Pendidikan

Kadisdik Aceh Tegur SMK Abaikan Praktik, Banyak Alat Terbengkalai

Banda Aceh, Infoaceh.net – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh Murthalamuddin SPd MSP menegur keras sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dinilai mengabaikan praktik lapangan.

Teguran itu disampaikan menyusul temuan banyaknya peralatan praktik yang terbengkalai dan jarang digunakan di sekolah.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Temuan tersebut diperoleh langsung saat Murthalamuddin melakukan kunjungan ke sejumlah SMK di berbagai daerah.

Ia mengaku tidak puas karena hampir rata-rata sekolah masih belum menjadikan praktik sebagai fokus utama pembelajaran vokasi.

“Banyak alat praktik yang hanya disimpan, tidak digunakan secara maksimal. Ini menandakan siswa tidak cukup mendapat pengalaman praktik,” ujarnya dalam kegiatan konsolidasi teknis Pemanfaatan Tambahan Transfer ke Daerah (TKD) bagi sekolah SMK Tahun 2026 di aula Dinas Pendidikan Aceh, Rabu (1/4).

Menurutnya, kondisi tersebut bertolak belakang dengan tujuan utama SMK sebagai lembaga pendidikan yang menyiapkan lulusan siap kerja.

Baca Juga:  Tambah Prodi Unggul, S1 Ekonomi Syariah UIA Raih Akreditasi LAMEMBA

Ia menegaskan alat praktik seharusnya menjadi sarana utama bagi siswa untuk mengasah keterampilan, bukan sekadar pelengkap administrasi pengadaan.

Dalam forum tersebut, Murthalamuddin mengingatkan agar sekolah tidak terjebak pada pola lama yang berorientasi pada belanja barang.

Ia menekankan pemanfaatan anggaran TKD harus difokuskan pada hal yang berdampak langsung terhadap proses belajar siswa.

“Jangan hanya sibuk membeli, tapi lupa memastikan alat itu dipakai. Siswa harus belajar dengan praktik, bukan hanya teori,” tegasnya.

Ia menambahkan, meskipun tambahan anggaran TKD belum mampu sepenuhnya menutup kerugian akibat bencana, penggunaannya tetap harus tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan inti pembelajaran.

Lebih jauh Murthalamuddin menekankan SMK memiliki peran strategis dalam menekan angka kemiskinan.

Menurutnya, jika siswa dibekali keterampilan yang memadai sejak di bangku sekolah, mereka akan lebih siap masuk dunia kerja setelah lulus.

“SMK ini solusi. Kalau anak-anak kita punya skill, mereka bisa langsung bekerja dan mandiri,” katanya.

Baca Juga:  Kuliah Perdana Doktor Hukum Unimal, Prof Muttaqin: Hukum Adat Aceh Bisa Jadi Laboratorium Disertasi Kelas Dunia 

Ia juga menambahkan sinergi antara sekolah dan dunia industri perlu terus diperkuat agar keterampilan yang diajarkan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, sehingga lulusan SMK tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu bersaing secara profesional.

Dalam kegiatan yang dihadiri pejabat eselon III dan IV, staf ahli, kepala sekolah, serta guru produktif tersebut, para peserta juga mengikuti diskusi kelompok untuk mengidentifikasi kebutuhan prioritas di masing-masing jurusan.

Sebagai tindak lanjut, Murthalamuddin menegaskan akan melakukan evaluasi terhadap kepala sekolah yang dinilai tidak mampu meningkatkan mutu pembelajaran, khususnya dalam penguatan praktik di SMK.

Melalui forum ini, Dinas Pendidikan Aceh menegaskan TKD 2026 bukan sekadar bantuan anggaran, melainkan instrumen strategis untuk memastikan siswa SMK benar-benar memiliki kompetensi dan kesiapan kerja.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait