BANDA ACEH, Infoaceh.net — Penantian panjang publik sepak bola Aceh untuk merayakan kemenangan kandang akhirnya tercapai. Persiraja Banda Aceh sukses menaklukkan PSGC Ciamis dengan skor tipis 2-1 dalam lanjutan pekan ketujuh Liga Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion H. Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, Sabtu malam (24/10/2026).
Kemenangan ini sekaligus mengakhiri tren negatif anak-asuh Muhammad Ridwan yang gagal meraih poin penuh pada tiga laga kandang sebelumnya.
Babak Pertama: Kebuntuan Laskar Rencong
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Persiraja yang mengemban misi wajib menang langsung mengambil inisiatif serangan. Mengandalkan tusukan dari kedua sektor sayap melalui kombinasi umpan lambung dan datar, Laskar Rencong berulang kali mengurung lini pertahanan PSGC Ciamis.
Pada menit ke-12, Ilham Udin Armaiyn sempat membuka peluang emas namun pergerakannya langsung diredam oleh bek asing PSGC, Kim Min Hyeok.
Bola liar sempat disambar oleh Ibrahim Faisal yang berhasil mengecoh barisan pertahanan Laskar Singacala, sayang tembakan akhirnya masih menyamping tipis di sisi gawang.
Di sisi lain, PSGC Ciamis yang diasuh Herry Kiswanto bermain sangat terorganisasi dan disiplin. Kuatnya tembok pertahanan tim tamu membuat sejumlah peluang matang yang didapatkan Persiraja selalu kandas di penyelesaian akhir. Hingga turun minum, skor kaca mata 0-0 tetap bertahan.
Babak Kedua: Menggebrak Tiga Menit, Dua Gol Tercipta
Memasuki paruh kedua, pelatih Muhammad Ridwan menginstruksikan para pemainnya untuk tampil lebih menekan.
Strategi ini terbukti jitu. Hanya dalam rentang waktu tiga menit awal babak kedua, Lampineung langsung bergemuruh berkat dua gol kilat yang dicetak tuan rumah.
• Gol Pertama (Menit 47): Berawal dari skema serangan cepat, barisan belakang PSGC gagal menyapu bola dengan sempurna. Martin Chaves, penyerang tajam asal Uruguay, langsung menyambar bola rebound di depan mulut gawang untuk menaklukkan kiper lawan. Skor berubah 1-0 untuk Persiraja.
• Gol Kedua (Menit 50): Belum sempat tim tamu menata organisasi permainan, gawang mereka kembali bobol pada menit ke-50. Memanfaatkan situasi eksekusi tendangan bebas, Martin Chaves mengirimkan umpan lambung terukur yang langsung disambut dengan tandukan tajam Ilham Udin Armaiyn ke pojok gawang. Papan skor berubah menjadi 2-0.
Tertinggal dua gol tidak membuat Laskar Singacala mengibarkan bendera putih. Herry Kiswanto bergerak cepat memasukkan penyerang gaek, Ezechiel Ndouassel, pada menit ke-53 untuk menambah daya gedor.
Kehadiran mantan striker Liga 1 tersebut langsung memberikan dampak instan. Pada menit ke-60—atau hanya lima menit setelah ia menginjakkan kaki di lapangan—Ezechiel Ndouassel sukses memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 setelah memanfaatkan kelengahan di lini belakang Persiraja.
Gol tersebut sempat membuat atmosfer Stadion H. Dimurthala menegang. PSGC Ciamis yang terpacu gol tersebut terus membombardir pertahanan tuan rumah demi memburu gol penyama kedudukan.
Namun, perbaikan organisasi pertahanan yang dipoles Muhammad Ridwan selama sepekan terakhir terbukti solid. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor tetap bertahan 2-1 untuk kemenangan Persiraja.
Hasil tiga poin perdana di markas sendiri ini menjadi modal krusial bagi Persiraja Banda Aceh untuk mendongkrak posisi mereka di klasemen sementara Grup Barat Liga Pegadaian Championship.
Keberhasilan memutus tren buruk di kandang ini juga dipastikan menaikkan moral punggawa Laskar Rencong menjelang laga krusial berikutnya.


















