Syariah

Delapan Jamaah Haji Aceh Wafat di Tanah Suci

Mekkah, Infoaceh.net – Innalillahi wainna ilaihi raji’un. Jumlah jamaah haji asal Aceh yang wafat di Tanah Suci, Arab Saudi hingga Sabtu (6/6/2026) tercatat sudah sebanyak delapan orang.

Jamaah terakhir yang dilaporkan meninggal dunia adalah Nurdin Ali (69), anggota Kelompok Terbang (Kloter) 10 asal Kabupaten Pidie.

ADVERTISMENT
Pelantikan Panglima Kodam Iskandar Muda

Kabar duka tersebut disampaikan Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banda Aceh, H. Darwin, Sabtu (6/6/2026). Menurutnya, Nurdin Ali menghembuskan napas terakhir pada Jumat (5/6/2026) pukul 04.47 Waktu Arab Saudi (WAS).

“Almarhum merupakan jamaah haji Kloter BTJ-10 asal Kabupaten Pidie. Beliau wafat di Mekkah dan telah dimakamkan di Tanah Suci sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Darwin.

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), Nurdin Ali yang beralamat di Gampong Kruet Teumpeun, Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie, wafat di Hotel 601 Burj Al Wahda Al Mutamayyiz, Mekkah.

Penyebab wafatnya tercatat akibat cardiogenic shock yang disertai pneumonia.

Jenazah almarhum dimakamkan di Pemakaman Saraya Syuhada Al Haram, Mekkah.

Darwin menyampaikan duka mendalam atas wafatnya jamaah asal Aceh tersebut. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran menghadapi musibah tersebut.

“Atas nama PPIH Embarkasi Banda Aceh dan seluruh petugas haji Aceh, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT dan seluruh amal ibadah hajinya diterima,” ujarnya.

Baca Juga:  Tiga Golongan Tak Bertemu Rasulullah di Akhirat, Termasuk yang Menghujat Ulama

Hingga 6 Juni 2026, tercatat delapan jamaah haji Aceh meninggal dunia di Tanah Suci. Mereka berasal dari sejumlah kabupaten/kota di Aceh dengan berbagai riwayat penyakit dan kondisi kesehatan.

Berikut daftar jamaah haji Aceh yang wafat:

1. Nurdin Ali (69), Kloter BTJ-10 asal Kabupaten Pidie, wafat pada 5 Juni 2026 di Mekkah.

2. Mahdi Muhammad Sufi (60), Kloter BTJ-2 asal Aceh Besar, wafat pada 3 Juni 2026 di King Abdul Aziz Hospital.

3. Ibrahim bin Abdul Kadir Nuh (74), Kloter BTJ-10 asal Kabupaten Pidie, wafat pada 31 Mei 2026.

4. Sulasry Abdul Gani (74), Kloter BTJ-5 asal Kabupaten Bireuen, wafat pada 31 Mei 2026.

5. Aminah Ahmad (76), Kloter BTJ-13 asal Kabupaten Pidie Jaya, wafat pada 30 Mei 2026.

6. Siti Salmijah (83), Kloter BTJ-13 asal Kabupaten Pidie Jaya, wafat pada 28 Mei 2026.

7. Maimunah Yusuf Ali (72), Kloter BTJ-13 asal Kabupaten Aceh Tamiang, wafat pada 26 Mei 2026 di Arafah.

8. Nurwaida Muhammad Yusuf (76), Kloter BTJ-8 asal Kabupaten Bireuen, wafat pada 26 Mei 2026 di Arafah.

Baca Juga:  Aceh Peringkat Pertama Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

Menurut Darwin, sebagian besar jamaah yang wafat merupakan jamaah lanjut usia yang memiliki riwayat penyakit penyerta atau mengalami gangguan kesehatan saat menjalankan rangkaian ibadah haji.

Meski demikian, pelayanan kesehatan bagi jamaah Aceh terus dilakukan secara maksimal oleh tim kesehatan haji Indonesia yang bertugas di Mekkah, Madinah, Arafah, Muzdalifah dan Mina.

PPIH Embarkasi Banda Aceh juga mengimbau seluruh jamaah untuk menjaga kondisi fisik, mengatur pola istirahat, memperbanyak konsumsi air putih, serta mematuhi arahan petugas kesehatan mengingat suhu udara di Arab Saudi masih cukup tinggi.

“Kami terus mengingatkan jamaah agar tidak memaksakan diri dalam beribadah sunnah, terutama bagi jamaah lansia dan yang memiliki penyakit bawaan. Kesehatan harus menjadi prioritas agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat dijalani dengan baik,” ujar Darwin.

Dengan bertambahnya satu jamaah yang wafat atas nama Nurdin Ali, jumlah jamaah haji Aceh yang meninggal dunia di Tanah Suci hingga awal Juni 2026 menjadi delapan orang.

PPIH Aceh terus melakukan pemantauan dan pendampingan terhadap seluruh jamaah yang masih menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait