasi antardaerah.

Bagi struktur partai, konsolidasi tersebut penting untuk memastikan komunikasi organisasi berjalan hingga tingkat bawah.

Dokumen kepengurusan yang dipublikasikan Partai Gerindra sebelumnya juga mencatat struktur DPD Gerindra Aceh serta kepengurusan DPC di kabupaten/kota.

Setelah mengikuti seluruh rangkaian diklat, para peserta diharapkan kembali ke daerah masing-masing dengan bekal pengetahuan organisasi, kedisiplinan dan kemampuan komunikasi yang lebih baik.

Tantangan berikutnya adalah bagaimana materi yang diberikan selama tiga hari dapat diterjemahkan menjadi aktivitas nyata di tengah masyarakat.

Karena itu, keberhasilan diklat tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang mengikuti pelatihan, tetapi juga dari aktivitas dan kontribusi mereka setelah kembali ke daerah.

Bagi partai politik, pendidikan kader juga berkaitan erat dengan keberlanjutan organisasi.

Gerindra sebelumnya telah menjalankan berbagai program pendidikan dan kaderisasi di sejumlah daerah. Di Aceh, konsolidasi tersebut berlangsung dalam konteks politik daerah yang dinamis.

Dengan melibatkan kader dari seluruh kabupaten/kota, DPD Gerindra Aceh memiliki ruang untuk memperkuat koordinasi internal sekaligus membangun pola komunikasi yang lebih seragam di tingkat daerah.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Beri Komentar

Artikel Terkait