Banda Aceh, Infoaceh.net — Tempat pemondokan jamaah haji asal Aceh yang menunaikan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi akan menempati hotel di kawasan Jarwal, Mekkah sektor 6 dengan jarak sekitar 2,6 kilometer dari Masjidil Haram.
Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banda Aceh, Arijal, saat pelepasan jamaah calon haji di Asrama Haji Embarkasi Aceh, Kamis (7/5/2026).
“Jamaah Haji Aceh di Arab Saudi nanti, ketika berada di Mekkah menempati Sektor 6 Wilayah Jarwal dengan jarak sekitar 2,6 kilometer ke Masjidil Haram,” kata Arijal.
Meski jarak hotel dengan Masjidil Haram cukup jauh, pemerintah telah menyiapkan fasilitas transportasi berupa bus shalawat yang akan beroperasi selama 24 jam penuh untuk melayani mobilitas jamaah menuju masjid.
“Selama di sana disediakan bus shalawat yang akan melayani kebutuhan alat transportasi jamaah selama 24 jam,” ujarnya.
Tahun ini, Embarkasi Banda Aceh memberangkatkan sebanyak 5.500 jamaah termasuk petugas kloter yang terbagi dalam 14 kelompok terbang.
Jamaah laki-laki berjumlah 2.174 orang, sedangkan jamaah perempuan mencapai 3.326 orang.
Arijal menjelaskan, mayoritas jamaah haji Aceh tahun ini didominasi kelompok usia lanjut. Sekitar 41,7 persen jamaah berusia di atas 60 tahun dan 2,7 persen di antaranya berusia lebih dari 80 tahun. Karena itu, pelayanan ramah lansia menjadi prioritas utama selama proses penyelenggaraan ibadah haji.
Seluruh proses pelayanan jamaah dipusatkan di Asrama Haji Embarkasi Aceh, mulai dari pemeriksaan kesehatan akhir, pembagian dokumen perjalanan, distribusi living cost, konsumsi, akomodasi, hingga pembagian kartu Nusuk.
Kartu Nusuk menjadi salah satu kebijakan baru Pemerintah Arab Saudi tahun ini. Kartu tersebut wajib dimiliki seluruh jamaah karena berfungsi sebagai identitas resmi sekaligus akses layanan selama berada di Tanah Suci.
Selain itu, Pemerintah Arab Saudi juga memperketat pengawasan terhadap dokumen dan mobilitas jamaah guna memastikan keamanan dan ketertiban pelaksanaan ibadah haji.
Pemberangkatan jamaah haji Aceh dilakukan secara bertahap mulai 6 Mei 2026 melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, menggunakan maskapai Garuda Indonesia Boeing 737.

















