Umum

Dari 342 Paket, Tiga Penyedia Kantongi Nilai Kontrak Tertinggi di Aceh Barat

Meulaboh, Infoaceh.net – Realisasi pengadaan barang dan jasa Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Tahun Anggaran 2026 menunjukkan sebagian besar nilai kontrak terkonsentrasi pada sejumlah penyedia dengan nilai pekerjaan yang relatif lebih besar dibandingkan perusahaan lainnya.

Berdasarkan hasil pengolahan data realisasi pengadaan tahun 2026, total nilai transaksi yang tercatat mencapai sekitar Rp87,18 miliar dari 342 paket pekerjaan yang tersebar di berbagai satuan kerja perangkat kabupaten.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Dari keseluruhan data tersebut, CV Ilham Rezeki Mandiri menjadi penyedia dengan akumulasi nilai kontrak terbesar. Perusahaan ini tercatat memperoleh tiga paket pekerjaan dengan total nilai sekitar Rp11,67 miliar.

Sebagian besar nilai tersebut berasal dari proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) serta pembangunan Puskesmas Kuta Padang Layung yang menjadi salah satu paket bernilai terbesar dalam data realisasi tahun berjalan.

Posisi berikutnya ditempati CV Melati dengan total kontrak sekitar Rp5,58 miliar dari lima paket pekerjaan. Paket yang dikerjakan perusahaan tersebut didominasi sektor infrastruktur, meliputi pembangunan jembatan gantung, saluran, hingga peningkatan akses jalan.

Sementara itu, Ferho Utama Nusantara berada pada urutan ketiga dengan nilai kontrak sekitar Rp3,84 miliar. Nilai tersebut berasal dari sejumlah pengadaan kendaraan khusus dan ambulans yang dilaksanakan oleh beberapa instansi pemerintah daerah.

Baca Juga:  Belasan Sapi Jadi Mangsa, Teror Harimau Hantui Warga Aceh Timur

Selain tiga penyedia dengan nilai kontrak terbesar, sejumlah perusahaan lain juga tercatat memperoleh pekerjaan bernilai signifikan.

Di antaranya CV Nagah Berlian dengan total sekitar Rp3,25 miliar, CV Adan Prakarsa Rp3,12 miliar, CV Rahmad Rp2,03 miliar, Arafah Makmur Ternak Rp1,99 miliar, Surya Belantara Indo Niaga Rp1,68 miliar, CV Atthariq Beujaya Rp1,66 miliar, serta Karya Pratama sekitar Rp1,62 miliar.

Dari sisi organisasi perangkat daerah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menjadi instansi dengan nilai realisasi pengadaan terbesar. Total belanja yang tercatat pada dinas tersebut mencapai sekitar Rp53,33 miliar atau lebih dari separuh total nilai pengadaan yang terealisasi sepanjang tahun anggaran 2026.

Di bawahnya terdapat Dinas Kesehatan dengan realisasi sekitar Rp16,51 miliar. Selanjutnya BLUD RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh mencatat realisasi sekitar Rp6,10 miliar, sedangkan Dinas Perkebunan dan Peternakan mencapai sekitar Rp3,80 miliar.

Baca Juga:  Jembatan Permanen Kutablang Bireuen Dibuka 20 September, Progres Sudah 99,14 Persen

Menariknya, pola distribusi pengadaan tidak hanya terlihat dari besarnya nilai kontrak. Pada kategori jumlah paket, terdapat penyedia yang menangani puluhan pekerjaan dengan nilai lebih kecil.

Salah satunya CV Sepakat Karya Consultant yang tercatat mengerjakan 33 paket dengan total nilai sekitar Rp1,16 miliar.

Kondisi ini menunjukkan adanya perbedaan karakteristik antara paket konstruksi bernilai besar dan paket konsultansi yang umumnya memiliki nilai lebih rendah namun jumlah pekerjaan lebih banyak.

Meski demikian, keterbukaan data tetap diperlukan untuk memastikan proses pengadaan berjalan sesuai prinsip efisiensi, transparansi, persaingan usaha yang sehat, dan akuntabilitas penggunaan anggaran publik.

Data dalam artikel berita ini bersumber dari sistem realisasi pengadaan pemerintah daerah Tahun Anggaran 2026 dan dapat mengalami perubahan seiring proses administrasi, pembaruan data, maupun penyesuaian pelaporan oleh masing-masing satuan kerja.

 

Disclaimer:
Data diolah dari sistem informasi pengadaan pemerintah dan sumber data terbuka lainnya. Analisis ini disusun untuk kepentingan informasi publik serta tidak dimaksudkan sebagai tuduhan, kesimpulan pelanggaran hukum, maupun penilaian terhadap pihak tertentu.
image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait