Umum

Sihir “Angka Kembar” Rp18,9 Miliar di Disdik Aceh: Buku Bencana dan Buta Baca Al-Qur’an Kompak Rp9,45 Miliar

Banda Aceh, Infoaceh.net — Pengadaan buku di lingkungan Dinas Pendidikan Aceh Tahun Anggaran 2026 mulai menjadi perhatian setelah muncul dua paket berbeda dengan nilai yang sama persis hingga digit rupiah terakhir.

Dalam dokumen Rencana Umum Pengadaan (RUP) Tahun 2026, paket Buku Muatan Lokal SMA dan SMK Berdampak Bencana tercatat memiliki pagu sebesar Rp9.455.999.000.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Angka identik juga muncul pada paket Buku Ajar Pemberantasan Buta Baca Al-Qur’an, yakni Rp9.455.999.000. Total nilai keduanya mencapai Rp18.911.998.000.

Kemunculan dua paket dengan nominal yang sama persis memunculkan tanda tanya terkait dasar penyusunan kebutuhan, perhitungan volume, jumlah penerima, hingga metode penetapan pagu.

Baca Juga:  Siswa SMA Negeri 3 Banda Aceh Dikeroyok, Lima Pelaku Dikeluarkan dari Sekolah

Pasalnya, kedua program tersebut memiliki sasaran dan karakter yang berbeda. Buku muatan lokal kebencanaan ditujukan untuk penguatan literasi mitigasi dan edukasi bencana di SMA/SMK, sementara buku pemberantasan buta baca Al-Qur’an berada pada rumpun pembelajaran yang berbeda.

Namun demikian, keduanya justru muncul dengan angka yang identik sampai digit terakhir.

Sorotan lain juga mengarah pada mekanisme pengadaan yang direncanakan melalui skema E-Purchasing menggunakan katalog elektronik.

Sistem ini memang dirancang untuk mempercepat proses pengadaan, tetapi tetap mensyaratkan analisis kebutuhan, spesifikasi, harga satuan, serta distribusi yang terukur.

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah apakah nilai Rp9,45 miliar pada masing-masing paket benar-benar berasal dari kebutuhan riil lapangan, atau sekadar penyesuaian pagu anggaran.

Baca Juga:  Plt Direktur RSUD Sabang Tak Kooperatif, Wartawan Sulit Konfirmasi Pembatalan Kontrak Alkes

Dengan total hampir Rp19 miliar hanya untuk dua paket buku, publik kini menanti penjelasan mengenai jumlah sekolah penerima, total siswa sasaran, jumlah eksemplar, spesifikasi isi, hingga pola distribusi nantinya.

Dokumen perencanaan juga dipandang perlu ditelusuri lebih jauh untuk memastikan kesesuaian antara kebutuhan pendidikan dan alokasi anggaran.

Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari pihak Dinas Pendidikan Aceh terkait alasan munculnya dua paket berbeda dengan nominal identik tersebut.

Infoaceh.net membuka ruang klarifikasi dan hak jawab agar informasi tersaji secara berimbang.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait