Ekonomi

Kopi Gayo Masuk Daftar Kopi Terbaik Dunia Versi TasteAtlas

BANDA ACEH, Infoaceh.net — Kopi Gayo kembali mengharumkan nama Aceh di kancah internasional. Varian Wild Civet Coffee atau kopi luwak liar asal Dataran Tinggi Gayo masuk dalam daftar kopi terbaik dunia versi TasteAtlas 2026 dengan meraih skor 4,9.

Dalam daftar tersebut, kopi Gayo bersanding dengan sejumlah varietas kopi legendaris dunia, termasuk Panama Geisha yang selama ini dikenal sebagai salah satu kopi premium dengan reputasi global.

TasteAtlas menyebut produk Gayo Kopi sebagai salah satu kopi Indonesia yang mengkhususkan diri pada produksi dan ekspor kopi luwak liar berkualitas.

Biji kopi tersebut berasal dari kawasan Dataran Tinggi Gayo di Aceh, yang memiliki kondisi geografis dan ketinggian ideal untuk budidaya kopi Arabika. Dalam proses kopi luwak liar, buah kopi dipilih dan dikonsumsi secara alami oleh luwak sebelum bijinya dikumpulkan dan diproses.

Kembali masuknya kopi Gayo dalam daftar kopi terbaik dunia mempertegas reputasi Dataran Tinggi Gayo sebagai salah satu kawasan penghasil kopi Arabika berkualitas tinggi.

Tumbuh di Dataran Tinggi Gayo

Kopi Arabika Gayo merupakan salah satu komoditas kopi yang paling dikenal dari Indonesia. Kopi ini tumbuh di kawasan Dataran Tinggi Gayo, terutama Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues.

Kondisi geografis pegunungan, ketinggian lahan, suhu, tanah serta iklim di kawasan tersebut menjadi faktor penting yang membentuk karakter kopi Gayo.

Baca Juga:  Kinerja Menguat, BSI Catatkan Laba Rp5,3 Triliun hingga Agustus 2026

Kopi Gayo selama ini dikenal luas di pasar internasional dan menjadi salah satu produk kopi specialty Indonesia yang banyak diminati konsumen Amerika Serikat, Eropa hingga Jepang.

Kopi tersebut memiliki karakter cita rasa yang kompleks, aroma khas, tingkat keasaman relatif rendah, serta body yang kuat.

Sejumlah penikmat kopi juga mengenali kopi Gayo melalui karakter rasa manis, nutty, buttery hingga sentuhan rempah atau spice. Setelah diminum, kopi Gayo dikenal memiliki aftertaste yang bersih.

Karakter tersebut membuat kopi Gayo memiliki tempat tersendiri di kalangan penikmat kopi specialty dunia.

Mendapat Pengakuan Internasional

Reputasi kopi Gayo sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Kopi Arabika Gayo telah lama mendapatkan perhatian dari industri kopi specialty internasional.

Kopi Gayo bahkan pernah memperoleh penilaian tinggi dalam berbagai ajang dan penilaian cita rasa kopi specialty. Kualitas tersebut tidak terlepas dari faktor geografis Dataran Tinggi Gayo serta proses budidaya dan pascapanen yang dilakukan para petani.

Sementara itu, mantan President of the Specialty Coffee Association of Europe (SCAE), Colin Smith, pernah menyebut kopi Gayo memiliki karakter cita rasa khas dengan kualitas tinggi dibandingkan sejumlah kopi specialty dari negara lain.

Menurut dia, kopi Gayo dengan kualitas standar sekalipun telah mampu memenuhi standar pasar Eropa. Terlebih lagi kopi yang mendapatkan perlakuan dan proses khusus untuk masuk kategori specialty.

Baca Juga:  Dek Gam Apresiasi Polda Aceh Tangkap Penimbun Solar, Antrean di SPBU Menghilang

Popularitas kopi Gayo di pasar internasional membuat komoditas tersebut tidak sekadar menjadi produk pertanian bagi Aceh.

Kopi telah berkembang menjadi bagian penting dari identitas ekonomi dan budaya masyarakat di Dataran Tinggi Gayo. Ribuan petani menggantungkan kehidupan dari perkebunan kopi yang tersebar di kawasan pegunungan Aceh.

Kopi Gayo juga menjadi salah satu produk Aceh yang memiliki nilai ekspor dan daya saing di pasar global.

Bagi industri kopi dunia, karakter khas kopi Gayo menjadikannya salah satu bahan yang banyak digunakan dalam berbagai house blend di kedai-kedai kopi.

Karakter body yang kuat, aroma rempah, tingkat keasaman yang relatif rendah dan aftertaste yang bersih membuat kopi Gayo dapat memberikan keseimbangan rasa ketika dipadukan dengan varietas kopi dari daerah lain.

Masuknya Wild Civet Coffee dalam daftar TasteAtlas 2026 dengan skor 4,9 sekaligus menjadi momentum untuk semakin memperkuat posisi kopi Gayo di pasar specialty coffee dunia.

Di tengah persaingan kopi premium global, reputasi tersebut menjadi modal penting bagi Aceh untuk tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil kopi, tetapi juga sebagai salah satu pusat kopi specialty dunia.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait