Ekonomi

Harga Pangan Mahal, Inflasi Aceh Naik Lagi Capai 5,12 Persen pada Mei 2026

Banda Aceh, Infoaceh.net – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat inflasi di Aceh kembali mengalami kenaikan pada Mei 2026.

Inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) Aceh mencapai 5,12 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,95.

ADVERTISMENT
Pelantikan Panglima Kodam Iskandar Muda

Angka tersebut menunjukkan bahwa harga berbagai barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat secara umum masih mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Inflasi Aceh pada Mei 2026 juga lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 3,88 persen.

Hal itu disampaikan Kepala BPS Aceh, Agus Andria, dalam konferensi pers pada Selasa (2/6/2026).

Agus Andria menjelaskan, inflasi tahunan terjadi akibat meningkatnya harga pada sejumlah kelompok pengeluaran utama masyarakat.

Kenaikan harga terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil dominan terhadap inflasi di Aceh.

“Pada Mei 2026 terjadi inflasi year-on-year sebesar 5,12 persen dengan IHK sebesar 114,95. Inflasi ini dipengaruhi oleh kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran,” ujar Agus.

Menurut data BPS, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 6,89 persen dan menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi Aceh.

Kenaikan harga pada kelompok ini memberikan andil sebesar 2,59 persen terhadap total inflasi tahunan.

Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mengalami lonjakan cukup tinggi, yakni 11,24 persen, disusul kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran yang meningkat 10,15 persen.

Baca Juga:  Syariah Financial Fair 2026, Bank Aceh Hadir untuk Ekonomi Rakyat, Fadhil Ilyas Pertegas Komitmen Pembiayaan UMKM

Sementara itu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi sebesar 1,95 persen.

Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga meningkat 3,56 persen, kelompok kesehatan naik 1,94 persen, kelompok transportasi meningkat 2,22 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan naik 2,20 persen, serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya mengalami kenaikan sebesar 2,42 persen.

Di sisi lain, terdapat dua kelompok pengeluaran yang justru mengalami penurunan indeks atau deflasi.

Kelompok pakaian dan alas kaki turun 0,02 persen, sedangkan kelompok pendidikan mengalami penurunan sebesar 0,16 persen.

BPS juga mencatat inflasi bulanan atau month-to-month (m-to-m) pada Mei 2026 sebesar 0,60 persen.

Sementara tingkat inflasi tahun kalender atau year-to-date (y-to-d) sejak Januari hingga Mei 2026 tercatat sebesar 0,48 persen.

Berdasarkan perkembangan inflasi selama satu tahun terakhir, tren inflasi Aceh menunjukkan fluktuasi yang cukup signifikan.

Inflasi tahunan yang pada Mei 2025 berada di level 2,35 persen terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada Februari 2026 sebesar 6,94 persen.

Setelah sempat melandai pada Maret dan April 2026, inflasi kembali naik pada Mei 2026 menjadi 5,12 persen.

Dari sisi wilayah, Kabupaten Aceh Tengah menjadi daerah dengan tingkat inflasi tertinggi di Provinsi Aceh pada Mei 2026. Daerah dataran tinggi tersebut mencatat inflasi tahunan sebesar 6,09 persen dengan IHK mencapai 118,52.

Baca Juga:  Rex Peunayong Hidup Lagi, Kini Jadi Warung Kopi dengan Beragam Kuliner

Tingginya inflasi di Aceh Tengah diduga dipengaruhi oleh kenaikan harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok dan faktor distribusi barang yang sangat bergantung pada kondisi pasar serta transportasi antarwilayah.

Sebaliknya, inflasi terendah terjadi di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Daerah ini mencatat inflasi sebesar 3,99 persen dengan IHK 115,53.

Meski menjadi wilayah dengan inflasi terendah di Aceh, angka tersebut tetap menunjukkan adanya kenaikan harga barang dan jasa dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kondisi inflasi yang masih berada di atas lima persen menjadi perhatian pemerintah daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Aceh.

Stabilitas harga, khususnya bahan pangan strategis, menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga.

BPS Aceh menilai kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi faktor utama yang memengaruhi laju inflasi di Aceh.

Karena itu, upaya pengendalian harga pangan, kelancaran distribusi barang, serta penguatan pasokan komoditas strategis menjadi langkah penting untuk menahan laju kenaikan harga pada bulan-bulan mendatang.

Dengan inflasi tahunan mencapai 5,12 persen pada Mei 2026, Aceh masih menghadapi tantangan dalam menjaga kestabilan harga dan daya beli masyarakat, terutama menjelang periode peningkatan konsumsi pada pertengahan tahun dan momentum hari-hari besar keagamaan.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait