Kesehatan & Gaya Hidup

RSUDZA Edukasi Siswa MTsN 1 Banda Aceh: Dari Kesehatan Mental, Jajanan Sehat hingga Penanganan Darurat

Banda Aceh, Infoaceh.net — Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh menghadirkan edukasi kesehatan bagi kalangan pelajar.

Kali ini, melalui Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS), tim RSUDZA memberikan edukasi kesehatan kepada siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Model Banda Aceh, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula MTsN 1 Model Banda Aceh tersebut merupakan bagian dari program Edukasi Kelompok Khusus Eksternal PKRS RSUDZA.

Kegiatan mengusung tema “Mewujudkan Remaja Tangguh melalui Edukasi Gizi Sehat, Kesehatan Mental, dan Keterampilan Penanganan Kegawatdaruratan.”

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari pihak madrasah. Para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai kesehatan, tetapi juga diajak memahami berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan remaja, mulai dari kesehatan mental, kepercayaan diri, pola makan dan pilihan jajanan, hingga langkah awal menghadapi kondisi darurat dan cedera.

Kepala MTsN 1 Model Banda Aceh, Dr Hj Ummiyiani SAg MPd menyambut baik kegiatan edukasi kesehatan yang dilaksanakan RSUDZA tersebut.

Menurutnya, edukasi kesehatan bagi siswa sangat penting karena sekolah bukan hanya tempat untuk membangun kemampuan akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk membentuk karakter, pola hidup sehat, serta kesiapan siswa menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menilai materi yang diberikan tim RSUDZA sangat relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Pada usia remaja, siswa menghadapi berbagai perubahan, baik secara fisik maupun psikologis. Karena itu, mereka membutuhkan pendampingan dan informasi yang benar agar mampu mengambil keputusan yang sehat dan bertanggung jawab.

“Anak-anak perlu dibekali pengetahuan kesehatan sejak dini. Bukan hanya bagaimana menjaga kesehatan fisik, tetapi juga bagaimana menjaga kesehatan mental, percaya diri, memilih makanan yang sehat dan mengetahui apa yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat,” ujar Kepala MTsN 1 Model Banda Aceh dalam kegiatan tersebut.

Ia berharap edukasi seperti ini tidak berhenti pada kegiatan penyampaian materi semata, tetapi dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah maupun di rumah.

Menurutnya, pemahaman tentang kesehatan akan semakin penting ketika siswa mampu mempraktikkannya dalam kehidupan nyata.

Misalnya, dengan membiasakan memilih makanan yang lebih sehat, menghindari konsumsi makanan dengan kandungan gula berlebihan, menjaga kesehatan mental, serta memiliki pengetahuan dasar mengenai pertolongan pertama.

Dalam kegiatan tersebut, tim PKRS RSUDZA menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang untuk memberikan pemahaman kepada para siswa.

Salah satu materi yang diberikan adalah “Remaja Tangguh: Sehat Mental, Percaya Diri, Berprestasi” yang disampaikan oleh dr Zulfa Zahra Sp.KJ.

Baca Juga:  Cegah Stunting Sejak Dini, Farid Nyak Umar Kawal Gizi Anak di Banda Aceh

Materi ini memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental serta membangun rasa percaya diri di tengah berbagai tantangan yang dihadapi remaja.

Kesehatan mental menjadi salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang remaja. Siswa perlu memahami bahwa kemampuan mengenali emosi, mengelola tekanan, berkomunikasi dengan baik dan memiliki kepercayaan diri merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh.

Selain kesehatan mental, siswa juga mendapatkan edukasi mengenai “Bijak Memilih Jajanan: Kurangi Gula, Hindari Junk Food” yang disampaikan oleh dr Fiona Desi Amelia Sp.GK.

Materi tersebut mengajak para siswa lebih cermat dalam menentukan makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Kebiasaan membeli jajanan secara sembarangan dapat berdampak terhadap pola makan dan kesehatan apabila tidak diimbangi dengan pemilihan makanan yang tepat.

Melalui materi tersebut, siswa didorong untuk lebih memperhatikan kandungan makanan dan minuman yang mereka konsumsi, termasuk membatasi asupan gula serta tidak menjadikan makanan cepat saji atau junk food sebagai pilihan utama dalam keseharian.

Tim RSUDZA juga memberikan materi mengenai pertolongan emergency, kegawatdaruratan dan cedera pada remaja yang disampaikan oleh Ns. Milda Asti SKep dan Ners Muhammad Rizal SKep.

Materi ini menjadi salah satu bagian penting karena berbagai kondisi darurat maupun cedera dapat terjadi kapan saja, termasuk di lingkungan sekolah. Dengan memiliki pengetahuan dasar, siswa diharapkan tidak panik dan mampu mengambil tindakan awal yang tepat sebelum mendapatkan pertolongan dari tenaga medis.

Tidak sekadar memberikan penjelasan secara teoritis, kegiatan juga dilengkapi dengan demonstrasi penanganan kegawatdaruratan.

Dengan metode tersebut, siswa dapat melihat secara langsung bagaimana langkah-langkah dasar dilakukan dalam menghadapi kondisi darurat dan cedera.

Dokter RSUDZA yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa edukasi kesehatan kepada remaja perlu dilakukan dengan pendekatan yang mudah dipahami dan dekat dengan pengalaman sehari-hari mereka.

Menurutnya, remaja merupakan kelompok yang sedang berada dalam fase penting pertumbuhan dan perkembangan. Karena itu, pembentukan kebiasaan sehat sejak usia sekolah akan memberikan dampak positif dalam jangka panjang.

“Edukasi kesehatan kepada remaja penting agar mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar untuk menjaga dirinya sendiri. Mereka perlu mengetahui bagaimana menjaga kesehatan, mengenali kondisi yang membutuhkan pertolongan dan memahami langkah awal ketika terjadi keadaan darurat,” ujar perwakilan PKRS RSUDZA dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga:  MTsN 1 Banda Aceh Juara Umum Aceh Science Olympiad 2026

Ia menambahkan, pengetahuan mengenai pertolongan pertama juga penting karena siswa dapat menjadi orang pertama yang berada di lokasi ketika terjadi insiden, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, tindakan awal tersebut tetap harus dilakukan sesuai kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki. Jika kondisi korban membutuhkan penanganan medis lebih lanjut, pertolongan tenaga kesehatan harus segera dicari.

Kegiatan edukasi ini diikuti dengan antusias oleh para siswa MTsN 1 Model Banda Aceh. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk menyimak materi sekaligus mengikuti proses demonstrasi yang diberikan oleh tim RSUDZA.

Kolaborasi antara RSUDZA dan MTsN 1 Model Banda Aceh tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran warga madrasah mengenai pentingnya perilaku hidup sehat.

Bagi pihak madrasah, kegiatan seperti ini juga menjadi pelengkap pendidikan yang selama ini diberikan kepada siswa.

Pengetahuan akademik tetap menjadi bagian penting dalam proses pendidikan, tetapi kemampuan menjaga kesehatan diri dan menghadapi situasi darurat juga merupakan keterampilan hidup yang perlu dimiliki setiap peserta didik.

Kepala MTsN 1 Model Banda Aceh berharap kerja sama dan edukasi kesehatan dari RSUDZA dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Menurutnya, semakin banyak informasi kesehatan yang diterima siswa dari sumber yang kompeten, semakin besar pula peluang terbentuknya generasi muda yang memiliki kesadaran terhadap kesehatan.

Sementara itu, kehadiran tim PKRS RSUDZA dalam kegiatan eksternal tersebut menunjukkan pentingnya peran rumah sakit tidak hanya dalam memberikan pelayanan ketika seseorang sakit, tetapi juga dalam melakukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kepada masyarakat.

Edukasi kepada kelompok pelajar menjadi salah satu langkah strategis karena kebiasaan yang dibangun sejak usia sekolah dapat terbawa hingga dewasa.

Melalui kegiatan tersebut, RSUDZA dan MTsN 1 Model Banda Aceh bersama-sama mendorong lahirnya generasi remaja yang lebih sehat, tangguh, percaya diri dan memiliki kemampuan dasar menghadapi situasi kegawatdaruratan.

Dengan bekal pengetahuan mengenai kesehatan mental, pola makan sehat dan pertolongan pertama, para siswa diharapkan tidak hanya mampu menjaga kesehatan dirinya sendiri, tetapi juga dapat berperan membantu menciptakan lingkungan madrasah yang lebih aman dan sehat.

Kegiatan edukasi kelompok khusus eksternal itu sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa kesehatan merupakan tanggung jawab bersama.

Sekolah, keluarga, tenaga kesehatan dan lingkungan sosial memiliki peran penting dalam mendampingi remaja agar tumbuh menjadi generasi yang sehat secara fisik, kuat secara mental dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait