Banda Aceh, Infoaceh.net — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) membuka peluang pengoperasian lintasan angkutan penyeberangan ferry/ro-ro jarak jauh rute Jakarta–Banda Aceh sebagai langkah strategis memperkuat konektivitas nasional sekaligus menekan biaya distribusi logistik ke Aceh.
Rencana tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Aula Multimoda Dinas Perhubungan Aceh, Jum’at (24/4/2026), dan dipimpin langsung Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal.
Faisal mengatakan, kehadiran jalur pelayaran langsung dari Jakarta ke Banda Aceh menjadi kabar baik bagi dunia usaha di Aceh karena membuka akses distribusi barang yang lebih efisien, cepat dan kompetitif.
“Ini peluang besar bagi pelaku usaha di Aceh. Kapal ro-ro tidak hanya mengangkut barang, tetapi juga penumpang serta kendaraan yang membawa kontainer,” ujar Faisal.
Menurutnya, pengembangan jalur laut merupakan kebutuhan mendesak di tengah tingginya beban transportasi darat yang selama ini menjadi tulang punggung distribusi barang ke Aceh.
Kondisi jalan nasional yang padat serta biaya operasional angkutan darat yang terus meningkat membuat moda laut menjadi solusi jangka panjang.
Ia menilai, jika rute ini terealisasi, maka distribusi logistik ke Aceh akan lebih stabil dan biaya angkut dapat ditekan sehingga berdampak pada harga barang di pasaran.
Selain itu, pengoperasian ferry jarak jauh tersebut juga diyakini mampu mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas akibat padatnya kendaraan berat di jalur lintas Sumatera.
“Dengan adanya alternatif jalur laut, beban jalan raya bisa berkurang. Ini juga mengurangi kerusakan infrastruktur akibat kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL),” katanya.
Faisal menambahkan, jalur laut juga menjadi opsi penting saat terjadi bencana alam seperti putusnya jalan nasional, longsor, maupun kerusakan jembatan yang kerap menghambat arus logistik menuju Aceh.
“Selama ini ketika jalan putus, distribusi langsung terganggu. Kalau ada jalur laut reguler, maka pasokan barang tetap berjalan,” jelasnya.
Tak hanya itu, dinamika geopolitik global yang berdampak pada kenaikan harga bahan bakar minyak juga menjadi pertimbangan pemerintah dalam mendorong moda transportasi laut yang dinilai lebih hemat energi untuk pengangkutan massal.
Faisal optimistis jika tarif angkutan ditawarkan kompetitif, maka rute Jakarta–Aceh akan diminati kalangan pengusaha, distributor, hingga masyarakat umum.
Ia menegaskan Pemerintah Aceh siap memberikan dukungan penuh, baik dari sisi regulasi, fasilitasi pelabuhan, maupun kebijakan strategis lainnya agar rencana tersebut segera terealisasi.
Sementara Executive Director Regional I PT ASDP Indonesia Ferry, Theresia Damayanti, mengatakan pihaknya terus mengembangkan bisnis angkutan penyeberangan berbasis kebutuhan pasar, khususnya sektor logistik dan konektivitas antarwilayah.
Menurutnya, Aceh memiliki potensi besar sebagai simpul perdagangan di ujung barat Indonesia, sehingga pembukaan rute langsung dari Jakarta dinilai sangat prospektif.
Jika terealisasi, lintasan ini akan menjadi jalur strategis baru yang bukan hanya mempermudah distribusi barang, tetapi juga mendorong pertumbuhan investasi, perdagangan, pariwisata, serta memperkuat posisi Aceh sebagai gerbang maritim nasional di kawasan barat Indonesia.

















