BANDA ACEH — Malam pergantian tahun baru 2023 masehi di Kota Banda Aceh berlangsung tanpa perayaan dan pesta kembang api, suara terompet dan mercon.
Hal ini tentu sangat berbeda dengan masyarakat di provinsi lain di Indonesia yang merayakan malam pergantian tahun baru di wilayahnya dengan sangat meriah.
Masyarakat di Aceh dan kota Banda Aceh terlihat mematuhi imbauan dari pemerintah untuk tidak merayakan malam tahun baru.
Pemerintah Kota Banda Aceh bersama Forum Komunikasi Petinggi Daerah (Forkopimda) sebelumnya menyerukan kepada seluruh masyarakatnya agar tidak melakukan acara perayaan malam pergantian tahun baru (1/12/2023).
Dalam seruan bersama itu, para warga diminta agar tidak melakukan kegiatan euforia seperti meniup terompet, membakar kembang api serta petasan.
Seruan bersama itu disampaikan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh melalui surat edaran dan bahkan melalui spanduk dan baliho yang dipasang di setiap persimpangan jalan Kota Banda Aceh.
Imbauan larangan untuk tidak merayakan malam pergantian tahun baru kali ini juga mendapat tanggapan positif dari sejumlah warga.
Para warga Aceh menilai, kebijakan Pemerintah Aceh sangat tepat lantaran Aceh merupakan daerah yang memberlakukan syariat Islam.
Sebelumnya, Forkopimda Banda Aceh mengeluarkan seruan atau himbauan terkait pelaksanaan malam pergantian tahun.
Imbauan tersebut yakni kepada warga Banda Aceh agar pada malam pergantian tahun baru masehi 1 Januari 2023 tidak melakukan perayaan apapun baik di tempat terbuka maupun tempat tertutup seperti pesta kembang api, mercon/petasan, meniup terompet, balap-balapan kendaraan dan permainan/kegiatan hura-hura lainnya yang tidak bermanfaat.
Warga dilarang memperjualbelikan, membakar petasan/mercon, kembang api, terompet atau sejenisnya. Demi terciptanya ketenangan dan ketertiban di masyarakat, dilarang melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa dan senantiasa menjaga protokol kesehatan.
Selain itu, warga bersama-sama memperkokoh persatuan dan kesatuan serta kerukunan umat beragama guna memelihara perdamaian, keamanan dan ketertiban dalam kehidupan masyarakat,.
Selain itu meningkatkan kepedulian dalam menegakkan syariat Islam dengan tidak melakukan berbagai kegiatan yang melanggar peraturan perundang-undangan dan qanun syariat Islam, serta menjaga jati diri warga Banda Aceh yang bersyariat.
Seluruh elemen masyarakat meningkatkan kepedulian, saling menghormati dan membantu demi tercapainya ketertiban serta keamanan di masyarakat.
Pemerintah kota Banda berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah melalui malam pergantian tahun baru masehi, dari 2022 ke 2023, tanpa melakukan perayaan dan tanpa melanggar kearifan lokal dan syariat Islam
Atas kepatuhan tersebut, pemerintah kota Banda menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah melalui malam pergantian tahun baru masehi, dari 2022 ke 2023, tanpa melakukan perayaan dan tanpa melanggar kearifan lokal dan syariat Islam.
Hal tersebut disampaikan oleh Penjabat Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq bersama unsur Forkopimda Banda Aceh lainnya, usai melakukan patroli ke seluruh kota dan menunggu detik-detik pergantian di Banda Aceh.
“Alhamdulillah tidak ada masyarakat di kota yang merayakan malam tahun baru, oleh karena itu kita berterima kasih kepada masyarakat,” katanya di Banda Aceh, Ahad dini hari (1/1/2023).
“Berdasarkan hasil pantauan kita ke sejumlah titik rawan hingga lokasi wisata tidak ada perayaan malam tahun baru ini, meski masyarakat banyak yang keluar rumah namun mereka hanya duduk bersantai saja di warung kopi, atau taman kota serta pasar,” sebutnya.
Kapolda Aceh Irjen Pol Ahmad Haydar bersama Pangdam Iskandar Muda (IM) Mayjen TNI Mohamad Hasan, Kajati Aceh Bambang Bachtiar dan Forkopimda Aceh ikut melaksanakan monitoring dalam rangka pengamanan malam pergantian tahun baru 2023 wilayah provinsi Aceh. Sabtu malam (31/12/2022)
Kegiatan diawali dengan zoom meeting dengan Panglima TNI dan Kapolri, yang diikuti jajaran Forkopimda Se-Indonesia. Usai zoom meeting Pangdam IM bersama Forkopimda Aceh meninjau langsung pos pengamanan pergantian tahun, dimulai dari Pos Simpang Surabaya, Pos Simpang Lima dan terakhir di Pos Blang Padang.
Pada Pos Simpang Surabaya Pangdam IM bersama Forkopimda memberikan bingkisan kepada petugas pengamanan dari TNI, Polri dan instansi terkait. Selesai meninjau pos pengamanan, rombongan juga menyapa masyarakat di kedai-kedai kopi, dimana masyarakat kota Banda Aceh berkumpul menunggu malam pergantian tahun.
Dalam wawancaranya Kapolda Aceh menyampaikan upaya Polri khususnya di wilayah Aceh, menghimbau untuk tidak menyalakan petasan, tidak membunyikan terompet dan tidak boleh melaksanakan konser musik karena wilayah Aceh adalah daerah yang menerapkan syariat islam.
Tahun baru kali ini Polda Aceh mensiagakan 1.035 personel, sementara dari instansi terkait sejumlah 1.014 personel. Sehingga personel yang dikerahkan sebanyak 2.049, yang disiagakan untuk mengamankan malam pergantian tahun di wilayah Aceh. (IA)























