Aceh

Perlu Dokumen Tertulis Kesepakatan Bupati Dengan Masyarakat DAS Krueng Aceh

Dialog masyarakat kawasan DAS Krueng Aceh dengan Bupati Aceh Besar, Kamis (29/10)

Aceh Besar – Forum Masyarakat Kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Aceh mengapresiasi ruang dialog yang dilakukan oleh Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera 1 dan pihak TNI dengan masyarakat terkait dalam penataan Kanal DAS Krueng Aceh, pada Kamis (29/10) di Desa Cot Cut Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar.

“Langkah-langkah dan terbuka ruang dialog seperti ini yang kami harapkan dari awal dalam pernyataan sikap kami.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Selain itu, ruang dialog yang seperti ini sangat kami dukung apalagi jika tujuannya untuk kepentingan masyarakat,” ujar Juru Bicara Forum Masyarakat Kawasan DAS Krueng Aceh,
Reza Hendra Putra, dalam keterangannya, Kamis (29/10).

Baca Juga:  Konflik HGU Memanas, Massa Bakar Kantor dan Alat Berat PT Bumi Flora di Aceh Timur

Dalam pertemuan tersebut masyarakat mempertanyakan beberapa permasalahan seperti kejelasan kehidupan mereka kepada Bupati Mawardi Ali.

Juga soal lahan tempat mata pencaharian, perencanaan pembangunan DAS Krueng Aceh ke depan setelah penertiban dan lain-lain dilakukan.

“Ada beberapa hasil dari pertemuan ini seperti menghentikan pembongkaran kandang sapi sebelum ada solusi bagi masyarakat, dan akan menginventarisir daftar masalah masyarakat di DAS Krueng Aceh,” terang Reza yang juga Presiden Mahasiswa UIN Ar-Raniry ini.

Baca Juga:  Kualitas Udara Aceh Memburuk Drastis Dikepung Kabut Asap Pekat

“Tentu hal ini akan terus kami kawal janji-jani yang disampaikan Bupati, BWS Sumatera I, dan pihak terkait lainnya, demi kepentingan masyarakat,” ungkapnya.

Apalagi ditambah dalam kondisi pandemi covid – 19, dimana masyarakat sangat membutuhkan bantuan-bantuan guna antisipasi dampak pandemi saat ini.

“Harapan Forum Masyarakat Kawasan DAS Krueng Aceh agar semua hal dan langkah-langkah konkrit yang dihasilkan pada dialog tersebut dapat didokumentasikan sebagai komitmen para pihak bersama masyarakat,” pungkas Reza. (IA)

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait