Pendidikan

Tingkatkan Kompetensi Filologi, Mahasiswa SKI UIN Ar-Raniry Praktikum Langsung di Museum Aceh

Banda Aceh, Infoaceh.net –– Mahasiswa Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Ar-Raniry Banda Aceh menggelar praktikum di Museum Aceh, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di ruang koleksi Museum Aceh ini fokus pada pendalaman manuskrip dan naskah kuno sebagai bagian dari mata kuliah wajib Praktikum dan Pemeliharaan Naskah Kuno.

Dosen pengampu bidang tersebut, Hermansyah, yang dikenal juga sebagai Filolog Aceh menjelaskan, Museum Aceh adalah “gudang manuskrip” di Aceh yang banyak menyimpan naskah kuno, sebagiannya besarnya belum terjamah untuk kajian.

“Museum Aceh adalah lumbung naskah kuno, bahkan juga mengoleksi sumber-sumber primer lainnya yang dapat dijadikan bagian penting untuk kajian para mahasiswa,” ujar Hermansyah saat mendampingi mahasiswa.

Kunjungan mahasiswa SKI diterima langsung oleh Kepala Seksi Koleksi dan Bimbingan Edukasi Museum Aceh, Nurhasanah dan didampingi Kurator bidang filologika Museum Aceh, Aulia dan Khairunnisak.

Nurhasanah menegaskan koleksi manuskrip yang dimiliki Museum Aceh telah banyak dimanfaatkan untuk kajian akademik dan pengembangan ilmu.

Baca Juga:  Wisuda ke-170, Universitas Syiah Kuala Lepas 3.028 Lulusan

“Manuskrip yang disimpan di Museum Aceh sebanyak 1934 bundel naskah, semuanya dapat dijadikan data riset kajian untuk dipelajari dan diteliti oleh publick guna mengembangkan keilmuan,” ujarnya di hadapan para mahasiswa.

Kegiatan ini semakin memperkuat kolaborasi berkelanjutan antara UIN Ar-Raniry dan Museum Aceh.

Sebelumnya, kedua institusi juga telah melakukan berbagai kerja sama edukatif, termasuk program konservasi koleksi koin, pameran koleksi, diskusi ilmiah yang melibatkan mahasiswa program studi yang sama.

Museum Aceh, yang termasuk dalam jajaran museum tertua di Indonesia, saat ini menyimpan tepatnya 1.934 manuskrip dari total ribuan manuskrip yang diperkirakan masih tersebar di masyarakat Aceh.

Ribuan naskah lainnya masih menjadi koleksi pribadi di berbagai daerah di Aceh, dan bahkan di luar Aceh.

Hermansyah yang juga filolog UIN Ar-Raniry, menyoroti bahwa dari 1.934 manuskrip yang tersimpan di Museum Aceh, belum semuanya terdokumentasi secara detail mengenai isinya.

Baca Juga:  Stop Tekanan dan Minta Setoran ke Kepala Sekolah di Aceh, Jangan Jadikan Mereka Sapi Perahan

Hal ini menyulitkan peneliti yang ingin menelusuri tema-tema tertentu, misalnya naskah tentang kuliner atau pengobatan tradisional. Karena itu, praktikum ini juga dirancang untuk melatih mahasiswa melakukan inventarisasi awal dan kajian deskriptif.

Menurutnya, pendekatan lapangan seperti ini penting untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan konkret dalam filologi dan preservasi naskah, tidak sekadar teori di dalam kelas.

Kegiatan praktikum mahasiswa SKI yang diampu langsung oleh Hermansyah ini sejalan dengan rekomendasi para filolog yang mendorong perlunya kajian lebih lanjut terhadap manuskrip Aceh.

Melalui praktikum ini, Prodi SKI UIN Ar-Raniry berharap dapat melahirkan generasi filolog muda yang mampu merawat, mendokumentasikan, dan mengkaji khazanah intelektual Aceh.

Hermansyah berharap kegiatan seperti ini akan terus didorong sebagai bagian dari upaya memperkenalkan sejarah dan budaya lokal kepada generasi muda di tengah gempuran arus globalisasi.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait