Umum

Olah TKP Kebakaran Fakultas Pertanian USK, Labfor Polri dan Inafis Temukan Botol Cairan Kimia

Banda Aceh, Infoaceh.net – Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Cabang Medan bersama Unit Identifikasi Forensik (Inafis) Satreskrim Polresta Banda Aceh menuntaskan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait kasus pengrusakan dan kebakaran sejumlah fasilitas di Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK), Darussalam, Banda Aceh.

Pemeriksaan yang berlangsung selama dua hari tersebut dilakukan untuk mengungkap penyebab kebakaran sekaligus mendalami dugaan aksi pengrusakan yang terjadi di lingkungan kampus tersebut.

ADVERTISMENT
Pelantikan Panglima Kodam Iskandar Muda

Dalam proses olah TKP, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut, termasuk sebuah botol terbakar yang mengeluarkan aroma khas hidrokarbon.

Selain botol tersebut, tim juga mengamankan sejumlah barang bukti lain berupa batu, potongan kayu, dan gir sepeda motor yang ditemukan di beberapa titik lokasi kejadian.

Seluruh barang bukti itu kini telah diamankan untuk dianalisis lebih lanjut di Laboratorium Forensik Polri.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Andi Kirana melalui Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh Kompol Miftahuda Dizha Fezuono mengatakan, olah TKP yang melibatkan tim ahli dari Labfor Polri Cabang Medan telah selesai dilaksanakan dan sejumlah sampel telah dibawa untuk kepentingan pemeriksaan laboratorium.

“Beberapa barang bukti telah dibawa ke Laboratorium Forensik Polri untuk dilakukan pemeriksaan dan analisis lebih lanjut,” ujar Kompol Dizha, Kamis (4/6/2026) malam.

Menurut Dizha, kegiatan olah TKP tersebut dilakukan secara menyeluruh dengan menyasar seluruh bangunan yang mengalami kerusakan maupun yang terdampak kebakaran.

Tim juga didampingi oleh pihak Fakultas Pertanian USK selama proses pemeriksaan berlangsung.

Baca Juga:  Bupati/Wali Kota Diminta Siapkan Lahan, Pembangunan Huntap Ditargetkan Tuntas 2027

Pada hari pertama, Rabu (3/6/2026), tim melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah gedung di kawasan Fakultas Pertanian lama.

Dari hasil pemeriksaan ditemukan banyak kerusakan pada pintu masuk, kusen, serta jendela kaca yang pecah.

Di sekitar lokasi juga ditemukan batu dan potongan kayu yang diduga digunakan untuk melakukan aksi pengrusakan terhadap Gedung F, G dan H.

Petugas mendapati sejumlah tanda-tanda pendobrakan, pencongkelan, hingga pelemparan pada beberapa fasilitas kampus.

Kerusakan tersebut diduga terjadi sebelum terjadinya kebakaran yang menghanguskan salah satu laboratorium di lingkungan fakultas.

Namun, hasil pemeriksaan di Gedung E, tepatnya pada area pintu masuk Fakultas Pertanian lama, menunjukkan tidak adanya kerusakan maupun bekas kebakaran.

Temuan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam proses pemetaan lokasi kejadian oleh tim penyidik dan forensik.

Pemeriksaan kemudian difokuskan ke laboratorium yang terbakar. Di lokasi tersebut, tim melakukan pencarian sumber api, pengambilan sampel material yang terbakar, serta mengumpulkan berbagai barang yang diduga dapat membantu mengungkap penyebab kebakaran.

Pada hari kedua, Kamis (4/6/2026), pemeriksaan dilanjutkan ke kawasan Fakultas Pertanian yang baru.

Tim melakukan penyisiran pada Gedung A, B, C, dan D, termasuk sejumlah bangunan lainnya yang berada di kompleks tersebut.

Di Gedung B, petugas menemukan beberapa barang bukti yang dianggap signifikan dalam penyelidikan.

Salah satunya adalah botol yang dalam kondisi terbakar dan masih tercium aroma khas hidrokarbon, senyawa yang umumnya ditemukan pada bahan bakar atau zat mudah terbakar lainnya.

Baca Juga:  Pemko Banda Aceh Diminta Manfaatkan Kembali Biogas TPA Gampong Jawa

Selain itu, ditemukan pula batu, kayu, dan gir kendaraan yang diduga memiliki keterkaitan dengan aksi pengrusakan maupun kebakaran yang terjadi.

Temuan tersebut akan diperiksa secara ilmiah untuk mengetahui apakah memiliki hubungan langsung dengan sumber api atau tindakan perusakan yang terjadi di lokasi.

“Saat melakukan pemeriksaan di lokasi tersebut, ditemukan sejumlah barang bukti di Gedung B yang diduga berkaitan dengan terjadinya kebakaran maupun aksi pengrusakan, di antaranya botol yang terbakar dan tercium bau khas hidrokarbon, batu, kayu, serta gir kendaraan,” jelas Kompol Dizha.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses penyidikan akan mengedepankan pembuktian ilmiah melalui hasil analisis laboratorium.

Karena itu, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan dari Labfor Polri untuk memastikan penyebab pasti kebakaran serta mengidentifikasi kemungkinan adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut.

“Nantinya hasil pemeriksaan laboratorium akan kami terima dan menjadi dasar untuk melengkapi penyidikan. Ini penting agar penanganan kasus berjalan berdasarkan bukti ilmiah,” tegasnya.

Kasus pengrusakan dan kebakaran di Fakultas Pertanian USK sendiri menjadi perhatian publik karena menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas akademik dan laboratorium yang digunakan untuk kegiatan pendidikan serta penelitian.

Polisi berharap hasil pemeriksaan forensik dapat segera mengungkap rangkaian peristiwa yang sebenarnya, sekaligus mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Hingga saat ini, penyelidikan masih terus berlangsung dan kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti kebakaran maupun motif di balik aksi pengrusakan yang terjadi di lingkungan Fakultas Pertanian USK tersebut.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait