Banda Aceh, Infoaceh.net – Letkol Inf Reza Sahputra SE resmi menjabat Komandan Kodim (Dandim) 0101/Kota Banda Aceh (KBA). Penugasan tersebut menjadi momen istimewa bagi perwira TNI Angkatan Darat itu karena ia kembali ke tanah kelahirannya untuk memimpin satuan teritorial di ibu kota Provinsi Aceh.
Letkol Reza Sahputra menggantikan Kolonel Inf Faurizal Noerdin yang telah menjabat Dandim 0101/Kota Banda Aceh sejak Mei 2025. Serah terima jabatan (sertijab) berlangsung di Markas Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Makodam IM) dan dipimpin langsung Pangdam Iskandar Muda Brigjen TNI Mahesa Fitriadi pada Ahad, 18 Oktober 2026.
Penunjukan Reza menjadi perhatian karena perjalanan kariernya tidak hanya diwarnai pengalaman panjang di satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus), tetapi juga latar belakang sebagai mantan pemain sepak bola yang pernah memperkuat Persiraja Banda Aceh.
Lahir di Banda Aceh pada 2 Juni 1983, Reza kini kembali ke daerah asalnya dengan membawa pengalaman penugasan militer, kepemimpinan satuan, serta prestasi di bidang pembinaan teritorial.
Promosi Jabatan di Kodim Tipe A
Jabatan Dandim 0101/Kota Banda Aceh merupakan posisi strategis dalam struktur teritorial TNI AD. Kodim 0101/Kota Banda Aceh termasuk Kodim Tipe A atau berdiri sendiri (BS), sehingga jabatan tersebut menjadi bagian penting dalam jenjang karier seorang perwira menengah TNI AD.
Pergantian kepemimpinan dari Kolonel Inf Faurizal Noerdin kepada Letkol Inf Reza Sahputra sekaligus menandai babak baru kepemimpinan teritorial di Banda Aceh.
Sebagai Dandim, Reza mengemban tanggung jawab pembinaan teritorial, menjaga komunikasi dan sinergi dengan pemerintah daerah, serta memperkuat koordinasi dengan unsur kepolisian dan berbagai komponen masyarakat.
Di wilayah perkotaan seperti Banda Aceh, peran tersebut mencakup pembinaan wilayah, penguatan kemanunggalan TNI dengan rakyat, dukungan terhadap program pembangunan, serta koordinasi dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan kebencanaan sesuai tugas dan kewenangan TNI.
Kembalinya Reza ke Banda Aceh juga menghadirkan kedekatan tersendiri dengan masyarakat setempat. Sebagai putra daerah, ia memiliki latar belakang kehidupan yang berakar di kota tersebut, tempat ia menempuh pendidikan sebelum memasuki dunia militer.
Alumni Akmil 2006 dan Perjalanan di Kopassus
Letkol Inf Reza Sahputra merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 2006. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar kemiliteran, ia menempuh pendidikan Komando untuk bergabung dengan Kopassus, satuan elite TNI AD yang memiliki kemampuan khusus dalam berbagai bentuk operasi militer.
Perjalanan karier Reza di lingkungan pasukan khusus membawanya menduduki sejumlah posisi penting. Ia pernah menjabat Komandan Unit Satgultor 81 Kopassus pada 2009–2011 dan kemudian dipercaya menjadi Komandan Batalyon (Danyon) 31 Grup 3 Kopassus pada 2022–2024.
Pengalaman sebagai komandan satuan memberikan bekal kepemimpinan, pembinaan personel, perencanaan operasi, dan pengambilan keputusan dalam lingkungan militer yang menuntut disiplin serta kesiapan tinggi.
Reza juga disebut sebagai salah satu dari empat lulusan pertama Akmil 2006 yang dipercaya memegang tongkat komando batalyon di Kopassus. Ia juga disebut sebagai satu-satunya putra asli Aceh dari angkatan tersebut yang mencapai posisi itu.
Pengalaman di satuan elite tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan kariernya sebelum beralih ke penugasan teritorial.
Berprestasi di Kodim Sukoharjo, Bawa Pulang Pengalaman ke Aceh
Sebelum dipercaya memimpin Kodim 0101/Kota Banda Aceh, Reza menjabat Dandim 0726/Sukoharjo, Jawa Tengah, pada 2025–2026.
Selama bertugas di Sukoharjo, ia terlibat dalam pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), salah satu program lintas sektor yang menghubungkan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mendukung pembangunan wilayah.
Pada September 2026, saat bertugas sebagai Dansatgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0726/Sukoharjo, Reza meraih Juara II Nasional kategori Dansatgas Terbaik dalam Lomba Karya Jurnalistik TMMD yang diselenggarakan Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad).
Prestasi tersebut menjadi pencapaian tersendiri bagi Reza dan satuan yang dipimpinnya. Program TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat partisipasi masyarakat, semangat gotong royong, dan hubungan antara TNI dengan warga.
Pengalaman mengelola program teritorial di Jawa Tengah itu menjadi bekal yang relevan bagi penugasan barunya di Banda Aceh, terutama dalam membangun kerja sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat.
Selain pengalaman tersebut, Reza juga memiliki prestasi akademik dan fisik selama mengikuti pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad). Ia memperoleh penghargaan peringkat kedua terbaik di bidang jasmani.
Penghargaan tersebut mencerminkan capaian kebugaran fisik yang menjadi salah satu aspek penting dalam pembentukan dan pengembangan kepemimpinan perwira TNI AD.
Putra Legenda Persiraja, Pernah Jadi Kapten Tim Porda
Di balik seragam militernya, Reza memiliki kisah yang dekat dengan dunia olahraga, khususnya sepak bola.
Ia merupakan putra kandung Tarmizi Rasyid, sosok yang dikenal sebagai legenda Persiraja Banda Aceh. Tarmizi turut menjadi bagian dari sejarah klub kebanggaan masyarakat Aceh tersebut, yang menjuarai kompetisi Perserikatan pada 1981.
Pengaruh sang ayah membuat Reza akrab dengan sepak bola sejak muda. Sebelum mengabdikan diri di dunia militer, ia aktif bermain dan menorehkan prestasi dalam kompetisi sepak bola daerah.
Pada 2002, Reza dipercaya menjadi kapten Tim Porda Banda Aceh. Setahun kemudian, ia berhasil menembus skuad utama Tim Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Provinsi Aceh pada 2003.
Ia juga pernah memperkuat Persiraja Banda Aceh. Pengalaman tersebut menjadi bagian menarik dari perjalanan hidupnya, karena klub yang pernah dibelanya merupakan tim yang memiliki ikatan emosional kuat dengan masyarakat Aceh.
Kini, setelah meniti karier di lingkungan pasukan khusus dan memimpin satuan teritorial di luar Aceh, Reza kembali ke kota kelahirannya dengan tanggung jawab baru sebagai Dandim 0101/Kota Banda Aceh.
Perjalanan dari lapangan sepak bola menuju dunia militer memperlihatkan sisi lain seorang perwira yang tumbuh dengan pengalaman olahraga sebelum menjalani pendidikan dan pengabdian di TNI AD.
Reza menghabiskan masa pendidikan dasar hingga menengah di Banda Aceh. Ia tercatat sebagai lulusan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Banda Aceh pada 1995, kemudian melanjutkan pendidikan di MTsN 1 Model Banda Aceh dan lulus pada 1998.
Pada jenjang sekolah menengah atas, ia menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Banda Aceh atau SMA Jeumpa Puteh dan lulus pada 2001.
Setelah itu, Reza melanjutkan pendidikan ke Akademi Militer hingga menyelesaikannya pada 2006. Ia juga mengikuti Pendidikan Komando Kopassus dan Pendidikan Lanjutan Perwira II (Diklanpa II) pada 2016.
Di luar pendidikan militer, Reza menyandang gelar Sarjana Ekonomi (SE).
Latar belakang pendidikan, pengalaman sebagai atlet, serta penugasan di satuan khusus dan teritorial membentuk perjalanan kariernya hingga dipercaya memimpin Kodim di daerah asalnya.
Dalam kehidupan keluarga, Reza didampingi istrinya, Ny. Anisa Reza Sahputra. Pada 17 Oktober 2026, Ny. Anisa resmi menjabat Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXVII Kodim 0101 di bawah Persit KCK PD Iskandar Muda.
Jabatan tersebut merupakan bagian dari organisasi Persit Kartika Chandra Kirana yang mendukung kegiatan sosial, kesejahteraan keluarga prajurit, dan berbagai aktivitas kemasyarakatan di lingkungan satuan TNI AD.
Kepemimpinan Reza di Kodim 0101/Kota Banda Aceh dengan demikian turut diikuti amanah baru bagi keluarganya dalam organisasi Persit.
Tantangan Memimpin Kodim di Ibu Kota Aceh
Sebagai Dandim 0101/Kota Banda Aceh, Reza menghadapi tugas yang menuntut kemampuan membangun komunikasi dengan beragam unsur masyarakat. Banda Aceh merupakan pusat pemerintahan provinsi, aktivitas pendidikan, perdagangan, dan berbagai kegiatan sosial yang membutuhkan koordinasi lintas sektor.
Pengalaman di Kopassus menjadi bagian dari rekam jejak profesionalnya, sedangkan penugasan di Sukoharjo memberikan pengalaman dalam pembinaan teritorial dan pelaksanaan program pembangunan bersama masyarakat.
Kombinasi pengalaman tersebut akan menjadi modal dalam menjalankan tugas di Banda Aceh. Namun, keberhasilan kepemimpinan teritorial pada akhirnya juga ditentukan oleh kemampuan membangun kepercayaan, menjaga komunikasi, dan bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan.
Bagi masyarakat Aceh, penunjukan Reza memiliki arti tersendiri karena seorang putra daerah kini dipercaya memimpin Kodim di kota tempat ia dilahirkan dan dibesarkan.
Dari putra legenda Persiraja yang pernah memimpin tim sepak bola daerah, Reza menempuh perjalanan panjang hingga menjadi perwira TNI AD dengan pengalaman di satuan elite dan penugasan teritorial.
Kini, ia kembali ke Banda Aceh bukan lagi sebagai pemain sepak bola yang mengejar prestasi di lapangan, melainkan sebagai Komandan Kodim yang mengemban tanggung jawab menjaga wilayah, memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, dan membangun sinergi demi kepentingan masyarakat.























