Politik

Fraksi PKS: Penegakan Syariat Islam di Banda Aceh Harus Jadi Model

Banda Aceh, Infoaceh.net – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRK Banda Aceh menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh upaya Pemerintah Kota Banda Aceh dalam menegakkan syariat Islam secara terintegrasi, terpadu dan berkelanjutan di seluruh aspek kehidupan masyarakat.

Dukungan tersebut disampaikan Ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, yang menilai syariat Islam bukan sekadar regulasi daerah, melainkan menjadi fondasi utama dalam pembangunan karakter dan peradaban masyarakat Banda Aceh.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Menurutnya, penegakan Syariat Islam merupakan amanah yang harus dijalankan secara konsisten dan menjadi bagian tak terpisahkan dari arah pembangunan kota.

Karena itu, Fraksi PKS siap mengawal berbagai kebijakan pemerintah kota agar pelaksanaan qanun tidak hanya berhenti pada tataran aturan, tetapi benar-benar hadir dan dirasakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Fraksi PKS DPRK Banda Aceh berdiri tegak bersama Wali Kota untuk memastikan Syariat Islam ditegakkan secara menyeluruh. Ini merupakan tugas yang diberikan oleh DPD PKS Banda Aceh kepada Fraksi PKS DPRK. Kami akan mengawal seluruh kebijakan pemerintah kota agar implementasi qanun benar-benar berjalan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Tuanku Muhammad, Senin (1/6/2026).

Ia menegaskan, keberhasilan pelaksanaan syariat Islam tidak bisa dibebankan hanya kepada satu institusi.

Dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, legislatif, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen warga kota.

Baca Juga:  PKS Aceh Ingatkan Kader di Sabang: Empat Kursi DPRK Utang kepada Rakyat

Karena itu, Fraksi PKS mendorong adanya integrasi kebijakan dan koordinasi lintas sektor di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.

Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diharapkan mampu menjadikan nilai-nilai syariat sebagai landasan dalam menjalankan program dan pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, dukungan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banda Aceh juga dinilai penting untuk memastikan pelaksanaan syariat berjalan efektif dan mendapat penguatan dari berbagai aspek, baik pembinaan, pengawasan, maupun penegakan hukum.

Fraksi PKS juga menyoroti pentingnya penguatan peran muhtasib gampong sebagai ujung tombak pengawasan dan pembinaan syariat di tingkat masyarakat.

Menurut Tumad, keberadaan muhtasib gampong menjadi instrumen strategis dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga nilai-nilai Islam di lingkungan masing-masing.

“Penguatan peran muhtasib gampong sangat penting karena mereka berada paling dekat dengan masyarakat. Penegakan syariat harus dimulai dari lingkungan terkecil, sehingga budaya Islami benar-benar tumbuh dari bawah dan menjadi karakter masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Fraksi PKS menilai Banda Aceh memiliki posisi yang sangat strategis sebagai ibu kota Provinsi Aceh.

Karena itu, keberhasilan pelaksanaan Syariat Islam di Banda Aceh akan menjadi cerminan sekaligus ukuran keberhasilan implementasi syariat di seluruh Aceh.

Menurut Fraksi PKS, Banda Aceh harus mampu tampil sebagai role model atau contoh terbaik dalam penerapan Syariat Islam yang tidak hanya menekankan aspek penegakan hukum, tetapi juga membangun kesadaran, pendidikan, akhlak, serta keteladanan sosial di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Partai Gelora Aceh Panaskan Mesin Politik Menuju Pemilu 2029, Saweu DPD Dimulai 10 Oktober

“Banda Aceh harus menjadi barometer keberhasilan pelaksanaan Syariat Islam di Aceh. Sebagai ibu kota provinsi, apa yang berhasil dilakukan di Banda Aceh akan menjadi inspirasi bagi kabupaten dan kota lainnya dalam membangun masyarakat yang Islami, beradab, dan berkemajuan,” ujar Tumad.

Fraksi PKS juga memberikan apresiasi kepada Wali Kota Banda Aceh yang menjadikan Syariat Islam sebagai salah satu program prioritas pembangunan kota.

Langkah tersebut dinilai sejalan dengan visi besar Banda Aceh sebagai kota yang Islami, berkarakter, maju, dan tetap inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Tumad mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap program-program pemerintah kota dalam memperkuat pelaksanaan Syariat Islam.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan syariat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh warga.

“Kami percaya dengan sinergi dan kolaborasi antara eksekutif, legislatif, Forkopimda, ulama, tokoh masyarakat, serta seluruh stakeholder, Banda Aceh akan semakin kokoh sebagai kota yang berkarakter Islami. Fraksi PKS siap mendukung dan mengawal amanah ini agar Banda Aceh benar-benar menjadi barometer keberhasilan pelaksanaan Syariat Islam di Aceh,” pungkasnya.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait