Aceh

Dua Putra Aceh Pimpin Kodam IM: Mahesa Fitriadi Jadi Pangdam, Ali Imran Jabat Kasdam

BANDA ACEH, Infoaceh.net — Dua perwira tinggi TNI Angkatan Darat asal Aceh, Brigjen TNI Mahesa Fitriadi dan Brigjen TNI Ali Imran, masuk dalam daftar mutasi terbaru di lingkungan TNI.

Mahesa ditunjuk menjadi Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM), sedangkan Ali Imran diproyeksikan mengisi jabatan Kepala Staf Kodam Iskandar Muda (Kasdam IM).

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Informasi mengenai rotasi jabatan perwira tinggi TNI tersebut beredar pada awal Oktober 2026.

Penempatan kedua perwira tersebut akan menjadi perhatian masyarakat Aceh. Keduanya diproyeksikan menempati dua posisi strategis dalam struktur komando kewilayahan TNI AD di Aceh.

Mahesa Fitriadi Jadi Pangdam IM

Nama Brigjen TNI Mahesa Fitriadi muncul dalam kabar rotasi jabatan yang beredar pada awal Oktober 2026. Dalam daftar tersebut, Mahesa disebut akan menggantikan Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo sebagai Pangdam Iskandar Muda.

Joko Hadi Susilo selanjutnya dimutasi menjadi Pati Sahli Tk. III Manajemen Bidang Sishanneg Kasad.

Mahesa saat ini masih menjabat sebagai Kepala Kelompok Staf Ahli Pangdam Iskandar Muda (Kapoksahli Pangdam IM).

Pada 1 Juni 2026, Mahesa diketahui mewakili Pangdam IM dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh. Dalam kegiatan tersebut, ia bertindak sebagai inspektur upacara.

Posisi Kapoksahli merupakan bagian dari unsur staf ahli yang memberikan pertimbangan dan telaah kepada Pangdam sesuai bidang tugasnya. Pengalaman di lingkungan Kodam IM menjadi bagian dari perjalanan karier Mahesa sebelum namanya dikaitkan dengan jabatan Pangdam.

Mahesa akan memegang tanggung jawab komando dan pembinaan satuan TNI AD di wilayah Aceh, termasuk menjaga stabilitas keamanan serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur masyarakat.

Brigjen TNI Mahesa Fitriadi lahir di Kota Bakti, Lamlo, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, pada 28 Oktober 1973.

Ia adalah lulusan SD Negeri 2 Kota Bakti, SMP Negeri 1 Kota Bakti. Pernah kelas 1 di SMAN Kota Bakti, dan tahun 1990 pindah ke SMAN 3 Banda Aceh.

Baca Juga:  300 Perceraian di Banda Aceh dalam Sembilan Bulan, 80 Persen Istri Gugat Cerai Suami Dipicu Judi Online 

Ia merupakan lulusan SMA Negeri 3 Banda Aceh sebelum melanjutkan pendidikan ke Akademi Militer dan lulus pada 1995 dari kecabangan Infanteri. Dalam perjalanan karier militernya, Mahesa juga mengikuti sejumlah pendidikan pengembangan dan penugasan di lingkungan TNI.

Kariernya kemudian banyak bersentuhan dengan Aceh. Mahesa pernah bertugas sebagai Komandan Detasemen Intelijen (Dandenintel) Kodam Iskandar Muda.

Setelah itu ia dipercaya menjadi Komandan Kodim 0104/Aceh Timur pada 2014. Ia kemudian mendapat tugas sebagai Wakil Asisten Teritorial Kasdam Iskandar Muda dan selanjutnya menjadi Dandim 0101/BS Banda Aceh.

Pada 2017, Mahesa mendapat kepercayaan sebagai Asisten Teritorial Kasdam Iskandar Muda. Pengalaman tersebut membuatnya memiliki rekam penugasan yang cukup panjang di bidang intelijen, kewilayahan dan pembinaan teritorial.

Setelah sejumlah penugasan di Aceh, Mahesa kemudian menjalani tugas di luar wilayah Tanah Rencong.

Ia tercatat pernah menjabat sebagai Kepala Staf Korem 061/Surya Kencana pada periode 2021–2023.

Kariernya kemudian berlanjut di lingkungan Mabes TNI. Mahesa dipercaya menduduki jabatan Paban V/Pam Sintel TNI sebelum kemudian menjadi Komandan Satuan Intelijen Badan Intelijen Strategis (Dansatintel BAIS) TNI. Pada 1 April 2024, Mahesa resmi menyandang pangkat Brigadir Jenderal TNI.

Ali Imran, Putra Kelahiran Banda Aceh Berbaret Merah

Sementara Brigjen TNI Ali Imran disebut akan mengisi jabatan Kasdam IM menggantikan Brigjen TNI Dwi Sasongko yang dalam daftar mutasi tersebut diproyeksikan mendapat penugasan baru sebagai perwira tinggi Staf Ahli Tingkat II Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kepala Staf Angkatan Darat.

Ali Imran merupakan perwira tinggi TNI AD kelahiran Banda Aceh, 9 Juni 1978. Sosok yang dikenal dengan baret merah tersebut memiliki pengalaman di lingkungan pasukan khusus sebelum menempati sejumlah jabatan strategis di TNI AD.

Baca Juga:  Kasdam IM Lantik 633 Prajurit TNI AD Berpangkat Prada

Ali Imran menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 28 Banda Aceh, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 4 Banda Aceh dan SMA Negeri 3 Banda Aceh. Ia menamatkan pendidikan menengah pada 1997 sebelum melanjutkan perjalanan pengabdiannya sebagai prajurit TNI AD.

Karier Ali juga berkaitan erat dengan penugasan di Aceh. Ia pernah menjabat Komandan Korem 011/Lilawangsa yang bermarkas di Lhokseumawe. Pada April 2026, ia dipercaya menjabat Komandan Resimen Induk Daerah Militer Iskandar Muda (Danrindam IM).

Dalam perkembangannya, Ali kembali masuk dalam daftar mutasi untuk menempati posisi Kasdam IM.

Jabatan Kasdam memiliki peran penting dalam membantu Pangdam mengoordinasikan penyelenggaraan tugas staf dan pelaksanaan program satuan. Posisi tersebut juga menjadi salah satu unsur penting untuk memastikan roda organisasi berjalan efektif.

Dua Jabatan Strategis di Tengah Tantangan Aceh

Pangdam dan Kasdam IM merupakan dua jabatan penting dalam struktur komando kewilayahan TNI AD. Keduanya memiliki tanggung jawab yang saling berkaitan dalam menjalankan tugas pertahanan, pembinaan satuan, serta koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan di daerah.

Bagi Aceh, keberadaan Kodam Iskandar Muda memiliki peran strategis, bukan hanya dalam menjaga keamanan wilayah, tetapi juga dalam mendukung penanganan bencana dan kegiatan kemanusiaan.

Pada 5 Oktober 2026, Kasdam IM Brigjen TNI Dwi Sasongko menyampaikan bahwa personel Kodam Iskandar Muda meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi yang diperkirakan terjadi pada Oktober hingga Desember.

Kodam IM juga terus terlibat dalam kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di sejumlah wilayah Aceh. Tugas tersebut membutuhkan koordinasi antara TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat.

Karena itu, pergantian kepemimpinan di lingkungan Kodam IM menjadi bagian dari dinamika organisasi yang turut mendapat perhatian publik.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Beri Komentar

Artikel Terkait