Ekonomi

Nilam Aceh Masuk Proyek Hilirisasi Nasional, Kementerian UMKM Siapkan Pembiayaan hingga Akses Pasar Global

BANDA ACEH, Infoaceh.net – Pemerintah pusat mulai memberi perhatian serius terhadap pengembangan nilam Aceh. Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menetapkan komoditas unggulan asal Serambi Mekkah itu sebagai salah satu proyek hilirisasi UMKM nasional yang akan didukung melalui penguatan pembiayaan, standardisasi produk, hingga perluasan akses pasar internasional.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT Razma Agro Jayana, Kementerian UMKM, Bank Syariah Indonesia (BSI), Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya dan Universitas Samudra Langsa di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh, Rabu (8/7/2026).

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rahmat, mengatakan nilam Aceh memiliki posisi strategis di pasar dunia karena kualitas minyak atsirinya diakui sebagai yang terbaik.

Menurutnya, kandungan Patchouli Alcohol (PA) pada minyak nilam Aceh berada di atas standar nasional dan menjadi keunggulan yang sulit ditandingi daerah lain.

 

Bahkan, komoditas tersebut disebut mampu memenuhi sekitar 90 persen kebutuhan minyak nilam dunia.

“Karena itu, nilam Aceh sangat layak menjadi bagian dari proyek hilirisasi UMKM nasional agar nilai tambahnya semakin besar dan manfaatnya langsung dirasakan para petani,” kata Bagus.

Baca Juga:  BSI Raih Sertifikasi ISO 27701:2025, Dapat Pengakuan Global Sistem Keamanan Data Nasabah

Asisten Deputi Kemitraan dan Rantai Pasok Usaha Menengah Kementerian UMKM, Metty Kusmayantie, menjelaskan pemerintah akan memperkuat ekosistem usaha nilam melalui skema pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Klaster bekerja sama dengan perbankan.

Selain menyediakan akses permodalan, Kementerian UMKM juga akan mendampingi proses standardisasi produk agar memenuhi standar International Organization for Standardization (ISO), sehingga mampu menjawab tingginya permintaan pasar global.

“Kami ingin model kemitraan ini menjadi contoh pengembangan holding UMKM yang dapat diterapkan pada komoditas unggulan lainnya di Indonesia,” ujarnya.

Direktur PT Razma Agro Jayana Teungku Razuan mengungkapkan hingga kini pihaknya telah memvalidasi 372 petani nilam di tujuh kabupaten yang akan diajukan memperoleh pembiayaan dari BSI.

Secara keseluruhan, perusahaan telah membangun jaringan kemitraan dengan sekitar 1.500 petani yang tersebar di 49 kawasan budidaya pada 15 kabupaten/kota di Aceh.

Ia menjelaskan, seluruh lahan budidaya kini telah dipetakan secara digital menggunakan sistem Razma D-Clone, sehingga perkembangan tanaman dapat dipantau secara transparan oleh seluruh mitra.

Baca Juga:  USK Jadi Lokasi Roadshow SYLS 2026, 78 Mahasiswa Terima Beasiswa BSI

“Total lahan yang sudah terdata mencapai 1.375 hektare. Dashboard sistem ini dapat diakses oleh seluruh pihak yang terlibat, termasuk Universitas Samudra sebagai pendamping dan BSI sebagai lembaga pembiayaan,” jelasnya.

Razuan menegaskan, kerja sama yang ditandatangani tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang telah dikerjakan selama setahun terakhir.

“Kami memilih menandatangani kerja sama setelah pekerjaan berjalan. Jadi, PKS ini menjadi penegasan atas komitmen yang sudah dibuktikan, bukan sekadar seremoni,” katanya.

Kepala BSI Area Banda Aceh, Bambang Prasetya, memastikan pihaknya siap menyalurkan pembiayaan kepada petani nilam melalui skema KUR Klaster Avalis sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menegaskan BSI mendukung penuh pengembangan sektor nilam sebagai salah satu komoditas unggulan Aceh yang memiliki prospek ekspor sangat besar.

“Dengan pembiayaan yang tepat dan didukung kemitraan yang kuat, kami optimistis petani nilam dapat meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraannya,” ujar Bambang.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait