Umum

Pengelolaan TWA Tugu KM Nol Sabang Diperkuat, TA Khalid Dorong Wisata Berkelanjutan

Sabang, Infoaceh.net — Anggota Komisi IV DPR RI asal Aceh, TA Khalid, menyaksikan penandatanganan kerja sama pengelolaan bersama kawasan Tugu Kilometer Nol Indonesia yang berada di kawasan Taman Wisata Alam (TWA), Gampong Iboih Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang.Kesepakatan tersebut melibatkan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS), Pemerintah Kota Sabang, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Dalam keterangannya, TA Khalid menegaskan kawasan Tugu KM Nol bukan hanya sekadar penanda geografis ujung barat Indonesia, tetapi juga memiliki makna simbolis sebagai representasi persatuan nasional dari Sabang sampai Merauke.

Menurutnya, kawasan tersebut memiliki nilai strategis, historis, sekaligus ekonomi yang penting bagi masyarakat Sabang dan Aceh secara umum.

Karena itu, pengelolaan kawasan wisata itu harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

Baca Juga:  Tiga Hari Belum Ditemukan, Kapolres Sabang Pimpin Langsung Pencarian WN Malaysia Hilang Saat Menyelam 

“Kolaborasi antara BPKS, Pemerintah Kota Sabang dan BKSDA menjadi kunci agar kawasan TWA Tugu KM Nol dapat berkembang sebagai destinasi wisata unggulan yang tetap menjaga keseimbangan ekologis,” ujar TA Khalid usai acara penandatanganan kerja sama tersebut, Jum’at (8/5).

Ia menjelaskan, pengembangan kawasan KM Nol telah masuk dalam Rencana Strategis BPKS 2025–2029 sebagai salah satu kawasan prioritas pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kawasan.

Ke depan, kawasan wisata tersebut direncanakan akan dikembangkan melalui berbagai skema bisnis dan pemanfaatan aset pemerintah secara produktif.

Langkah itu diharapkan mampu meningkatkan penerimaan negara, membuka peluang investasi baru, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung aktivitas usaha masyarakat sekitar.

Baca Juga:  Pengadaan 210 Tenaga Outsourcing DPRA Habiskan Anggaran Rp11,68 Miliar

TA Khalid menilai upaya tersebut sejalan dengan program Presiden RI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, penguatan sektor pariwisata nasional, serta pemberdayaan masyarakat di kawasan strategis.

Melalui penandatanganan nota kesepahaman itu, ia berharap koordinasi antara BPKS, Kementerian Kehutanan melalui BKSDA dan Pemko Sabang semakin kuat dalam mewujudkan tata kelola kawasan wisata yang tertib, profesional dan berkelanjutan.

“Kerja sama ini diharapkan memberi manfaat luas bagi masyarakat dan menjadi bagian dari upaya memajukan Kota Sabang serta Indonesia,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Pemerintah Aceh yang diwakili Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh, Hanan.

TA Khalid juga didampingi Kepala Perwakilan YARA Kota Banda Aceh dan Sabang, H Yuni Eko Hariyatna atau yang akrab disapa Dato’ Haji Embonk.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait