Aceh

Kabut Asap Menebal di Banda Aceh, Sekolah Daring dan Puskesmas Siaga 24 Jam

Banda Aceh, Infoaceh.net – Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kota Banda Aceh mendorong pemerintah setempat mengambil langkah antisipasi untuk melindungi kesehatan masyarakat.

Pemerintah Kota Banda Aceh menyiagakan pelayanan kesehatan dan menerapkan kebijakan pembelajaran daring guna mengurangi risiko paparan asap, terutama bagi anak-anak usia sekolah.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Kondisi tersebut menjadi perhatian Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyusul kabut asap yang terpantau di ibu kota Provinsi Aceh di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera.

Sebagai respons, Illiza menggelar rapat koordinasi bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait pada Jumat (16/10/2026) sore. Pertemuan tersebut membahas langkah penanganan dan kesiapsiagaan pemerintah menghadapi potensi memburuknya kondisi udara.

Salah satu kebijakan yang disiapkan adalah menyiagakan seluruh Puskesmas di Kota Banda Aceh selama 24 jam melalui koordinasi Dinas Kesehatan.

Kesiapsiagaan tersebut ditujukan untuk memastikan warga yang mengalami keluhan kesehatan akibat paparan asap, khususnya gangguan saluran pernapasan, dapat memperoleh penanganan medis secepat mungkin.

Baca Juga:  Harga Material Melejit, Bantuan Rumah Rusak Berat Korban Bencana Aceh Naik Jadi Rp70 Juta

Selain memperkuat sektor kesehatan, Pemko Banda Aceh mengambil langkah pencegahan melalui dunia pendidikan.

Aktivitas belajar mengajar di sekolah dialihkan ke sistem pembelajaran daring berdasarkan surat edaran wali kota. Kebijakan ini ditempuh sebagai upaya mengurangi aktivitas siswa di luar rumah ketika kabut asap masih menjadi ancaman bagi kualitas udara.

Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perlindungan khusus karena paparan partikel pencemar udara berpotensi mengganggu kesehatan saluran pernapasan.

Sementara itu, pemerintah mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengabaikan potensi dampak kesehatan akibat kabut asap.

Warga diminta mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi pemerintah dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terutama mengenai kondisi cuaca dan perkembangan kabut asap di wilayah Aceh.

Baca Juga:  Mualem Lantik Taufik sebagai Pj Sekda Aceh di Medan

Apabila kualitas udara memburuk, masyarakat disarankan mengurangi kegiatan di luar ruangan. Penggunaan masker respirator yang sesuai, seperti N95, juga dianjurkan ketika aktivitas di luar rumah tidak dapat dihindari.

Pengendara kendaraan bermotor turut diminta meningkatkan kewaspadaan apabila kabut asap menyebabkan berkurangnya jarak pandang di jalan raya.

Bagi masyarakat yang mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, atau keluhan pernapasan yang semakin berat, pemerintah mengimbau agar segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Langkah antisipasi ini menjadi bagian dari upaya Pemko Banda Aceh menjaga keberlangsungan pelayanan publik sekaligus meminimalkan risiko kesehatan masyarakat selama kabut asap berlangsung.

Meski demikian, perkembangan kondisi udara tetap perlu dipantau melalui hasil pengukuran resmi. Informasi mengenai tingkat pencemaran dan durasi penerapan pembelajaran daring menjadi hal penting yang perlu disampaikan secara berkala agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas dengan aman.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Beri Komentar

Artikel Terkait