Pendidikan

Mahasiswa FT USK Raih Medali Perak Nasional Lewat Inovasi Pendamping Pasien Stroke

Banda Aceh, Infoaceh.net – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh.

Tiga mahasiswa Fakultas Teknik (FT) USK berhasil meraih Silver Medal (Medali Perak) pada ajang kompetisi nasional Edutalk Fair 2026 yang berlangsung di Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, Jawa Tengah, pada 29–31 Mei 2026.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Tim mahasiswa tersebut diketuai oleh Risky Ramadhan dari Program Studi Teknik Pertambangan dengan anggota Raza Ar Rayyan dari Teknik Pertambangan dan Javier Gamma dari Teknik Sipil.

Dalam kompetisi bergengsi tersebut, mereka tampil di bawah bimbingan Prof Dr Ir Farid Mulana ST MEng.

Keberhasilan mereka diraih melalui inovasi bertajuk SOCARE (Stroke Care and Rehabilitation Platform), sebuah platform digital yang dirancang untuk membantu proses rehabilitasi pasien stroke sekaligus memperhatikan kesehatan mental para pendamping atau caregiver yang selama ini kerap luput dari perhatian.

Ketua tim, Risky Ramadhan, menjelaskan bahwa gagasan pengembangan SOCARE lahir dari realitas yang sering ditemui di lapangan, di mana teknologi kesehatan lebih banyak berfokus pada pemulihan pasien, sementara kondisi psikologis anggota keluarga yang mendampingi pasien setiap hari kurang mendapatkan perhatian.

Menurutnya, beban yang ditanggung para pendamping pasien stroke tidak kalah berat. Mereka harus menghadapi tekanan emosional, kelelahan fisik hingga stres berkepanjangan selama proses perawatan.

“Berbagai solusi digital saat ini umumnya hanya fokus pada pasien. Padahal, anggota keluarga yang mendampingi setiap hari juga menghadapi tekanan fisik dan mental yang besar. SOCARE hadir menyediakan ekosistem terpadu untuk mendukung kedua belah pihak secara bersamaan,” ujar Risky.

Baca Juga:  Lulusan UIN Ar-Raniry Tak Cukup Ijazah, Harus Miliki Sertifikat Kompetensi

Ia menjelaskan, SOCARE dirancang sebagai platform yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan rehabilitasi dan pendampingan secara digital dalam satu sistem yang mudah diakses pengguna.

Beberapa fitur utama yang dikembangkan dalam platform tersebut antara lain program latihan motorik untuk pasien stroke, pemantauan perkembangan rehabilitasi secara berkala, skrining kesehatan mental bagi pendamping pasien, rekomendasi waktu istirahat yang terstruktur, hingga forum diskusi yang memungkinkan pengguna saling berbagi pengalaman dan dukungan.

Melalui fitur-fitur tersebut, SOCARE diharapkan mampu membantu pasien menjalani proses pemulihan secara lebih optimal sekaligus menjaga kesehatan psikologis keluarga yang berperan sebagai pendamping utama.

Kompetisi Edutalk Fair 2026 sendiri mengangkat tema mengenai integrasi gagasan inovatif generasi muda dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat guna mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Ajang tersebut diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Persaingan berlangsung ketat karena hanya 10 tim terbaik yang berhasil lolos ke babak final dari seluruh peserta yang mendaftar pada kategori esai dan business plan.

Tim-tim finalis kemudian diberikan kesempatan untuk mempresentasikan langsung inovasi mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari akademisi dan praktisi.

Dalam tahapan inilah tim Fakultas Teknik USK berhasil menunjukkan keunggulan konsep dan potensi implementasi SOCARE hingga akhirnya meraih medali perak.

Dekan Fakultas Teknik USK, Prof Dr Alfiansyah Yulianur BC IPU ASEAN Eng menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih para mahasiswa tersebut.

Baca Juga:  Rektor UIN Ar-Raniry Lantik Ketua Prodi FTK: Jangan Persulit Mahasiswa

Ia menilai prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Fakultas Teknik USK mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki dampak sosial yang nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, inovasi seperti SOCARE perlu terus dikembangkan agar dapat diimplementasikan secara luas dan memberikan manfaat langsung bagi pasien maupun keluarga pendamping.

“Kami berharap inovasi ini tidak berhenti pada ajang kompetisi semata, tetapi dapat terus disempurnakan sehingga menjadi solusi yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Prestasi ini juga diharapkan mampu memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kreativitas, minat, dan bakat mereka,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK Dr Rina Suryani Oktari SKep MSi FRSPH. Ia menyebut keberhasilan tersebut menjadi bukti kolaborasi lintas disiplin ilmu mampu melahirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, sinergi mahasiswa dari berbagai program studi merupakan modal penting dalam menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks.

“Model kerja sama lintas program studi seperti yang dilakukan oleh tim ini sangat kami harapkan untuk terus berjalan, demi melahirkan kolaborasi yang andal di masa yang akan datang,” katanya.

Prestasi yang diraih tim Fakultas Teknik USK ini sekaligus menambah daftar capaian mahasiswa USK di tingkat nasional.

Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa inovasi yang lahir dari kampus tidak hanya mampu bersaing di arena kompetisi, tetapi juga menawarkan solusi konkret terhadap berbagai persoalan kesehatan dan sosial yang dihadapi masyarakat Indonesia.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait