Ekonomi

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat di Aceh, Sejumlah Penerbangan Dibatalkan

Lhokseumawe, Infoaceh.net — Sebaran kabut asap kiriman akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Aceh menyebabkan kualitas udara menurun dan jarak pandang terbatas.

Kondisi tersebut mulai berdampak pada aktivitas transportasi udara, termasuk pembatalan sejumlah penerbangan menuju wilayah Aceh.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Berdasarkan informasi yang disampaikan Dinas Perhubungan Aceh pada Kamis (15/10/2026), kabut asap terpantau menyelimuti sebagian wilayah Aceh.

Masyarakat yang hendak bepergian menggunakan pesawat diimbau memeriksa status penerbangan secara berkala melalui maskapai masing-masing.

Dalam pengumuman tersebut, dua penerbangan yang terdampak tercatat melayani rute dari Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara, menuju bandara di Aceh.

Penerbangan Wings Air pada rute Kualanamu–Bandara Malikussaleh dilaporkan dibatalkan pada Rabu (14/10/2026).

Sementara itu, penerbangan Susi Air pada rute Kualanamu–Bandara Rembele dijadwalkan pada Kamis (15/10/2026) juga masuk dalam pengumuman pembatalan.

Gangguan penerbangan ini menunjukkan bahwa penurunan jarak pandang akibat kabut asap dapat memengaruhi kelancaran konektivitas udara, khususnya bagi masyarakat yang bergantung pada transportasi pesawat untuk perjalanan antardaerah.

Jarak Pandang di Aceh Utara Menyusut

Informasi BMKG Aceh menyebutkan, berdasarkan pemantauan citra satelit pada 15 Oktober 2026, sebaran asap terpantau menyelimuti sebagian wilayah Aceh.

Laporan dari Stasiun Meteorologi Malikussaleh di Aceh Utara juga menunjukkan jarak pandang menyusut hingga kisaran 2–3 kilometer.

Baca Juga:  LPS Bayar Rp46,80 Miliar Klaim Simpanan Empat BPR/BPRS di Aceh yang Dicabut Izin

Jarak pandang yang terbatas menjadi salah satu faktor penting dalam operasional penerbangan. Keputusan untuk melanjutkan, menunda, atau membatalkan penerbangan bergantung pada kondisi aktual di bandara, ketentuan keselamatan penerbangan, serta penilaian operasional maskapai dan pihak terkait.

Meski demikian, kondisi cuaca dan jarak pandang dapat berubah dalam waktu singkat. Karena itu, informasi terbaru dari BMKG, pengelola bandara, dan maskapai tetap diperlukan untuk memastikan situasi terkini.

Selain mengganggu transportasi, kabut asap juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama ketika konsentrasi partikel pencemar di udara meningkat.

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika harus beraktivitas di luar, warga disarankan menggunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan partikel asap.

Kelompok yang lebih rentan terhadap dampak pencemaran udara, seperti anak-anak, lanjut usia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit jantung, perlu mendapat perhatian khusus.

Warga juga disarankan menutup pintu dan jendela ketika asap masuk ke lingkungan rumah, menjaga kualitas udara di dalam ruangan, serta mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan kabut asap.

Apabila mengalami sesak napas, nyeri dada atau gangguan kesehatan yang berat, masyarakat perlu segera mencari pertolongan medis.

Bagi calon penumpang yang memiliki jadwal perjalanan dari atau menuju Aceh, pengecekan status penerbangan menjadi langkah penting untuk mengantisipasi perubahan jadwal.

Baca Juga:  Pedagang Tolak Jalan Teungku Chik Pante Kulu Ditutup untuk Dijadikan Tempat Kuliner

Penumpang disarankan menghubungi maskapai, memantau pengumuman resmi bandara, serta memastikan prosedur pengembalian dana atau penjadwalan ulang apabila penerbangan dibatalkan.

Masyarakat juga diharapkan tidak langsung berangkat ke bandara tanpa memastikan informasi terbaru, terutama jika penerbangan melayani rute yang wilayah tujuannya terdampak kabut asap.

Perkembangan kondisi atmosfer, sebaran asap, dan jarak pandang perlu terus dipantau agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas serta perjalanan dengan situasi di lapangan.

Kabut asap karhutla menjadi pengingat pentingnya penanganan kebakaran hutan dan lahan serta perlindungan kesehatan masyarakat.

Upaya pencegahan kebakaran, pemantauan kualitas udara, dan penyampaian informasi yang cepat dan akurat diperlukan untuk mengurangi dampak terhadap kehidupan warga dan aktivitas ekonomi di Aceh.

BMKG mendeteksi asap di 13 kabupaten/kota di Aceh, termasuk Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Langsa dan Sabang.

Dampak terhadap penumpang: Pembatalan penerbangan Wings Air rute Kualanamu–Malikussaleh pada 14 Oktober berdampak pada 102 penumpang. Maskapai menawarkan penjadwalan ulang atau pengembalian uang tiket.

Status penerbangan Susi Air: Penerbangan dari Bandara Rembele mengalami penundaan pada 15 Oktober.

Bandara Sultan Iskandar Muda: Angkasa Pura Indonesia menyatakan operasional Bandara Sultan Iskandar Muda di Aceh Besar masih berjalan lancar dan belum terdampak kabut asap pada 15 Oktober.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Beri Komentar

Artikel Terkait