Aceh

Aceh Peringkat Empat MTQ Nasional 2026, Raih 99 Poin dan Ukir Prestasi Bersejarah di Semarang

SEMARANG, Infoaceh.net — Kafilah Aceh berhasil menempati peringkat keempat pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah. Aceh mengoleksi 99 poin, berada pada posisi yang sama dengan Jawa Timur.

Capaian tersebut menempatkan Aceh di bawah Kalimantan Timur sebagai juara umum dengan 288 poin, tuan rumah Jawa Tengah dengan 208 poin, serta DKI Jakarta dengan 129 poin.

Hasil tersebut lebih baik dari tahun 2024. Dua tahun lalu, Provinsi Aceh berada di peringkat ke-12 pada ajang MTQ Nasional ke-30 Tahun 2024 yang diselenggarakan di Kalimantan Timur.

Juara tersebut diumumkan dalam malam penutupan MTQ Nasional XXXI yang berlangsung di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Sabtu malam (19/9/2026).

Posisi keempat menjadi catatan penting bagi Aceh, terutama karena MTQ Nasional berikutnya pada 2028 akan digelar di Tanah Rencong. Aceh telah ditetapkan sebagai tuan rumah MTQ Nasional 2028.

Kafilah Aceh tidak hanya mengandalkan perolehan poin dari sejumlah peserta yang masuk babak final, tetapi juga berhasil mencatat prestasi khusus pada beberapa cabang yang diperlombakan.

Dalam klasemen akhir MTQ Nasional XXXI, Aceh dan Jawa Timur sama-sama mengumpulkan 99 poin.

Posisi tersebut menempatkan Aceh di jajaran empat besar nasional, sekaligus menunjukkan bahwa kafilah Aceh mampu bersaing dengan sejumlah provinsi yang selama ini memiliki tradisi kuat dalam pembinaan dan prestasi MTQ.

Di atas Aceh terdapat tiga provinsi dengan perolehan poin lebih tinggi. Kalimantan Timur keluar sebagai juara umum dengan 288 poin, disusul Jawa Tengah dengan 208 poin, kemudian DKI Jakarta dengan 129 poin.

Berikutnya Aceh dan Jawa Timur sama-sama 99 poin, Sumatera Utara dan Jawa Barat masing-masing 71 poin, Sumatera Selatan 55 poin, Banten 52 poin, Riau 35 poin, Nusa Tenggara Barat 33 poin dan Sulawesi Selatan 31 poin.

Sistem penilaian MTQ Nasional XXXI menggunakan skema 9-7-5-3-2-1. Juara pertama mendapatkan sembilan poin, juara kedua tujuh poin, juara ketiga lima poin, sedangkan Harapan I, Harapan II dan Harapan III masing-masing mendapatkan tiga, dua dan satu poin.

Akumulasi nilai dari seluruh cabang dan golongan tersebut kemudian menentukan posisi masing-masing kafilah dalam klasemen akhir.

Prestasi Bersejarah Fahmil Quran Putri

Baca Juga:  BSI Kota Atas Sabang Digugat Nasabah, Tuntut Ganti Rugi Ratusan Juta

Salah satu pencapaian yang menonjol dari kafilah Aceh di Semarang datang dari cabang Fahmil Quran Putri.

Tiga santriwati Dayah Insan Qurani (IQ) Aceh Besar, yakni Azka Dara Maulidya, Kayyisa Farras dan Izza Mushviya, berhasil meraih juara pertama.

Dalam babak final yang berlangsung di Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Jumat (18/9/2026), regu Aceh mengumpulkan 1.505 poin.

Mereka mengungguli regu Kalimantan Timur yang memperoleh 1.290 poin, Jawa Tengah 1.170 poin dan Jawa Timur 835 poin.

Prestasi tersebut menjadi catatan tersendiri karena merupakan gelar juara pertama Fahmil Quran Putri bagi Aceh di tingkat MTQ Nasional sejak cabang tersebut mulai diperlombakan pada 1981.

Keberhasilan tiga santriwati tersebut turut memperkuat capaian keseluruhan kafilah Aceh di Semarang.

Sebelum berangkat ke Jawa Tengah, kafilah Aceh menjalani serangkaian persiapan dan pembinaan. Aceh mengirim 81 orang, terdiri atas 58 peserta, 14 pelatih dan sembilan official. Seluruh cabang yang diperlombakan di MTQ Nasional XXXI diikuti oleh peserta dari Aceh.

Keikutsertaan dalam seluruh cabang memberikan peluang bagi Aceh untuk mengumpulkan poin dari berbagai kategori.

Sejumlah peserta Aceh juga berhasil menembus babak final, termasuk pada cabang tilawah, hifzhil Quran, tafsir dan cabang lainnya.

Capaian tersebut kemudian berkontribusi terhadap akumulasi 99 poin yang menempatkan Aceh di posisi keempat bersama Jawa Timur.

Kaltim Pertahankan Gelar Juara Umum

Sementara itu, Kalimantan Timur kembali keluar sebagai juara umum MTQ Nasional. Kaltim mengumpulkan 288 poin, unggul 80 poin dari tuan rumah Jawa Tengah yang berada di posisi kedua dengan 208 poin. DKI Jakarta menempati posisi ketiga dengan 129 poin.

Gelar tersebut sekaligus membuat Kaltim mempertahankan Piala Bergilir Presiden RI setelah sebelumnya menjadi juara umum MTQ Nasional XXX di Samarinda pada 2024.

Konsistensi menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap perolehan poin Kaltim. Dari 48 kategori yang diikuti, sebanyak 37 peserta Kaltim berhasil menembus babak final atau sekitar 77,1 persen.

Hasil para peserta kemudian dikonversikan ke dalam sistem poin yang berlaku pada MTQ Nasional XXXI.

Aceh Menuju MTQ Nasional 2028

Bagi Aceh, posisi keempat di Semarang memiliki arti strategis karena estafet MTQ Nasional selanjutnya akan berpindah ke Aceh pada 2028.

Baca Juga:  Bank Aceh Syariah Raih KEJAR Award OJK 2026

Aceh terakhir menjadi tuan rumah MTQ Nasional pada 1981 di Banda Aceh. Setelah lebih dari empat dekade, penyelenggaraan ajang nasional tersebut kembali akan berlangsung di Aceh.

Penetapan Aceh sebagai tuan rumah MTQ Nasional 2028 membuat hasil di Semarang menjadi salah satu bahan evaluasi penting bagi pembinaan kafilah daerah.

Prestasi juara pertama Fahmil Quran Putri serta keberhasilan Aceh mengumpulkan 99 poin dan berada di empat besar nasional dapat menjadi bagian dari modal pembinaan menuju penyelenggaraan dua tahun mendatang.

Tantangan bagi Aceh berikutnya adalah mempertahankan prestasi para peserta yang telah menunjukkan kemampuan di tingkat nasional sekaligus memperluas pembinaan pada cabang-cabang yang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap perolehan poin.

Secara historis, Aceh juga pernah berada di posisi paling atas dalam sejarah MTQ Nasional. Aceh menjadi juara umum MTQ Nasional XII tahun 1981, ketika Banda Aceh menjadi tuan rumah penyelenggaraan.

Setelah itu, gelar juara umum MTQ Nasional tersebar di berbagai daerah. DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Banten dan Sumatera Barat tercatat pernah menjadi juara umum dalam berbagai edisi.

Kalimantan Timur menjadi juara umum pada 2024 dan kembali mempertahankan gelar tersebut pada 2026. Sementara Aceh kini mencatatkan posisi empat besar pada MTQ Nasional XXXI dengan 99 poin.

Peringkat 10 Besar MTQ Nasional XXXI Tahun 2026:

1. Kalimantan Timur — 288 poin

2. Jawa Tengah — 208 poin

3. DKI Jakarta — 129 poin

4. Aceh dan Jawa Timur — 99 poin

5. Sumatera Utara dan Jawa Barat — 71 poin

6. Sumatera Selatan — 55 poin

7. Banten — 52 poin

8. Riau — 35 poin

9. Nusa Tenggara Barat — 33 poin

10. Sulawesi Selatan — 31 poin

Dengan berakhirnya MTQ Nasional XXXI di Semarang, perhatian selanjutnya akan tertuju kepada Aceh sebagai tuan rumah MTQ Nasional 2028.

Posisi empat besar yang diraih di Semarang menjadi bagian dari catatan perjalanan kafilah Aceh sekaligus pijakan menuju penyelenggaraan MTQ Nasional di Banda Aceh dan sejumlah daerah di Aceh pada 2028.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Beri Komentar

Artikel Terkait