Ekonomi

Perkuat Layanan Saat Gangguan, PLN Aceh Hadirkan Fasilitas Disaster Recovery Center

BANDA ACEH, Infoaceh.net — Direktur Distribusi PT PLN Arsyadany Ghana Akmalaputri, meresmikan fasilitas Pusat Pemulihan Bencana (Disaster Recovery Center/DRC) di Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Aceh, Rabu (16/9/2026).

Peresmian ini ditandai unjuk kesiapan belasan armada tempur kelistrikan dan turut dihadiri oleh Anggota Unsur Pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Prof Dr Ir M. Dirhamsyah MT.

“Fasilitas ini untuk antisipasi agar kita bisa memulihkan sistem secepat-cepatnya demi melayani masyarakat,” ujar Arsyadany di sela peresmian tersebut.

Lebih lanjut, Direktur Distribusi PLN tersebut memaparkan, DRC dirancang terintegrasi agar cepat tanggap terhadap laporan warga.

Misalnya terjadi gangguan, kebakaran atau banjir, informasi dari warga akan langsung ter-generate dan diteruskan kepada petugas-petugas yang tersebar. Sehingga petugas akan lebih mudah mengetahui di mana ada bencana, dan dia akan lebih cepat datang ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.

Menyambung momentum tersebut, General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra, menegaskan dalam menghadapi setiap krisis kelistrikan, hal utama yang langsung dilakukan adalah meninjau langsung ke lokasi kejadian untuk memastikan eksekusi pemulihan berjalan maksimal di garis depan.

Baca Juga:  PLN Mobile Kini Dilengkapi Fitur Asisten Pintar AI dan Layanan Kendaraan Listrik

“Lebih dari itu, setiap penanganan di lapangan diiringi dengan proses komunikasi, pelaporan, dan evaluasi pasca sebagai wujud komitmen perbaikan berkelanjutan dari PLN UID Aceh,” sambungnya.

Dukungan senada terhadap langkah strategis PLN ini turut disampaikan oleh Prof Dr Ir Dirhamsyah. Tokoh yang juga Guru Besar Universitas Syiah Kuala (USK) ini menilai sistem yang terintegrasi sangat diperlukan dalam kondisi krisis.

“Inisiatif pembangunan Disaster Recovery Center ini merupakan upaya sejalan dengan pilar ketangguhan bencana nasional. Keberadaan pusat komando yang memadukan data risiko, kesiapan armada, dan teknologi secara langsung akan mempercepat masa tanggap darurat kelistrikan. Hal ini sangat penting, tidak hanya untuk infrastruktur, tetapi juga untuk menjamin keselamatan dan percepatan pemulihan sosial ekonomi masyarakat terdampak,” papar Dirhamsyah.

Mengiringi peresmian tersebut, rombongan meninjau langsung gelar pasukan dan armada pendukung operasional. Kesiapan ini mencakup Unit Pelayanan Teknik (Yantek) sebagai garda terdepan, armada jangkauan udara (Skylift), serta Derek Bergerak (Mobile Crane) untuk memobilisasi material berat.

Baca Juga:  Wamenpar Kunjungi PLTD Apung, Illiza Dorong Wisata Edukasi Tsunami Banda Aceh Bertaraf Nasional

Guna memastikan layanan tanpa henti, disiagakan pula Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) Sentuh Langsung yang mampu melakukan perbaikan tanpa pemadaman, serta Unit Deteksi Kabel Tanah untuk melacak titik kerusakan secara akurat.

Dukungan kendali darurat diperkuat dengan Pusat Komando Operasi Bergerak (Mobile Operation Command Center) dan Sistem Kendali Mini Bergerak (Mini SCADA Mobile). Kedua fasilitas ini memungkinkan pemantauan dan manuver jaringan secara langsung di lokasi bencana apabila pusat kendali utama terganggu.

Sebagai penopang daya sementara, PLN menyiagakan Unit Kabel Bergerak (UKB), Unit Gardu Bergerak (UGB), Pembangkit Listrik Bergerak (Genset Mobile), hingga Pasokan Daya Tanpa Jeda (UPS Mobile).

Turut dipamerkan teknologi canggih Sistem Penyimpanan Energi Baterai (BESS) yang mampu menjaga kualitas daya dan mempercepat pemulihan sistem secara mandiri. Seluruh operasional unit bergerak ini dieksekusi oleh Tim Detasemen Layanan Khusus (Deyansus) dan Tim Pemeliharaan UP2D Aceh.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Beri Komentar

Artikel Terkait