Pendidikan

Balai Bahasa Provinsi Aceh Luncurkan Kamus Kemaritiman Aceh-Indonesia

BANDA ACEH – Balai Bahasa Provinsi Aceh (BBPA) meluncurkan Kamus Kemaritiman Aceh-Indonesia versi cetak dan daring. Kegiatan berlangsung di sula Dr Abdul Junaidi BBPA, Jum’at (24/12).

Peluncuran dilakukan Kabid Pembinaan SMA dan Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan Aceh Hamdani. Ia menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu hingga tersusunnya kamus ini.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Peluncuran Kamus Kemaritiman Aceh-Indonesia dihadiri oleh beberapa perwakilan instansi di Provinsi Aceh, di antaranya Universitas Syiah Kuala, UIN Ar-Raniry, Universitas Bina Bangsa Getsempena, Universitas Serambi Mekkah, Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Dinas Pendidikan Aceh, Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh, Dinas Perpustakaan dan Arsip Aceh, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Aceh, Komunitas FAMe dan Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh.

Baca Juga:  Prof Siddiq Armia dari UIN Ar-Raniry Masuk Daftar Ilmuwan Top Dunia

Kamus ini melalui beberapa proses hingga tercipta dalam bentuk cetak dan daring. Tahap-tahap tersebut adalah inventarisasi kosakata, lokakarya, sidang komisi bahasa daerah dan penyuntingan.

Selain itu, ke depannya kamus ini akan selalu diperbaharui melalui versi daring. Masyarakat juga dapat mengusulkan kosakata terkait kemaritiman ke dalam kamus tersebut.

Baca Juga:  STIS Al-Aziziyah Sabang Wisuda 54 Sarjana, Abu Mudi Tekankan Tanggung Jawab Amalkan Ilmu

“Semoga dengan adanya kamus ini, BBPA mampu memberikan manfaat kepada masyarakat dan berkontribusi terhadap pelestarian bahasa daerah dan pemerkayaan kosakata bahasa Indonesia,” harap Hamdani.

Kepala BBPA Karyono mengatakan, entri kosakata kemaritiman ini dapat bertambah dan memberikan ruang kepada masyarakat untuk berkontribusi, melalui pengusulan kosakata bahasa Aceh ke Kamus Kemaritiman Aceh-Indonesia versi daring.

“Ke depan, BBPA akan menyusun kamus bidang budaya, di antaranya mulai prosesi kelahiran hingga kematian, pranata sosial, kuliner, perangkat alat masak, struktur bangunan dan sebagainya,” ujar Karyono. (IA)

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait