Banda Aceh, Infoaceh.net – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) wilayah Aceh memperkuat koordinasi dengan Polda Aceh guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan terhadap distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) di Aceh.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara jajaran PT Pertamina dan Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah yang berlangsung di Ruang Kerja Kapolda Aceh, Kamis (11/6/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban itu turut dihadiri Karo Ops Polda Aceh Brigjen Pol Heri Heryandi, Dirpamobvit Polda Aceh serta jajaran PT Pertamina yang dipimpin Sales Area Manager Aceh PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Misbah Bukhori.
Dalam audiensi tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai isu strategis terkait penguatan koordinasi dan kerja sama dalam menjaga keamanan objek vital nasional yang berada di bawah pengelolaan Pertamina.
Selain itu, dibahas pula langkah-langkah pengamanan distribusi BBM dan LPG agar tetap berjalan lancar, aman, dan tepat sasaran hingga ke seluruh wilayah Aceh.
Kapolda Aceh dan jajaran Pertamina juga mendiskusikan berbagai potensi gangguan keamanan yang dapat memengaruhi operasional perusahaan maupun pelayanan energi kepada masyarakat.
Mengingat BBM dan LPG merupakan kebutuhan vital yang menopang aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat, kelancaran distribusinya menjadi perhatian bersama.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto mengatakan, audiensi tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membangun komunikasi yang efektif antara Polda Aceh dan PT Pertamina.
Menurutnya, keamanan objek vital nasional dan kelancaran distribusi energi merupakan aspek penting yang memiliki dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi serta aktivitas masyarakat.
“Pertemuan ini menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antara Polda Aceh dengan PT Pertamina, khususnya dalam menjaga keamanan objek vital nasional serta memastikan distribusi BBM dan LPG kepada masyarakat berjalan lancar, aman, dan tepat sasaran,” ujar Kombes Joko Krisdiyanto.
Ia menjelaskan, keberadaan objek vital nasional di sektor energi memerlukan perhatian dan pengamanan khusus karena memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah maupun nasional.
Gangguan terhadap distribusi energi dapat menimbulkan dampak yang luas, mulai dari terganggunya aktivitas masyarakat hingga sektor perekonomian.
Karena itu, lanjut Joko, kolaborasi antara aparat keamanan dan seluruh pemangku kepentingan menjadi sangat penting guna mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat menghambat distribusi energi kepada masyarakat.
“Polda Aceh berkomitmen untuk terus memberikan dukungan pengamanan terhadap operasional PT Pertamina di Aceh. Melalui koordinasi yang baik, berbagai potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi secara dini sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, pihak Pertamina juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama yang selama ini telah terjalin dengan Polda Aceh.
Dukungan aparat keamanan dinilai sangat penting dalam menjaga kelancaran operasional perusahaan, terutama dalam menjamin ketersediaan dan distribusi energi di seluruh wilayah Aceh.
Pertamina sebagai perusahaan yang bertanggung jawab dalam penyediaan dan distribusi energi nasional terus berupaya memastikan pasokan BBM dan LPG tetap tersedia dan dapat diakses masyarakat tanpa hambatan.
Untuk itu, sinergi dengan aparat keamanan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan energi.
Audiensi tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi yang selama ini telah terjalin antara kedua institusi.
Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan yang muncul di lapangan dapat ditangani secara cepat dan tepat sehingga tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
Kombes Joko berharap hubungan baik antara Polda Aceh dan PT Pertamina dapat terus ditingkatkan melalui kerja sama yang berkelanjutan.
Menurutnya, sinergi yang kuat antara aparat keamanan dan perusahaan energi nasional sangat diperlukan untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.
“Melalui kerja sama yang erat dan komunikasi yang intensif, diharapkan keamanan objek vital nasional dapat terus terjaga serta distribusi BBM dan LPG kepada masyarakat Aceh berjalan dengan lancar dan tanpa kendala,” pungkasnya.


















