Komunitas

Asrama IPM Sakti di Banda Aceh Memprihatinkan: Muspika, Keuchik hingga Alumni Sepakat Bangun Baru

Banda Aceh, Infoaceh.net – Kondisi bangunan Asrama Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa dan Masyarakat (IPM) Sakti di Jalan Kenari Nomor 6, Gampong Keuramat, Kota Banda Aceh, yang rusak parah dan semakin memprihatinkan, akhirnya mendapat perhatian serius dari seluruh elemen Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie.

Bangunan yang telah berdiri selama puluhan tahun itu disepakati untuk dirobohkan dan dibangun kembali secara menyeluruh dengan bangunan baru agar dapat kembali difungsikan sebagai hunian yang aman dan nyaman bagi mahasiswa.

ADVERTISMENT
Pelantikan Panglima Kodam Iskandar Muda

Kesepakatan tersebut diambil dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Rencana Pembangunan Kembali Asrama IPM Sakti yang berlangsung di Aula Kantor Camat Sakti, Jumat (24/7/2026).

Rakor dihadiri Camat Sakti, unsur Muspika, para imum mukim, keuchik se-Kecamatan Sakti, tokoh masyarakat, alumni, serta pengurus IPM Sakti Perwakilan Banda Aceh.

Dalam rapat itu, seluruh peserta sepakat bahwa kondisi bangunan asrama sudah tidak lagi layak dipertahankan.

Struktur bangunan yang dimakan usia mengalami banyak kerusakan sehingga dinilai berpotensi membahayakan keselamatan para penghuni.

Selain menjadi tempat tinggal mahasiswa asal Kecamatan Sakti yang menempuh pendidikan di Banda Aceh, asrama tersebut selama ini juga berfungsi sebagai sekretariat organisasi, pusat silaturahmi, serta rumah singgah bagi masyarakat Sakti yang memiliki keperluan di ibu kota Provinsi Aceh.

Camat Sakti, Abdul Jakfar, mengatakan keberadaan Asrama IPM Sakti memiliki nilai strategis dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kecamatan Sakti.

Karena itu, menurutnya, pembangunan kembali asrama menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.

Baca Juga:  Bukan Sekadar Pemberi Sanksi, Muhammad Zairin Ingin DKP PWI Aceh Jadi Ruang Pembinaan Wartawan

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan generasi muda memperoleh tempat tinggal yang layak selama menempuh pendidikan. Asrama ini bukan hanya sebuah bangunan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan masyarakat Sakti di Banda Aceh,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kecamatan Sakti bersama unsur Muspika, pemerintah gampong, dan seluruh elemen masyarakat siap memberikan dukungan penuh terhadap proses rekonstruksi tersebut.

Abdul Jakfar berharap pembangunan kembali asrama dapat diwujudkan melalui semangat meuseuraya atau gotong royong yang selama ini menjadi budaya masyarakat Aceh.

Menurutnya, keterlibatan para alumni, tokoh masyarakat, perantau, dan berbagai pihak lainnya akan menjadi kekuatan utama dalam merealisasikan pembangunan.

Dalam Rakor tersebut juga disepakati pembentukan tim formatur yang akan bertugas menyusun kepanitiaan pembangunan, merancang konsep dan desain bangunan baru, menyusun kebutuhan anggaran, serta menyiapkan langkah-langkah penggalangan dana.

Bangunan baru nantinya diharapkan memiliki fasilitas yang lebih modern, aman, dan representatif sehingga mampu memenuhi kebutuhan mahasiswa sekaligus menjadi pusat aktivitas organisasi IPM Sakti.

Para peserta Rakor meyakini bahwa rekonstruksi Asrama IPM Sakti merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan pendidikan masyarakat Kecamatan Sakti.

Kehadiran asrama yang lebih layak diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan, sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan warga Sakti yang berada di Banda Aceh.

Melalui kesepakatan tersebut, seluruh elemen Kecamatan Sakti menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga keberlangsungan fungsi Asrama IPM Sakti sebagai aset bersama.

Baca Juga:  Pulang Berobat dari Malaysia, Wali Nanggroe Aceh Disambut Peusijuek

Dengan dukungan semua pihak, pembangunan kembali asrama diharapkan segera terealisasi sehingga dapat kembali menjadi rumah bagi mahasiswa, pelajar, alumni, dan masyarakat Sakti yang berada di Banda Aceh.

Ketua Umum IPM Sakti Banda Aceh Sutrisno mengatakan, sejumlah tokoh masyarakat Kecamatan Sakti di Banda Aceh beberapa kali sudah menginisiasi pembangunan kembali Asrama Sakti di Banda Aceh.

“Namun baru kali ini hal tersebut benar-benar terwujud berkat semangat dan persatuan dari para tokoh Sakti, Pengurus IPM Sakti Perwakilan Banda Aceh dan Alumni Asrama IPM Sakti.

Pertemuan demi pertemuan antara pengurus IPM Sakti Perwakilan Banda Aceh dengan para tokoh IPM Sakti di Banda Aceh terus dilakukan untuk mewujudkan Pembangunan Kembali Asrama IPM Sakti Banda Aceh

Pengurus harian IPM Sakti Banda Aceh dibentuk untuk mempercepat proses koordinasi dalam setiap tahapan pembangunan kembali asrama Sakti Banda Aceh

Kondisi Asrama Sakti hari ini sangat memprihatinkan, bisa dilihat pada foto-foto yang ada,” ungkapnya

Pembangunan Kembali Asrama Sakti sudah melalui beberapa langkah yang sudah ditempuh seperti pembuatan IMB dan desain bangunan baru.

Rencana awal pembangunan kembali Asrama Sakti tiga lantai, namun dalam pembuatan IMB hanya keluar izin 2 lantai.

Sedangkan total dana kebutuhan pembangunan Asrama IPM Sakti sebesar Rp625.000.000.

“Alhamdulillah ketika pertama sekali dibuatkan penggalangan donasi bahkan sebelumnya langsung salah satu tokoh Asrama Sakti membantu fondasi utama,” pungkasnya.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait