Ekonomi

Aceh dan Jawa Tengah Teken Kerja Sama Strategis, Targetkan Transaksi Rp1,065 Triliun

Banda Aceh, Infoaceh.net — Pemerintah Aceh menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui penandatanganan perjanjian lintas sektor yang digelar di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh, Kamis (23/4/2026).

Penandatanganan tersebut berlangsung dalam kunjungan kerja Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang disambut langsung oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, didampingi Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir Syamaun.

ADVERTISMENT
Pelantikan Panglima Kodam Iskandar Muda

Kerja sama ini mencakup sejumlah sektor strategis, antara lain industri dan perdagangan, penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP), pengembangan sumber daya manusia (SDM), hingga ketahanan pangan.

Kedua provinsi juga menyepakati sejumlah program prioritas untuk segera ditindaklanjuti.

Melalui kesepakatan tersebut, Pemerintah Aceh dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memproyeksikan nilai transaksi ekonomi mencapai Rp1,065 triliun, sebagai upaya konkret memperkuat hubungan ekonomi yang saling menguntungkan.

Baca Juga:  BSI Fasilitasi Sertifikasi Halal 275 UMKM Aceh, Targetkan KUR Rp350 Miliar

Dalam sambutannya, Gubernur Muzakir Manaf menegaskan bahwa kerja sama antar daerah merupakan langkah strategis dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan saling mendukung.

Ia menyebutkan, Aceh memiliki potensi besar di berbagai sektor, seperti pertanian, kelautan, perdagangan, serta pariwisata berbasis budaya dan religi.

“Kerja sama ini kami harapkan tidak hanya mempererat hubungan antara Aceh dan Jawa Tengah, tetapi juga mampu melahirkan langkah konkret yang memberi manfaat besar bagi kedua daerah serta pembangunan nasional secara keseluruhan,” ujar Mualem.

Sementara Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan pentingnya membangun pemerintahan kolaboratif dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Baca Juga:  Pemerintah Terapkan SPP-TDLN, Transaksi Digital Luar Negeri Kini Dipungut PPN

Menurutnya, setiap daerah memiliki keunggulan yang dapat saling melengkapi guna memperkuat kemandirian fiskal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui collaborative government seperti ini, potensi kemandirian fiskal dapat menjadi senjata utama dalam mengembangkan daerah secara bersama-sama, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menilai, sinergi antar daerah merupakan strategi penting dalam mendorong pertumbuhan dan pemerataan pembangunan.

Ke depan, kerja sama antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah diharapkan dapat terus diperluas ke berbagai sektor strategis lainnya, sehingga menjadi fondasi kuat bagi kemajuan bersama.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait