BANDA ACEH, Infoaceh.net – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir Syamaun mengapresiasi konsistensi MTsN 1 Model Banda Aceh dalam melahirkan peserta didik yang berprestasi sekaligus berkarakter.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri hari pertama masuk sekolah yang dirangkaikan dengan pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) serta pembukaan Masa Taaruf Murid Madrasah (MATAMUDA), Senin pagi (13/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan MTsN 1 Banda Aceh itu menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara keluarga, sekolah dan pemerintah dalam mendukung keberhasilan pendidikan anak sejak hari pertama memasuki lingkungan belajar.
Dalam sambutannya, Sekda M. Nasir menegaskan bahwa kehadiran orang tua, khususnya ayah, pada hari pertama sekolah memiliki makna yang sangat penting bagi perkembangan psikologis dan semangat belajar anak.
Menurutnya, dukungan keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun generasi yang berkualitas.
“Melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah, Pemerintah Aceh ingin memperkuat sinergi antara keluarga dan sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu membentuk generasi yang berilmu, berkarakter, dan unggul di masa depan,” ujar M. Nasir.
Ia mengatakan, kehadiran ayah di hari pertama sekolah bukan sekadar mengantar anak, tetapi menjadi simbol perhatian, kasih sayang, dan komitmen keluarga terhadap pendidikan.
“Kehadiran orang tua di hari pertama sekolah mungkin tampak sederhana, namun sesungguhnya memiliki makna yang sangat besar. Anak-anak merasakan dukungan, kasih sayang, dan keyakinan bahwa perjalanan pendidikan mereka tidak ditempuh sendirian,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Sekda Aceh bersama Kakanwil Kemenag Aceh Azhari juga secara resmi membuka kegiatan Masa Taaruf Murid Madrasah (MATAMUDA) bagi peserta didik baru MTsN 1 Banda Aceh.
Ia berharap seluruh siswa baru dapat memanfaatkan masa pengenalan lingkungan sekolah sebagai awal untuk membangun semangat belajar, disiplin, serta menjalin hubungan yang baik dengan guru maupun sesama peserta didik.
M. Nasir turut memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran MTsN 1 Banda Aceh yang dinilai mampu mempertahankan reputasi sebagai salah satu madrasah unggulan di Aceh. Menurutnya, berbagai prestasi yang diraih selama ini merupakan hasil kerja keras seluruh civitas madrasah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas.
Namun demikian, ia mengingatkan keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik semata. Pembentukan karakter, akhlak, moral, dan kepedulian sosial juga harus menjadi prioritas utama dalam proses pendidikan.
“Prestasi akademik memang penting, tetapi yang lebih utama adalah bagaimana sekolah mampu membentuk generasi yang berintegritas, berakhlak mulia, memiliki karakter kuat, serta peduli terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta didik agar memanfaatkan kesempatan belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga disiplin, menghormati guru, serta terus mengembangkan potensi diri melalui berbagai kegiatan positif di sekolah.
Menurut Sekda, keberhasilan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang tidak hanya berada di tangan sekolah, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif keluarga.
Sinergi yang baik antara orang tua dan tenaga pendidik diyakini akan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sehingga mampu melahirkan sumber daya manusia Aceh yang unggul.
Lebih lanjut, M. Nasir menegaskan bahwa Pemerintah Aceh berkomitmen mendukung berbagai program yang bertujuan memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.
Melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS), pemerintah berharap keterlibatan ayah dalam pendidikan anak semakin meningkat sehingga tercipta hubungan yang lebih erat antara keluarga, sekolah, dan pemerintah.
“Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu melahirkan generasi Aceh yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya.


















