Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Aceh 2021 Sebesar 2,79 Persen

BANDA ACEH – Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh dalam rilis resminya yang dikeluarkan, Senin (7/2), melaporkan, pertumbuhan ekonomi Aceh triwulan IV tahun 2021 tumbuh sebesar 2,79 persen dengan memperhitungkan minyak dan gas (migas) dan tumbuh 3,59 persen tanpa migas.

“Ekonomi Aceh secara kumulatif tumbuh 2,79 persen. Bahkan jika komponen migas dikeluarkan, perekonomian Aceh tetap tumbuh 3,59 persen,” kata Tasdik Ilhamuddin, Koordinator Fungsi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Aceh (Nerwilis) BPS Aceh, dalam keterangan yang disiarkan secara langsung melalui akun YouTube BPS Aceh.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Tasdik menyebutkan, Ekonomi Aceh Triwulan IV tahun 2021 dibandingkan Triwulan IV tahun 2020, tumbuh sebesar 7,39 persen, dengan migas dan tumbuh 7,53 persen tanpa migas.

Baca Juga:  Jembatan Permanen Kutablang Bireuen Dibuka 20 September, Progres Sudah 99,14 Persen

Distribusi terbesar dari pertumbuhan ekonomi Aceh disumbang oleh beberapa sektor, yaitu pertanian/kehutanan/perikanan, perdagangan besar/eceran/reparasi mobil dan sepeda motor serta administrasi pemerintahan/pertahanan dan Jaminan Sosial.

Sementara untuk pertumbuhan tertinggi adalah pada bidang transportasi dan pergudangan, jasa kesehatan dan kegiatan sosial serta informasi dan komunikasi.

Tasdik menyebutkan jika berdasarkan Kerangka Sampel Area, produksi padi pada triwulan IV mengalami peningkatan dibandingkan triwulan III, karena terjadi pergeseran puncak panen.

“Subsektor peternakan mengalami penurunan dibandingkan triwulan 3, karena pada triwulan tersebut jatuh Hari Raya Qurban,” kata dia.

Baca Juga:  Nasabah Bank Aceh, Yuk Ramaikan SYAFIF Goes To Aceh, Ada Bazar UMKM hingga Promo Keuangan Syariah

Tasdik menambahkan, beberapa peningkatan lain berdasarkan statistik, tercatat pada produksi kayu, pertambangan migas, dan pertambangan batu bara.

Ia mengatakan jika industri pengolahan secara umum juga mengalami kenaikan dibandingkan setahun lalu karena aktivitas mulai membaik.

Selain itu, jumlah penerbangan dan penumpang angkutan udara di Aceh juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2020.

Pada akhir tahun 2021, bisnis angkutan darat juga meningkat. Sementara data Tingkat Penghunian Kamar pada sektor penyediaan akomodasi mengalami kenaikan signifikan di triwulan 4 ini.

“Dimana mulai banyak acara-acara yang sudah dilakukan di hotel. Hal itu membuat pengunjung hotel meningkat karena mobilitas sudah membaik,” kata Tasdik. (IA)

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait