Banda Aceh, Infoaceh.net – Sebanyak 1.060 peserta dari 23 kabupaten/kota se-Aceh mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Madrasah Inklusif yang digelar Forum Pendidik Madrasah Inklusif (FPMI) Aceh bersama Bunda Inklusi Kemenag Aceh, 23–24 September 2026.
Mengusung tema “Merajut Cinta Menumbuhkan Kesetaraan: Sinergi Bunda Inklusi dan GTK Mewujudkan Madrasah Ramah untuk Semua” kegiatan berlangsung di aula Kanwil Kemenag Aceh dengan menghadirkan narasumber nasional dan praktisi pendidikan inklusif.
Bunda Inklusi Kemenag Aceh, Nurlaili Ny. Azhari, menegaskan pentingnya sinergi Bunda Inklusi, pengawas, kepala madrasah dan guru untuk memastikan peserta didik penyandang disabilitas memperoleh layanan pendidikan yang setara dan berkualitas.
Kakanwil Kemenag Aceh Drs H Azhari MSi saat membuka kegiatan menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak seluruh anak, termasuk peserta didik berkebutuhan khusus.
Dalam rangkaian kegiatan, Bunda Inklusi dan FPMI Aceh turut memberikan Anugerah Apresiasi Inklusi 2026 kepada sejumlah penggerak pendidikan inklusif.
Penghargaan tersebut antara lain Ketua FPMI Dedikatif kepada Muslailati SPd, Ketua FPMI Inspiratif kepada Dr Dahrina M SAg MA dan Dra Saudah Pakeh MPd.
Sementara Bunda Inklusi Inspiratif diberikan kepada Desilusiana, SKM Bunda Inklusi Inovatif kepada Hj Yasmaidar SE dan Bunda Inklusi Dedikatif kepada Annisatul Fuad SE.
Ketua FPMI Aceh Dr Hj Ummiyani SAg MPd menyampaikan apresiasi atas dukungan Kanwil Kemenag Aceh dan Bunda Inklusi Aceh.
Kegiatan ditutup Kabid Pendidikan Madrasah Kemenag Aceh Khairul Azhar SAg MSi yang mengingatkan madrasah agar mampu memetakan hambatan peserta didik berkebutuhan khusus dan mengalokasikan kebutuhan mereka dalam perencanaan anggaran RKAM.
Bimtek dan Anugerah Apresiasi Inklusi 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat praktik pendidikan inklusif agar setiap peserta didik memperoleh kesempatan belajar dan layanan pendidikan secara setara.
Ketua Panitia Hj Fikriah MPd didampingi Sekretaris Dr Zulfahmi mengungkapkan bagi peserta yang mengikuti kegiatan sampai tuntas diberikan sertifikat dengan bobot 32 jam pertemuan.

















