Umum

Kapolda Aceh Turun Langsung Bebaskan Sejumlah Warga yang Ditangkap Saat Ricuh Hari Damai

BANDA ACEH, Infoaceh.net — Peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh yang dipusatkan di halaman Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026), diwarnai kericuhan antara massa dan aparat keamanan.

Ketegangan yang bermula dari upaya pengibaran bendera Bulan Bintang tersebut sempat berkembang menjadi aksi saling kejar dan saling lempar antara massa dan aparat.

Situasi kemudian berangsur mereda setelah Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan turun langsung menemui massa dan berdialog dengan warga.

Dalam peristiwa tersebut, sejumlah peserta aksi sempat diamankan aparat. Namun, setelah dilakukan komunikasi langsung dengan massa, beberapa warga kemudian dibebaskan.

Rangkaian peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh telah berlangsung sejak Jum’at malam (14/8/2026).

Masyarakat dari berbagai daerah di Aceh berdatangan ke Banda Aceh untuk mengikuti zikir, doa bersama serta kegiatan memperingati 21 tahun penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki.

MoU Helsinki yang ditandatangani pada 15 Agustus 2005 menjadi tonggak penting berakhirnya konflik bersenjata antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Peringatan tersebut semula berlangsung dalam suasana khidmat. Namun, situasi berubah ketika muncul upaya pengibaran bendera Bulan Bintang di kawasan Masjid Raya Baiturrahman.

Aparat keamanan yang melakukan pengamanan di lokasi kemudian berupaya mencegah pengibaran bendera tersebut. Penertiban itu mendapat penolakan dari sebagian massa hingga akhirnya terjadi ketegangan.

Situasi semakin memanas ketika massa dan aparat terlibat aksi saling dorong dan saling lempar.

Sejumlah petugas terlihat mengenakan perlengkapan pengamanan lengkap berupa tameng dan pelindung tubuh. Sementara dari arah massa dilaporkan terjadi pelemparan batu dan benda keras lainnya.

Baca Juga:  Curah Hujan Diprediksi Meningkat, Mualem Perintahkan Perkuat Mitigasi Banjir dan Longsor di Aceh

Kericuhan kemudian terjadi di sekitar kawasan Masjid Raya Baiturrahman dan taman kota.

Untuk mengendalikan situasi, aparat kepolisian menggunakan gas air mata dan mengerahkan kendaraan taktis water cannon.

Kericuhan juga dilaporkan meluas ke sejumlah titik di sekitar pusat Kota Banda Aceh, termasuk kawasan Gedung DPRK Banda Aceh dan Simpang Kodim.

Situasi mulai berangsur terkendali menjelang waktu salat Zuhur.

Kericuhan tersebut juga menimbulkan kerusakan terhadap sejumlah fasilitas dan kendaraan yang berada di sekitar lokasi.

Berdasarkan informasi awal, sedikitnya dua unit mobil dan satu sepeda motor warga dilaporkan mengalami kerusakan setelah terkena lemparan batu maupun terdampak kericuhan.

Namun, pendataan terhadap kerusakan maupun dampak lainnya masih dilakukan oleh pihak terkait.

Pasca-salat Zuhur, massa masih berkumpul di sekitar lokasi. Situasi memang mulai mereda, tetapi ketegangan belum sepenuhnya hilang.

Dalam kondisi tersebut, Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan memilih turun langsung menemui massa.

Kapolda berjalan sendirian mendekati kerumunan warga dan membuka ruang komunikasi secara langsung. Langkah tersebut dilakukan untuk meredakan ketegangan sekaligus mencegah agar kericuhan tidak kembali meluas.

Kehadiran Kapolda di tengah massa kemudian mendapat perhatian warga.

Sejumlah warga menyampaikan tuntutan agar peserta aksi yang sebelumnya diamankan aparat segera dibebaskan.

Dalam proses dialog tersebut, suasana sempat kembali tegang. Namun, Kapolda tetap berada di tengah massa dan melanjutkan komunikasi.

Baca Juga:  Sampai 31 Oktober Saja, Warga Banda Aceh Bisa Nikmati Diskon PBB hingga 75 Persen

Kapolda Umumkan Pembebasan Warga

Setelah dilakukan komunikasi, Kapolda Aceh kemudian menyampaikan keputusan terkait warga yang diamankan.

Sekitar pukul 14.18 WIB, dua warga disebut dihadirkan di hadapan massa dan kemudian dibebaskan. Keduanya terlihat bersalaman dengan Kapolda Aceh sebelum meninggalkan lokasi.

Pembebasan tersebut kemudian dilanjutkan terhadap beberapa warga lainnya.

Informasi awal menyebutkan sedikitnya lima warga dibebaskan secara bertahap setelah sebelumnya diamankan dalam rangkaian kericuhan.

Langkah tersebut menjadi salah satu upaya kepolisian untuk menurunkan tensi di lapangan dan mencegah terjadinya bentrokan susulan.

Polda Aceh Imbau Masyarakat Tahan Diri

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto menyatakan pihaknya masih melakukan pendataan terkait dampak kericuhan, termasuk kerusakan maupun warga yang terdampak dalam insiden tersebut.

Polda Aceh juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memperkeruh keadaan.

Masyarakat diminta menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu bentrokan kembali.

Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 semestinya menjadi momentum untuk mengingat kembali perjalanan panjang Aceh setelah konflik, sekaligus memperkuat komitmen seluruh pihak untuk menjaga perdamaian.

Kericuhan yang terjadi di kawasan Masjid Raya Baiturrahman menjadi pengingat bahwa perdamaian tidak hanya ditandai dengan berakhirnya konflik bersenjata, tetapi juga membutuhkan kemampuan semua pihak untuk menyelesaikan perbedaan melalui dialog.

Turunnya Kapolda Aceh secara langsung menemui massa dan keputusan membebaskan sejumlah warga menjadi langkah de-eskalasi yang diharapkan dapat mencegah insiden tersebut berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait