Umum

Aparat Harus Tindak Lanjuti Tuduhan Ijazah Jokowi Versi Beathor Suryadi

Infoaceh.net -Tuduhan ijazah palsu Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) milik Presiden RI ke-7 Joko Widodo alias Jokowi dicetak ulang di Pasar Pramuka, Jakarta Pusat menjelang pencalonannya sebagai Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012, ditanggapi pakar telamatika Roy Suryo.

Tudingan ijazah Jokowi dicetak ulang di Pasar Pramuka diketahui disampaikan politikus senior PDIP Beathor Suryadi yang dikutip dari tayangan iNews.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

“Pernyataan Beathor Suryadi sangat cetar membahana,” kata Roy Suryo melalui keterangan tertulisnya, Jumat 20 Juni 2025.

Baca Juga:  Kajati Aceh Tekankan Pola Hidup Sederhana, Keluarga Harus Menjaga Integritas Jaksa

Untuk mengungkap pengakuan Beathor Suryadi, kata Roy Suryo, perlu ditelusuri nama-nama seperti Anggit Nugraha, David dan Nugroho (Tim Solo), Denny Iskandar, Indra dan Yulianto (Tim Jakarta).

Berikutnya Ketua DPRD DKI Jakarta periode 2014-2024 Prasetyo Edi Marsudi, mantan Ketua KPU DKI Jakarta Juri Ardiantoro,  mantan Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra M Syarif,dan mantan Gubernur Lemhanas Andi Widjajanto.

Baca Juga:  Enam Hari Polemik Alkes RSUD Belum Ada Solusi, Pemko Sabang Masih Tunggu Arahan Pimpinan

“Artinya kalau memang benar pernyataan Beathor Suryadi, maka aparat harus segera menindaklanjutinya,” kata Roy Suryo.

Roy Suryo mendesak aparat tidak tebang pilih menangani kasus   dugaan ijazah palsu Jokowi.

“Ironisnya Pasar Pramuka sudah terbakar pada 2 Desember 2024. Jadi bisa dimungkinkan banyak “bukti dan saksi” yang menghilang. semoga ini bukan kesengajaan pihak-pihak tertentu untuk menghapus jejak ijazah tersebut,” pungkas Roy Suryo.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait