Pendidikan

SMK se-Aceh Tengah dan Bener Meriah Teken MoU dengan Jissho Jepang

Takengon — Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Yayasan Jissho Jepang, pada Selasa (6/4).

Penandatanganan MoU antara Direktur Yayasan Jissho Jepang Rismaja Putra MM dengan Kepala SMK se-Aceh Tengah dan Bener Meriah disaksikan langsung Kepala Dinas Pendidikan Aceh Alhudri. Kerja sama tersebut meliputi bidang pembangunan sumberdaya manusia lulusan SMK yang akan dikirim magang dan bekerja ke Jepang.

Sebagaimana diketahui, Jissho Foundation adalah lembaga pendidikan, pelatihan nonformal yang mendidik, melatih dan menempatkan para siswa dan alumni dari SMK untuk menjadi tenaga kerja yang berkarakter, terampil di bidangnya dan memiliki jiwa kewirausahaan.

Baca Juga:  MTsN 1 Banda Aceh Juara Umum FLASH SMA MOSA 2026, Borong Belasan Gelar di Berbagai Cabang

Dalam arahannya, Alhudri menegaskan penyelenggaraan pendidikan kejuruan di Aceh saat ini penuh tantangan, seperti belum maksimalnya jumlah dan kompetensi guru kejuruan hingga sarana dan prasarana yang ada di sekolah.

“Begitu juga, jumlah industri di Aceh masih terbatas dan kurangnya penempatan kerja alumni SMK di Aceh ke industri-industri di tingkat nasional dan internasional,” tegasnya.

Namun, katanya lagi, dari semua tantangan itu, buktinya siswa SMK di Aceh mampu mengukir prestasi di berbagai bidang keahlian.

“Suatu kebanggaan bagi kita, lulusan SMK kita bisa berkarya di industri-industri nasional bahkan internasional. Dukungan dari berbagai pihak menjadi kunci penting kesuksesan ini,” terang Alhudri.

Baca Juga:  UIN Ar-Raniry Dapat Izin Buka Fakultas Kedokteran, Segera Terima Mahasiswa

Penandatanganan MoU antara Dinas Pendidikan Aceh dengan Yayasan Jissho Jepang ini, sebut Alhudri, menjadi upaya nyata Pemerintah Aceh serius untuk memastikan lulusan SMK dapat bekerja di dunia industri.

“Saya harapkan, semua yang terlibat dalam kerja sama ini untuk benar-benar serius menindaklanjuti isi dari perjanjian ini. Kami akan lihat bukti nyatanya dan akan menjadi bahan evaluasi dari kami ke depan, agar pendidikan di Aceh makin maju dan berkembang,” demikian Alhudri. (IA)

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait