Aceh Besar, Infoaceh.net – Bendungan irigasi di Gampong Lamtimpeung, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, kini mulai beroperasi setelah pembangunan infrastruktur pengairan tersebut rampung.
Bendungan ini diharapkan mampu memperkuat ketersediaan air bagi lahan pertanian masyarakat, sekaligus membantu petani menghadapi persoalan pasokan air, terutama ketika memasuki musim kemarau.
Infrastruktur tersebut berfungsi menampung dan mengatur aliran air sungai untuk selanjutnya disalurkan melalui jaringan irigasi menuju areal persawahan. Dengan beroperasinya bendungan, petani diharapkan memiliki kepastian pasokan air yang lebih baik dalam mengatur musim tanam.
Manfaat jaringan irigasi tidak hanya dirasakan masyarakat Gampong Lamtimpeung. Sejumlah gampong di sekitar lokasi juga mendapatkan manfaat, yakni Gampong Lampuja, Cucum, Rabung, dan Limpok.
Secara keseluruhan, jaringan irigasi tersebut melayani areal persawahan lebih dari 40 hektare.
Bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian, keberadaan infrastruktur pengairan menjadi bagian penting dalam menentukan keberhasilan produksi. Ketersediaan air yang cukup memungkinkan petani mengatur waktu tanam dengan lebih terencana serta membuka peluang peningkatan frekuensi panen.
Keuchik Gampong Lamtimpeung, Muktar, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Besar atas perhatian terhadap kebutuhan petani, khususnya melalui pembangunan infrastruktur pengairan tersebut.
Menurutnya, bendungan yang telah selesai dibangun dan mulai dimanfaatkan itu diharapkan dapat memberikan kepastian air bagi sawah masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terutama Bapak Bupati Aceh Besar Syech Muharram yang telah memberikan perhatian kepada petani. Bendungan ini sudah selesai dan mulai beroperasi, sehingga kami berharap kebutuhan air untuk sawah bisa lebih terjamin dan hasil pertanian masyarakat semakin meningkat,” ujar Muktar, Sabtu (19/9/2026).
Harapan peningkatan produksi juga disampaikan petani Gampong Lamtimpeung, Mawardi. Menurutnya, keterbatasan air selama ini menjadi salah satu kendala yang membuat sebagian petani hanya mampu melakukan satu kali musim tanam dalam setahun.
Dengan beroperasinya bendungan, petani berharap pola tanam dapat ditingkatkan sehingga memungkinkan terjadinya dua kali panen dalam setahun.
“Kami berharap dengan adanya bendungan ini, petani bisa mendapatkan air yang cukup sehingga ke depan dapat panen dua kali dalam setahun. Selama ini kami biasanya hanya bisa panen sekali karena terkendala air,” kata Mawardi.
Ia menilai, keberadaan bendungan juga memberi ruang bagi petani untuk mengatur pola tanam berdasarkan ketersediaan air dan kondisi lahan.
Menurutnya, apabila pasokan air dapat terjaga, lahan pertanian tidak hanya dapat digunakan untuk tanaman padi, tetapi juga berpotensi dikembangkan untuk tanaman palawija.
“Insyaallah, dengan bendungan ini kami lebih mudah mengatur air ke sawah. Selain padi, kami juga berharap bisa menanam palawija sehingga lahan pertanian dapat dimanfaatkan lebih maksimal,” pungkasnya.
Beroperasinya bendungan Lamtimpeung menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas pertanian masyarakat di wilayah Darussalam. Ke depan, efektivitas jaringan irigasi tersebut akan sangat bergantung pada pengelolaan, pemeliharaan, serta pembagian air yang baik agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh petani di lima gampong penerima manfaat.
Selain meningkatkan ketersediaan air, optimalisasi jaringan irigasi juga diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas lahan, memperkuat ketahanan pangan masyarakat, dan meningkatkan pendapatan petani di kawasan tersebut.

















