Surat Warga

Insiden di Kampus USK, Jangan Biarkan Emosi Menguasai Akal

Banda Aceh, Infoaceh.net – Insiden bentrokan antarmahasiswa di lingkungan Universitas Syiah Kuala (USK) yang melibatkan kelompok mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian hingga berujung pada terbakarnya gedung laboratorium Fakultas Pertanian menuai keprihatinan berbagai pihak.

Peristiwa yang berujung pada aksi anarkis tersebut dinilai menjadi alarm penting bagi seluruh elemen kampus agar mengedepankan dialog, pengendalian diri, serta penyelesaian konflik secara bijak dan bermartabat.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Pemerhati sosial dan kebijakan publik Aceh, Drs M. Isa Alima, menyampaikan rasa prihatin mendalam atas dinamika yang terjadi di lingkungan kampus kebanggaan masyarakat Aceh tersebut.

Menurutnya, insiden seperti ini tidak boleh kembali terulang karena kampus merupakan ruang pendidikan, pembinaan karakter, serta tempat lahirnya generasi masa depan daerah.

“Kita semua harus prihatin dengan apa yang terjadi di USK. Kampus ini bukan hanya tempat belajar, tetapi juga harapan jutaan rakyat Aceh untuk melahirkan generasi yang berkualitas. Karena itu, saatnya semua pihak berpikir jernih dan tidak membiarkan emosi menguasai akal,” ujar Isa Alima dalam keterangannya, Jum’at (22/5/2026).

Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dapat menahan diri dan tidak memperkeruh situasi.

Baca Juga:  Tim Mahasiswa Fakultas Pertanian USK Raih Medali Perak di Malaysia

Menurutnya, penyelesaian persoalan harus dilakukan secara bijak, baik melalui mekanisme internal kampus maupun proses hukum agar seluruh fakta dapat terungkap secara terang benderang.

“Kita berharap hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi di masa depan. Semua pihak yang terlibat harus bisa menahan diri. Mari kita menyikapi insiden ini dengan bijak agar dapat diselesaikan dengan baik, baik secara internal maupun melalui penegak hukum sehingga semuanya menjadi terang benderang dan terungkap secara tuntas,” katanya.

Isa menilai USK sebagai salah satu perguruan tinggi unggulan di Aceh memiliki posisi yang sangat strategis bagi kemajuan daerah.

Karena itu, setiap persoalan yang terjadi di lingkungan kampus tidak hanya berdampak pada civitas akademika, tetapi juga memengaruhi citra pendidikan Aceh di mata publik.

“USK adalah jantung pendidikan rakyat Aceh. Kita tidak bisa membiarkan apa yang terjadi merusak marwah kampus yang telah dibangun selama puluhan tahun. Semua pihak harus berpikir jernih, tidak terbawa emosi, dan bersama-sama menjaga suasana teduh,” tambahnya.

Baca Juga:  Jejak Orang Pidie: Dari Kampung Menaklukkan Rantau

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberi dukungan kepada pihak kampus dan aparat penegak hukum dalam menangani kasus tersebut.

Menurutnya, proses investigasi yang sedang berjalan harus dihormati dengan tetap mengedepankan sikap bijaksana serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

“Kita harus percaya pada proses yang sedang dilakukan pihak berwenang. Jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Yang paling penting adalah kita semua tetap bisa menjaga suasana kondusif di lingkungan kampus,” jelasnya.

Sebagai pemerhati sosial yang lama mengikuti perkembangan Aceh, Isa berharap seluruh unsur di USK dapat kembali menyatukan tekad menjaga marwah kampus dan membangun suasana akademik yang sehat.

Ia menegaskan bahwa USK harus tetap menjadi simbol harapan masyarakat Aceh dalam mencetak generasi unggul yang mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa.

“USK adalah jantung hati pendidikan rakyat Aceh. Kampus ini harus terus menjadi tempat lahirnya harapan, ilmu pengetahuan, dan masa depan Aceh yang lebih baik,” pungkasnya.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait