Umum

Kapolri Cium Tangan Megawati, Simbol Rekonsiliasi atau Sekadar Etika?

Infoaceh.net -Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bertemu Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam momen peringatan ulang tahun ke-100 Mery Hoegeng, istri mendiang Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, di Depok, Jawa Barat, Senin, 23 Juni 2025.

Begitu tiba di kediaman Mery Hoegeng, Sigit langsung memberikan hormat dan mencium tangan Megawati sebagai bentuk penghormatan. Pertemuan itu berlangsung hangat dalam suasana silaturahmi bersama jajaran Mabes Polri yang turut hadir.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81
Baca Juga:  Syariah Financial Fair 2026, Momentum Aceh Menarik Investor dan Memperkuat Ekonomi Rakyat

Kehadiran Kapolri dalam acara tersebut menjadi sorotan, mengingat Megawati selama ini dikenal vokal mengkritik institusi kepolisian. Namun, momen pertemuan keduanya tampak menunjukkan kedekatan secara simbolik di hadapan publik.

Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai relasi antar-elite seperti ini menarik untuk dicermati.

“Hubungan di panggung depan terlihat akrab dan terkesan tak ada persoalan apapun. Meski pada saat bersamaan mungkin panggung belakangnya sangat berbeda,” kata Adi kepada RMOL.

Baca Juga:  Mortir Sisa Konflik Ditemukan di Pinggir Krueng Aceh, Polisi Amankan Lokasi

Meski begitu, pertemuan tersebut tetap mencerminkan komunikasi terbuka antara tokoh nasional dan pimpinan institusi negara di tengah situasi politik yang dinamis.

“Jadi, kalau melihat antar-elite terlihat akrab bisa saja terjadi sebaliknya. Begitulah dua realitas yang sesungguhnya. Karena publik tahu berulangkali Mega kritik keras institusi kepolisian,” pungkas Adi.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait